Pertemuan di Hotel Pati: Catatan tentang kebohongan pemegang modal

15 - Apr - 2011 | sobirno

Pertemuan di Hotel Pati: Catatan tentang kebohongan pemegang modal

Pertemuan di Hotel Pati: Catatan tentang kebohongan pemegang modal

Sepuluh lembar surat dilayangkan kepada Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK). Surat yang dikirim oleh PT. Sahabat Mulia Sakti (SMS) kali ini mengundang JM-PPK untuk hadir dalam sosialisasi lanjutan tentang rencana pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng Utara. Sejak awal tahun 2011 ini Pegunungan Kendeng Utara kembali memanas seiring dengan rencana pembangunan pabrik semen oleh PT. Sahabat Mulia Sakti, anak dari PT. Indocement. Acara ini akan digelar di Hotel Pati dengan mengundang banyak LSM, perangkat desa di Kabupaten Pati dan beberapa organisasi mahasiswa.

Pada hari Rabu tanggal 6 April 2011, sekitar dua puluh orang anggota JM-PPK dari Kecamatan Sukolilo, Kayen dan Tambakromo datang memenuhi undangan untuk mempresentasikan konsep pembangunan alternative di Pegunungan Kendeng Utara. Seperti yang diceritakan oleh salah seorang anggota JM-PPK yang hadir, ketika masuk ke dalam ruangan ia telah merasakan suasana yang sangat tidak nyaman. Tatapan mata permusuhan banyak ditujukan kepada mereka. Orang-orang bertampang preman dalam jumlah banyak tampak hadir di ruangan dengan kapasitas sekitar dua ratus orang tersebut. Lontaran-lontaran kasar terus saja terdengar sejak rombongan JM-PPK memasuki ruangan. Sri, salah seorang anggota JM-PPK yang ikut dating dalam pertemuan itu menceritakan bagaimana intimidasi berupa kata-kata kasar terus mereka terima.

Suasana sedikit tenang ketika Alexander Frans, perwakilan PT. SMS mempresentasikan rencana penambangan yang akan diakukan. Kemudian tiba giliran Gunritno selaku perwakilan JM-PPK mempresentasikan konsep yang digagas oleh JM-PPK. Sebelum melakukan presentasi terlebih dulu Gunritno meminta PT. SMS menunjukkan bukti perijinan yang telah dimiliki karena menurutnya perijinan ini penting dimiliki sebelum melakukan tahapan eksplorasi. Sontak saja permintaan ini membuat suasana kembali gaduh karena orang-orang yang setuju pembangunan pabrik semen menilai perijinan itu tidak terlalu penting dibicarakan dalam forum ini, apalagi dengan kapasitas JM-PPK yang bukan siapa-siapa.

Suasana semakin ricuh ketika beberapa orang dari kelompok pro pembangunan pabrik merangsek maju ke meja panelis untuk memaki-maki Gunretno. Kondisi seperti ini seperti dibiarkan oleh aparat kepolisian yang saat itu banyak terdapat di dalam ruangan. Moderator yang seharusnya menjalankan fungsinya sebagai pengatur forum tak bertindak sama sekali untuk menenangkan situasi. JM-PPK menduga scenario untuk membuat ricuh pertemuan ini memang disengaja sebagai terror mental bagi JM-PPK. Setelah suasana kembali tenang, Gunretno kembali berdiri untuk memulai presentasi. Sebelum ia memulai presentasi dengan menggunakan power point ia mengatakan bahwa keinginannnya untuk menanyakan perijinan yang sudah dimiliki oleh PT SMS bukan tanpa dasar hokum karena dalam UU Kebebasan Informasi Publik (KIP) telah diatur bahwa masyarakat berhak mengakses informasi yang berkaitan dengan kepentingan public.

Gunritno memulai presentasi dengan memaparkan bagaimana kondisi dunia yang semakin rusak akibat berbagai persoalan krissi pangan dan kerusakan alam. Indonesia dengan segala potensinya diharapkan menjadi salah-satu kunci dalam menangani berbagai persoalan krisis pangan yang akut. Indonesia sebagai Negara agraris yang subur dengan jumlah penduduk 200 juta jiwa dan lebih dari 70% penduduknya berprofesi sebagai petani masih harus dipusingkan dengan mengimpor berbagai kebutuhan pangan seperti beras, kedelai, jagung, gandum, susu dan daging.

Melihat persoalan krisis pangan yang semakin nyata ini, Jawa sebagai pulau dengan lahan pertanian yang paling potensial untuk dikembangkan harusnya ditempatkan sebagai prioritas dalam konsep pembangunan pertanian. Akan tetapi pada kenyataannya, pulau yang menyediakan 70% kebutuhan pangan bagi warga Indonesia ini mengalami perubahan tata guna lahan secara cepat dan besar-besaran yang digunakan untuk perluasan pemukiman, perluasan kawasan industry, perluasan kota, pengembangan infrastruktur dan juga pertambangan. Industri pangan seperti tidak mendapatkan perhatian dalam mengelola pulau yang dihuni oleh sekitar 65% penduduk Indonesia ini. Padahal Negara-negara seperti Amerika, Swiss, Belanda, Denmark, Thailand dan lain-lain menjadikan industry pertanian sebagai sector penting pembangunan mereka. Mengapa Indonesia yang diberkahi dengan kekayaan alam dan iklim tropis tidak juga berpikir demikian?

Berbagai potensi alam dan jumlah penduduk yang besar harusnya dapat dikelola menjadi sebuah rangka kerja pembangunan industry pangan yang kuat. Akan tetapi saat ini petani sebagai pemain kunci industry pangan ini menghadapi berbagai persoalan. Pertama, masyarakat tidak mengenal potensi sumberdaya yang dimiliki. Kedua, masyarakat tidak memiiki konsep pengelolaan. Ketiga, secara social budaya masyaraat tidak memiliki system dan mekanisme pengelolaan. Keempat, secara teknis masyarakat tidak menguasai teknologi dan informasi, salah satunya yang berkaitan dengan kbutuhan pasar. Kelima, secara ekonomi masyarakat tidak memiliki akses permodalan. Eenam, secara politik masyarakat tidak mendapatkan dukungan kebijakan. Dan akhirnya masyarakat tidak mampu mengelola sumberdaya yang dimiliki. Melihat berbagai persoalan yang dihadapi ini, akankah industry tambang dapat menyelesaikannya?

Dalam kesempatan ini Gunritno menggambarkan berbagai potensi yang dimiliki oleh pegunungan kendeng. Mulai dari keberadaan sungai bawah tanah, tanaman palawija yang tumbuh subur di lahan Pegunungan Kendeng, sampai pada semengat petani di Pati Selatan untuk mengolah lahan pertaniannya. Selain itu ia juga telah menyusun perhitungan tentang pengelolaan lahan secara terpadu. Dalam perhitungan ini ia menggambarkan bahwa dalam setiap hektar lahan dapat menghasilkan pemasukan bersih bagi petani sekitar Rp. 132.678.000. Penghasilan ini didapat setelah dikurangi pengeluaran untuk pengelolaan lahan sekitar Rp. 110.565.000, dan pajak sekitar Rp. 33. 169.500. Jika persoalan pemasukan pajak yang dipersoalkan oleh pemerintah daerah, harusnya konsep ini telah menjawab kekhawatiran tersebut dengan besaran jumlah pajak yang dibayarkan.

Hari mulai siang ketika acara memasuki sesi Tanya jawab. Pernyataan mendukung maupun menolak rencana pembangunan pabrik semen oleh PT. SMS masih terus terdengar setiap penanya maupun panelis berbicara. Sampai pada akhir acara tidak tercapai kata sepakat tentang hasil pertemuan hari itu. Akan tetapi muncul persoalan bagi JM-PPK ketika moderator membacakan berita acara sebagai berikut:

Berita Acara

Sosialisasi Lanjutan Rencana Pendirian Pabrik Semen

PT. Sahabat Mulia Sakti di Kabupaten Pati

Berkaitan dengan rencana pendirian pabrik semen semen PT. SMS mengadakan sosialisasi lanjutan yang dilaksanakan pada:

Hari/tanggal      : Rabu, 6 April 2011

Tempat                                :Hotel Pati

Peserta

1.            Instansi terkait terdiri dari BLH, Bappeda, Kantor perijinan, PU, TNI POLRES

2.            53. LSM, pemerhati lingkungan dan unsur organisasi mahasiswa yang masing-masing diwakili oleh 2 orang.

3.            35 desa terdiri dari Kecamatan Tambakromo berjumlah 18 desa dan Kecamatan Kayen berjumlah 17 desa. Ditambah dari desa Tapak dan desa Tambang yang diwakili masing-masing sejumlah 10 orang/desa

4.            6 Muspika Kecamatan Kayen dan Tambakromo

I.             Pelaksanaan sosialisasi

II.            Kesimpulan/ hasil sosialisasi

1.            Bahwa telah dilaksanakan sosialisasi lanjutan oleh PT. SMS dan oleh pemerhati lingkungan yang diwakili oleh LSM JMPPK

2.            Bahwa peserta sosialisasi memahami dan mengerti mengenai perencanaan pendirian pabrik dan manfaatnya pengelolaan lingkungan yang akan dilaksanakan.

3.            Bahwa PT. SMS berkomitmen mengelola usahanya dengan memperhatikan pengelolaan lingkungan dengan baik dan benar.

4.            Bahwa masyarakat memahami dan mendukung bahwa akan dilaksanakan proses Adal oleh PT. ADI PRANATA konsultan Amdal dimana tim Amdal terdiri dari 4 unsur (UGM, UPN, UNDIP, UKSW) dan pada prinsipnya yang mengkaji layak dan tidaknya pabrik semen berdiri.

5.            Bahwa perwakilan LSM meminta untuk kunjungan ke pabrik dari perwakilan pihak yang pro dan kontra dan dari kunjungan tersebut dapat diperoleh data real mengenai manfaat pendirian pabrik dan pengolahan lingkungannya dan hasil kunjungan tersebut dibuat berita acara bersama.

6.            Bahwa masyarakat secara umum mendukung dan menyambut baik pendirian pabrik semen PT SMS yang akan didirikan di Pati yang manfaatnya akan berdampak positif bagi masyarakat sekitar khusunya dan Kabupaten Pati pada umumnya.

Demikian berita acara ini dibuat.

JM-PPK sangat menyayangkan manipulasi dalam berita acara tersebut karena pihak PT. SMS tidak memiliki itikad baik dalam membangun komunikasi dengan warga Pegunungan Kendeng Utara. Manipulasi seperti ini rawan menimbulkan konflik fisik di lapangan karena tidak sinkronnya informasi dengan apa yang terjadi di lapangan. PT. SG melakukan hal yang sama dengan memanipulasi persetujuan warga, akibatnya terjadilan penyanderaan mobil karyawan PT. SG oleh warga di dukuh Puri, Desa Kedumulyo pada tanggal 22 Januari 2009. Apakah pihak PT. SMS berpikir jauh tentang akibat manipulasi yang dilakukan? Sepertinya tidak.

Penulis: Tim juru warta Kendeng

Fotografer: Kuswanto

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita,foto | Tags: , , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply