Mengenal Pegunungan Kendeng Utara

1 - Mar - 2011 | admin

Di pulau Jawa, Pulau terpadat di Indonesia ini, terdapat bentang alam yang unik yaitu pegunungan kappur yang membujur dari barat ke timur. Salah satunya adalah Pegunungan Kendeng Utara yang membentang dari Kbaupaten Kudus hingga Kabupaten Tuban. Pegunungan ini bukanlah pegunungan vulkanik, melainkan pegunungan kapur atau dalam istilah geologi disebut dengan karst. Karst adalah sebuah bentukan di permukaan bumi yang pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed depression), drainase permukaan, dan gua. Daerah ini dibentuk terutama oleh pelarutan batuan, kebanyakan batu gamping.Sifat batuan karst yang berpori memungkinkannya untuk menjadi medium meresapnya air dari permukaan yang kemudian membentuk aliran sungai bawah tanah. Di beberapa wilayah, area pegunungan kapur ini biasanya kering di permukaan tetapi memiliki cadangan air yang cukup banyak untuk dialirkan melalui mata air atau pun melalui proses pengangkatan.

Di Pegunungan Kendeng Utara, terdapat ribuan titik mata air yang tersebar. Sebagai gambaran saja, dalam penelitian yang dilakukan oleh tim Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) dan ASC di wilayah Kecamatan Sukolilo terdapat sekitar 200 mata air aktif yang debitnya mencapai sekitar 1000 liter per detik. Pegunungan Kendeng dengan kekayaannya berupa sumber air dan goa telah memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi masyarakat sekitar, khususnya bagi masyarakat di Kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Kayen. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sumber air juga bermanfaat untuk mengairi lahan pertanian. Distribusi air irigasi dari Jratun Seluna belum mencukupi untuk mengairi lahan pertanian bagi masyarakat Sukolilo dan Kayen. Sehingga sebagian petani masih mengharapkan rembesan air dari sumber-sumber air di Pegunungan Kendeng. Terdapat 87 Kelompok Tani di Kecamatan Sukolilo yang masih memanfaatkan sumber air pegunungan kendeng untuk menambah mengairi lahan pertanian, hal ini dikarenakan karena Jratun Seluna belum mencukupi kebutuhan semua petani di kecamatan Sukolilo dan kecamatan Kayen.

Testimoni warga.
Kuswanto, warga Sukolilo 24 tahun: Selain untuk tempat mencari makan, tanah Pegunungan Kendeng Utara juga tempat untuk jasadku kelak di kebumikan seperti halnya nenek moyangku.

Karjo, 28 tahun, warga Sukolilo: Pegunungan Kendeng bisa menyimpan air saat musim kemarau yang kemudian dapat dimafaatkan untuk pertanian.

Fina, 20 tahun, warga Sukolilo: Tidak hanya penting, tapi penting sekali. Karena gunung kendeng banyak menyimpan sesuatu yang berharga dan harus di jaga. Juga terdapat banyak sumber dan gua yang harus dilestarikan, bukannya dirusak. Selama Pegunungan kendeng masih utuh, masyarakat sekitar pun tidak akan kehilangan hasil pertaniannya.

( M Sobirin )

Depan | RSS 2.0 | Kategori: artikel | Trackback | 3 Comments

3 Responses to “Mengenal Pegunungan Kendeng Utara”

  1. sujeri says:

    gunung kendeng utara adalah karunia Allah SWT yang harus selalu dijaga kelestariannya

  2. sujeri says:

    kita (warga sekitar peg. kendeng) harus menjaganya dari upaya eksploitasi dalam bentuk apapun

  3. panji islam says:

    ada rencana dari prusahaan asing mndrikan pabrik semen d sna, jd gunung kendg akn trbongkar djdkn semen, mari tolak prusahaan asing bcokol di sini, apalgi yg punya org bule, usir aja bule &
    yg mndukung nya..!:-)

Leave a Reply