Kronologi Penolakan Warga atas Rencana Pendirian Pabrik Semen oleh PT. Sahabat Mulia Sakti (SMS) di Kecamatan Kayen dan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah

6 - May - 2011 | admin

Ditetapkannya Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) tahun 2010-2030 oleh anggota dewan perwakilan rakyat daerah Pati di sidang paripurna tanggal 2 Maret 2011 lalu, memperlihatkan bahwa pemerintah tidak melibatkan masyarakat yang berkepentingan.

Bagaimana tidak, kawasan yang seharusnya untuk pertanian dan pariwisata, diubah menjadi pertambangan seperti di tiga kecamatan Sukolilo, Kayen dan Tambakromo. Padahal, belum ada bukti konkrit daya dukung dan daya tampung untuk mengubah dengan dialihfungsikannya kawasan pertanian menjadi kawasan industri dan pertambangan.
Sementara, masukan yang diberikan oleh Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) sebelum sidang paripurna, tak dipedulikan. Padahal, ada 45 masukan yang diberikan oleh JMPPK. DPRD sendiri berjanji untuk mengundang kembali JMPPK sebelum paripurna untuk memperlihatkan perubahan itu, tetapi, sampai ditetapkan, JMPPK tidak pernah diundang lagi.

Parahnya, sebelum Perda RTRW disahkan, PT. Sahabat Mulia Sakti (PT.SMS) telah lebih dahulu melakukan sosialisasi mengenai rencana pendirian pabrik semen yang akan didirikan di kecamatan Kayen dan Tambakromo yang meliputi 14 desa di dua kecamatan tersebut. Berikut kronologinya:

Selasa, 3 Agustus 2010
16 orang peneliti dari Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada (PLSH UGM), selama satu bulan melakukan penelitian sosial dan untuk mengetahui respon masyarakat di 14 desa di kawasan eksplorasi rencana pendirian pabrik.

Kamis, 12 Agustus 2010
Alexander Frans, Manajer PT. Indocement Tunggal Perkasa dan juga Direktur PT. Sahabat Mulia Sakti (PT.SMS) datang ke rumah Gunretno, ketua JMPPK, di Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Pati. Kedatangan Alex adalah untuk memberi tahu Gunretno bahwa ia sudah melakukan sosialisasi di beberapa tempat yang terkena eksplorasi tambang di dukuh Slening, desa Larangan. Frans juga mengatakan bahwa masyarakat setuju dan mereka bersiap-siap bedol desa. Sementara, Sriwati salah seorang anggota JMPPK saat mendatangi desa-desa yang disebutkan Frans menyatakan bahwa mayoritas warga menolak. Mereka juga bertanda tangan menyatakan menolak 100 persen pendirian pabrik semen dan hanya satu orang yang hingga kini belum menandatangani.

Jumat, 29 Oktober 2010
PT SMS ke desa Mojomulyo kecamatan Tambakromo untuk melakukan sosialisasi di balai desa Mojomulyo. Sebelumnya, di bulan puasa sekitar bulan september, PT SMS sudah melakukan sosialisasi di desa yang sama. Desa ini, menjadi salah satu rencana tempat pendirian pabrik semen PT. Indocement.

Pertengahan bulan Desember 2010
Perangkat Desa Karangawen melakukan pengukuran tanah di lahan pertanian desa Karangawen, terkait tanah yang bakal dibutuhkan oleh PT. SMS.

Kamis, 13 Januari 2011
Melalui pesan singkatnya, Alex Frans mengatakan telah mengatur pertemuan tiga pihak antara ia, Gunretno dan bupati Pati di rumah makan Kembangjoyo. Dalam pertemuan itu, Gunretno mengajak wakil dari masyarakat Slening desa Larangan, kecamatan Tambakromo dan dari Beketel, kecamatan Kayen untuk menunjukkan ketaksetujuan mereka atas rencana pendirian pabrik semen di wilayah mereka.

Dalam pertemuan itu, terdengar kabar bahwa malam sebelumnya, Alex Frans bersama camat Tambakromo telah melakukan sosialisasi pendirian pabrik semen di desa Karangawen. Dalam sosialisasi kabarnya juga sudah mulai menghitung soal harga tanah.

Jumat, 11 Februari 2011
PT. SMS mengundang beberapa LSM dan masyarakat untuk sosialisasi pendirian pabrik semen di Kecamatan Kayen dan Tambakromo di rumah makan Kembangjoyo. Dalam sosialisasi, 30-an orang yang bergabung di Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) tidak mau mengisi daftar hadir dan tidak mau diajak makan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pendirian pabrik semen di kecamatan Kayen dan Tambakromo.

Sabtu, 5 Maret 2011
Ibu Poerna Sri Oetari, ketua PT. Mitra Adhi Pratama (PT MAP) selaku pembuat Analisis Dampak Lingkungan AMDAL bersilaturahmi ke rumah Gunretno. Atas kedatangan ibu Poerna, Gunretno mengundang masyarakat dari Kayen dan Tambakromo. Dalam pertemuan itu, ibu Poerna menyatakan mau melakukan AMDAL secara fair, independen, dan berharap masyarakat mau memberikan data. Tetapi, masyarakat meragukan independensi PT. MAP, karena pembuatan amdal didanai oleh PT SMS.

Sabtu, 12 Maret 2011
PT.SMS melakukan sosialisasi di hotel Gitari, Pati dengan mengundang 14 kepala desa di kecamatan Kayen dan Tambakromo. Untuk kecamatan Kayen, desa yang diundang yakni; desa Sumbersari, Slungkep, Durensawit, Beketel, Purwokerto, Jatiroto, dan Brati. Di Tambakromo, yang diundang; desa Tambakromo, Mojomulyo, Karangawen, Larangan, Wukirsari, Maitan dan Pakis. PT SMS juga mengundang 10 tokoh masyarakat, LSM, akademisi, calon pembuat AMDAL, Muspida dan Muspika.

Pada saat itu juga, 400 an orang dari kecamatan Tambakromo, Kayen dan Sukolilo dengan 10 truk datang ke hotel Gitari untuk menyuarakan tentang penolakan rencana pendirian pabrik semen di wilayah mereka.

Sabtu, 26 Maret 2011
Saat ke desa Karangawen, kecamatan Tambakromo, tim AMDAL bentukan PT.MAP, diusir warga.

Rabu, 6 April 2011
Di hotel Pati, PT. SMS menyosialisikan rencana pendirian pabrik semen. Dalam sosialisasi, JMPPK juga diminta untuk mempresentasikan data soal dampak lingkungan akibat pendirian semen. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh 35 LSM dan muspika Kayen dan Tambakromo, 18 kepala desa itu terjadi kericuhan. Gunretno yang mewakili JMPPK bahkan diancam oleh para pendukung pabrik semen.

Rabu, 20 April 2011
Sekitar 2000 warga dari Tambakromo, Kayen, Sukolilo, Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) dan Gabungan Pemuda Ngerang (Gamurang) melakukan aksi di alun-alun Pati. Sebelumnya, polisi menghadang mereka di jalan dekat makam Syeh Jangkung karena mendapat informasi bahwa di Kayen, preman-preman telah menunggu warga yang mau aksi. Polisi menghentikan supaya tidak terjadi bentrokan dan meminta mereka berorasi di situ saja.
Tetapi, karena memacetkan jalan Purwodadi-Pati, peserta aksi diminta melanjutkan ke Pati. Sampai di pasar Kayen, para peserta dihadang oleh para preman. Satu orang dipukul preman dalam penghadangan itu. Tetapi, preman itu ditangkap polisi. Usai dilepaskan, ia juga menjadi bulan-bulan warga Kayen yang kebetulan menonton di dekat situ.
Setelah negosasi, mereka pun kembali melanjutkan aksi dan menuju alun-alun Pati. Sesampai di depan kantor bupati, mereka berhenti dan melanjutkan dengan melakukan long march menuju kantor DPRD dan berorasi tentang penolakan rencana pendirian pabrik semen di depan kantor DPRD.

Minggu, 24 April 2011
Di rumah makan Sasono Kencono Roso Asih, ibu Poerna mengundang masyarakat desa yang bakal berdirinya pabrik. Tetapi, tak satupun warga Karangawen kadang. Sementara warga Ngerang yang datang ke pertemuan itu, menyatakan bahwa mereka menolak pendirian semen dan menolak proses pembuatan AMDAL.

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita | Trackback | 25 Comments

25 Responses to “Kronologi Penolakan Warga atas Rencana Pendirian Pabrik Semen oleh PT. Sahabat Mulia Sakti (SMS) di Kecamatan Kayen dan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah”

  1. Petrasa says:

    Hal ini yang harus terus disuarakan, ini bisa menjadi catatan kronologis perjuangan masyarakat, terimakasih atas dokumentasi ini, ada baiknya ini dibuat menjadi semacam tulisan yang dibaca oleh masyarakat sukolilo, tambakromo, dan Kayen dalam bentuk layang Karst Kendeng

  2. adeedwie says:

    terima kasih untuk apresiasinya. kami berusaha untuk terus mengabarkan apa yang terjadi di Pati dan berusaha memperluas penyebaran beritanya. Salam

  3. Hendrik-Trangkil says:

    Sekarang bagaimana kabar perkembangan pabrik semen itu??
    saya salut dengan perjuangan warga.

  4. Aziz yudhistira says:

    Tidak semua rencana investasi itu kontra lingkungan hidup,sebaiknya para pihak dengan kepala dingin harus duduk bersama….Team AMDAL jg harus obyektif,teman2 di JMPPK juga tidak asal “Poko’e Tolak” …….mohon ma’af,masih banyak saudara kita yang membutuhkan lapangan pekerjaan dimana pemerintah kita saat ini banyak mengalami keterbatasan menyediakan karena sibuk mempelajari “cara korupsi” yang aman…..kita bisa lihat apa kontribusi pabrik semen di beberapa daerah yang sekarang ini sudah dibangun…. tuban,gresik,cirebon,bogor,padang cilacap dls….Saya dengar PT semen gresik sudah mengincar tetangga kita Rembang karena ditolak investasinya di Pati,sekarang AMDAL nya di Rembang sudah mulai jalan…..jangan egois teman……saudara2ku di Pati masih butuh investasi untuk lebih maju…I love My Pati…

  5. great says:

    Saya kira sekarang pihak yang menolak pegunungan Kendeng dan berniat untuk memajukan pertanian dan wisata disana SEGERA MENUNJUKAN PROGRAM PEMBERDAYAAN PERTANIAN DAN WISATANYA SECARA NYATA. Sudah sejak lama masyarakat Pati perlu kemajuan. Sudah banyak juga para pemudanya merantau tak tentu masa depannya.

    Saya berdoa mudah mudahan yang selalu berteriak anti industri dan berteriak ingin melindungai kelestarian alam, mempunyai niat yang tulus dan jujur …. tidak bersiasat untuk mau berkuasa.

    Allah tidak tidur .. segera bangun dan buktikan, baik bagi pabrik semen dan bagi tokoh2 yang anti !!!

  6. mamat says:

    Menurut logika gw, kalau pabrik semen merusak, ya sudah indosemen, gresik, holcim, dll. suruh ditutup karena memang “terbukti” merusak. Karyawannya yang puluhan ribu itu suruh diPHK.

    Dan mari kita beramai ramai menambah ketergantungan ke orang asing : IMPOR SEMEN saja deh ya. Dan kowe yang gak mau ada kemajuan disana, segera turun tangan benerin gorong gorong warga ya, benerin pompa pompa aer yang sudah macet sejak jaman pak harto, buatin distribusi air ke warga warga ….

  7. Slamet says:

    Kok gitu logikanya? Semen memang dibutuhkan dan bahkan semakin dibutuhkan karena sampai saat ini penelitian ttg bahan pengganti semen tidak pernah dikembangkan. Yg jadi persoalan adalah lokasi dimana pabrik itu akan dibangun. Kalau kemudian pembangunan ini akan meminggirkan warga sekitar secara ekonomi, kenapa tidak boleh ditolak? Bung Mamat, ada video di Youtube yg bercerita ttg dampak yg diakibatkan oleh pabrik semen. Cari saja dengan kata kunci: Selamatkan Gunung Kendeng.
    Selamat menonton;-)

  8. agj.08.186.jw says:

    saya tetap tidak sepakat dengan rencana pendirian pabrik semen di pati..

    1. sudah jelas potensi2 di daerah situ secara tidak langsung akan hancur..ketika pabrik semen berdiri disitu. yang secara umum potensi di daerah situ sangat bermanfa’at oleh warga, untuk:kebutuhan sehari-hari, air bersih, dan irigasi.
    2. persoalan memajukan warga atau daerah, karena investasi dari pabrik semen, menurutku:omong kosong..
    ketika pabrik semen jadi berdiri di daerah kawasan karst pati..apakah 100% tenaga kerja akan diambilkan dari warga setempat??
    itu sangat tidak mungkin, paling cuman jadi buruh/kuli..
    3. sebenarnya total keberadaan pabrik yang ada di negara kita sekarang, itu sudah bisa mencukupi kebutuhan warga negarannya dalam jangka waktu puluhan tahun..

    Kill Capitalism, Before It kill our Planet . .

  9. Pranoto says:

    Logika gampang aja anda-anda yang ngomong pabrik semen ngrusak lingkungan.
    Terus yang mayoritas masyarakat di desa Keben, Brati dan yang lain pada jadi penambang emas ilegal apahkah anda-anda ini juga mikirkan !!!!!
    Semua ada tata cara ngak asal berdiri ….. jangan melarang orang lain kalau anda-anda ini hanya omong dan tidak memberikan solusi kenapa kaum laki-laki usia produkrif pada pergi merantau tanpa jaminan dan perlindungan yang jelas …
    Apakah ngak ironis dan menyedihkan orang tidak paham malah pada dibodohin oleh – oleh anda-anda yang hanya mempunyai kepentingan buat diri anda ……
    Pepatah Jawa ” Becik Ketitik Olo Ketoro ”
    Kalau hanya video youtube itu bukan patokan jangan samakan pabrik semen dengan batubara …..
    Lihat di media sdh beberapa perusahaan semen mempunyai predikat PROPER EMAS kalau tidak tahu mohon cari info di Internet.
    Maaf kalau ada yang kurang berkenan …. Jangan Mengatasnamakan Rakyat Kalau Hanya Memikirkan Buat Diri Sendiri Dan Beberapa Orang ….

  10. Legowo_Sejati says:

    Petrasa,deedwie,Hendrik-Trangkil
    Saya prihatin apakah berita sdh dikroscek atau ikut-ikutan dukung
    Salut Buat Mas Pronoto ….

  11. Slamet says:

    mas Legowo, terimakasih atas keprihatinannya. Semua punya informasi yg dijadikan rujukan utk berkomentar. Mas Pranoto, kalau soal Proper Emas ya itu ga bisa dijadikan ukuran. Lha wong itu diberikan oleh pemerintah yg punya kepentingan dgn keberadaan pabrik semen. Sudah pernah lihat lokasi pabrik semen di Tuban? Ini ada link yg bisa dibaca, kalau sempat :-) http://www.beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2012-01-12/123733/Tak_Dipekerjakan,_Warga_Blokade_Jalan_Masuk_Proyek_Semen_Holcim_

  12. mamat says:

    Mas slamet, dampak pembangunan tentu saja ade. Tapi sejauh kita kendalikan kenape enggak ? gak mungkin penduduk sekitar disisihkan. Ane tau banyak penduduk sekitar pabrik semen (di Gresik, di Citeureup, diCibinong) yang sekeluarga bahkan paman pamannya pada masuk menjadi karyawan semen (He he he bukan ane sirik, tapi memang itu rejeki mereka nyang orang asli sono). Dan mereka ada yang tamatan SD, SMP dan SMA, bahkan S1 (sudah jelas itu mah ye). Kalo ada pekerjaan nyang menuntut kemampuan tinggi, kenape enggak dari luar kalo dideket situ kagak ade nyang bisa: NYANG PENTING BANGSA INDONESIA !!!.
    Suruh aje tuh pabrik bikin kesepakatan diawal agar rekrut masyarakat sekitar. Kalo kagak : tuntut kepengadilan suruh ditutup.

    LOGIKA ane nyang laen: kalo emang ade AMDALnye suruh liatin ape bener yang dikhawatirkan itu bakal kejadian. Kalo emang keliatan begitu, yee jangan diijinin. Tapi kalo semuanye sudah kekontrol => ye bikin perjanjian agar operasionalnye seperti nyang ade diAMDAL. Kalo ade pelanggaran : GRUDUG aje !!!. Jangan maksain orang agar mao dukung anti semen dengan cara preman atau kasih info nyang kagak bener ye..

    Mengenai KAPITALISME ane setuju memang harus diKILL. Tapi ape ade nyang mau urunan bikin pabrik semen disono ? apa pegungungannye mau abis begitu aje digerusin tanpe ade nyang bisa dimintain tanggungjawab ? Cepat ato lambat itu gunung pasti ade yang mau macem macemin) nyang penting sodare sodare siapapun nyang mau niat bikin pabrik dan meningkatkan kesejahteraan harus punye kepedulian sosial (istilah sekarang tanggungjawab sosial) … kalo perlu suruh tuh pabrik buat perjanjian juga untuk itu. Kalo kagak : GRUDUG lagi.

    Mengenai VIDEO YOUTUBE : ane mah kagak percaya. Tapi kalo untuk nyari video nyang lucu lucan, ane pasti nyari di Youtube. Kalau mau bener, itu video kirim ke pihak pihak yang berwenang. Agar pelanggaran nyang ade disono diproses. Jangan dipake generalisir.

    Gitu aje met ye.

  13. mamat says:

    Mas AGJ.186 .. (ini singkatan ape mas ?),

    Kalo emang 100% emang gak mungkin donk. Tapi kalo disebut warga situ bakal jadi kuli, ya kagak bener. Menurut ane jenis pekerjaan banyak. Nyang tadi ane sebutin untuk nanggepin Mas Slamet, itu contohnye. Bahkan banyak warga sekitar jadi menejer (inggrisnye Manager mas).

    Mengenai total jumlah pabrik semen sudah bisa memenuhi kebutuhan semen dalam negri, ente coba tanya lagi ame ahlinye ye, jangan nyimpulin gitu dulu donk. Gini aje deh, ente inget maenan anak kecil ape ade buatan dalam negri ? semuanye Cina men .. HP ape ade buatan dalam negri ? ..semuanye Cina men. Ini mah contoh sederhana yang menjadi begini karena bangsa ini tidak diarahkan dengan benar untuk menjadi Mandiri gara gara kepentingan oknum oknum yang mikirin dirinye sendiri. Ane khawatir juga disono ade oknum nyang mikirin dirinye sendiri.

  14. Bejobanget says:

    Mas Slamet contoh yang ada berikan itu hanya masalah kecil dikomunikasikan selesai…

    Kalau sampeyan bilang Pemerintah ada kepentingan ya jelas pemerintah mau masyarakat di Pati Makmur dan Sejahtera ngak usah harus merantau keluar jawa tanpa perlindungan yang jelas … dan tidak merusak hutan disana.

    PROPER dasar hukumnya jelas mas sangsinya juga jelas, kalau itu produk pemerintah ya wong kita tinggal di NKRI …

    Apa sampeyan seneng produk LONDHO sing gawe aturan …

    Nek ono pabrik sing makmur okeh mas sing podo dodolan tambah laris, okeh do ngontrak omah, sekolah tambah okeh …. kuwi mung conto sing sitik ….

  15. Aziz yudhistira says:

    Saya yakin orang Pati termasuk saya & anda semua cinta lingkungan,bahkan semua orang cinta lingkungan.SDM di Pati sangat luar biasa,bahkan saking luar biasanya banyak “Orang Pati”yg rela berkiprah memajukan daerah orang krn tdk diberi ruang di daerahnya sendiri.Sampai kapan kita biarkan rekan2 kita yg berpotensi memajukan daerah lain sementara daerahnya sendiri dibiarkan “tertinggal”karena investasi di PATI amatlah rendah.Indocement dpt 2 kali berturut-turut PROPER hijau,HOLCIM tahun kemarin PROPER emas….Standar PROPER amatlah tinggi parameternya,bro….Jadi jangan mengaku cinta PATI dan cinta lingkungan kl belum banyak belajar…apa yg sudah kita berikan untuk lingkungan di PATI kl emang kita cinta PATI,mari dg tangan terbuka kita “buka pintu” untuk investasi yang “Konstruktif”………….I Love My PATI.

  16. cah_pati says:

    Betul banget mas aziz untuk Indocement info yg saya dapat di internet EMAS juga.

    I Love My PATI Full ….

  17. Agj.08.186.jw says:

    mas mamat..
    ehem,emang jenis pekerjaannya banyak mas..
    tp,yang realistis menurutku nantinya kebanyakan warga pati akan menjadi kuli..

    soalnya kalo di bidang yang lainnya manager, operator dan laen sbgnya..menurutku bukan kapasitasnya seorang petani..
    semisal harus dipaksakan bisa itu butuh yang namanya pelatihan/pembelajaran dengan waktu yang lama..

    persoalan yang ke-dua..Mengenai total jumlah pabrik semen sudah bisa memenuhi kebutuhan semen dalam negri..
    coba mas akumulasi total pabrik semen yang ada di negara kita sekarang..dengan satu pabrik semen sehari bisa produksi berapa semen? tentunya ratusan ton.. kalo di akumulasikan sudah brp??
    trs kebutuhan pembangunan dalam negeri dalam satu tahun membutuhkan berapa semen??

    menurutku ketika mas mamat mencontohkan dengan mainan itu kurang pas..hehehe..

    mas tlng bisa dijelasin masalah..Ane khawatir juga disono ade oknum nyang mikirin dirinye sendiri??

  18. mamat says:

    Mbak Agj.08.186.jw (ini mas apa mba’e ?)

    Maaf ya saya panggil mba’e. Jangan anggap orang pati semuanya petani. Ane punya temen dari salah satu desa di pati udah pinter mas, dan diluar sono termasuk dipati dan sekitarnye … itu orang pinter banyak. Pokoknya mba’e jangan anggap enteng orang pati ye.

    Masalah petani hanya bisa jadi kuli (?!!) aduh mba’e contohnye ude banyak petani yang asalnye penggarap setelah dibantu diberdayakan jadi pengusaha bidang pertanian .. catet ye : JADI PENGUSAHA. Banyak juga petani menjadi partner dengan pengusaha lainnya bekerja sama menjadi pemasok. Banyak petani yang diberdayakan dan dididik menjadi karyawan perusahaan dengan pendapatan yang jauh lebih baik dibanding pada saat jadi petani. Ente jangan anggep orang Indonesia yang jadi petani itu gak bisa ditingkatkan kapasitasnya. Pokoknya mba’e sekali lagi JANGAN ANGGAP ENTENG PETANI INDONESIA ye

    Nyang laennye : mba’e tanya ame ASI ye (Asosiasi Semen Indonesia, bukan Aer Susu Ibu lho), jangan ngitung pake kira kira, ngapain mba’e, tanya ame nyang tao semuanye ye. Faktanya : permintaan semen di negara tercinta ini lebih besar dibanding yang sudah diproduksi. Mba’e buka mata ye, cari tau diinternet brapa banyak pabrik semen ASING nyang ude ngincer tempat mo usahe di negara kite.

    Kalo contohnye maenan, mohon maaf mba’e, ane kudu kasih dulu contoh nyang cetek sebelon kasih contoh laen nyang lebih gede. Ane khawatir mba’e kagak ngerti, coy.

    Tuh kan .. ane kasih dugaan “ade oknum nyang mikirin dirinye sendiri??” ente kagak ngerti. Logikanye gini aje deh ye (ane sederhana’in aja deh): kalo ade pihak nyang gak mau terime ada investasi disono, tapi masalah sosial (salah satunye nyang diinfokan ame nyang ikut jawab diforum ini) kagak ade nyang benerin, petaninye kagak ada nyang bimbing agar jadi pengusahe, ibu ibunye nyang ditinggalin ame suami suaminye mrantau kagak ade nyang berdaya’in, dan laen laen ye …… lalu pihak itu apa yang dimao’in ? katanye lestari’in lingkungan tapi masalah tadi die gak mau ikut turun dan selesaikan, apa yang dimao’in kalo bukan kepentingan dirinye sendiri. Trus pihak ini kenape baru teriak sekarang ? kenape gak dari dulu … he he he.

    Gitu aja dulu mba’e. Mohon maaf ane kagak bisa ngasih balasan lagi ye. Insya Allah, Allah akan selalu bersama sama dengan orang orang yang menginginkan kemajuan, bukan kerusakan … amien ya rabbil alamiin …

  19. cah_pati says:

    Agj.08.186

    Analisa itungan sampeyan salah dan tanpa dasar :

    Proyeksi Kebutuhan Pabrik Semen
    Sebagai komoditas strategis, semen sudah dianggap sebagai kebutuhan pokok pembangunan manusia modern, sehingga menjadi sesuatu yang mutlak. Namun belakangan muncul kekhawatiran kelangkaan pada tahun-tahun mendatang. Saat ini kapasitas produksi terpasang industri semen nasional sekitar 60,6 juta ton per tahun, dengan tingkat konsumsi 53 juta ton. Masih surplus, namun dengan tingkat pertumbuhan konsumsi sekitar 6% persen per tahun, dan peningkatan pembangunan infrastruktur, prediksi ada kelangkaan pada 5 tahun mendatang masing dapat diatasi.
    Kosentrasi pembangunan infrastruktur di luar Jawa dan pemberian kewenangan pengelolaan keuangan dari pemerintah pusat ke daerah yang diharapkan meningkat permintaan semen belum terjadi. Konsumsi semen di Kalimantan mencapai 17%, Sumatera 14% dan Jawa tetap tertinggi dengan kenaikan 21% pada tahun 2012 dibanding tahun sebelumnya. Bisa saja kekekurangan stok diimpor dari China, namun para pemilik modal dan elite pemerintah lebih memilih membangun pabrik sebagai solusi, kendati memiliki risiko sosial-lingkungan yang tinggi dan membutuhkan investasi besar.
    Dengan masa konstruksi pembangunan pabrik semen sekitar 3-4 tahun, tentu tidak bisa lagi menunda pembangunan pabrik baru. Padahal penambahan kapasitas sekitar 2,5 juta ton per pabrik membutuhkan dana 275 juta-325 juta dolar AS (sekitar Rp 2,925 triliun). Produsen terbesar Semen gresik Grup akan memiliki kapasitas produksi 26 juta ton tahun 2012 dengan penambahan kapasitas produksi 5juta pertahun akan tetap berusaha mempertahankan pangsanya yang lebih dari 40% (peringkat pertama),. Sedangkan Indocement pada peringkat kedua dengan pangsa pasar 32% pada tahun 2011 juga akan melakukan ekpansi baik dengan cara renovasi maupun .dengan menambah unit–nit produksinya dan pada tahun 2014 kapasitasnya akan mencapai 23,1 juta ton/tahun.
    Ada 4 faktor utama yang menjadi pendorong pertumbuhan konsumsi semen domestik yaitu pertumbuhan ekonomi nasional yang masih cukup baik, Tingkat bunga yang menarik, pembangunan infrastruktur secara besar-besaran, dan tingkat konsumsi per kapita yang masih sangat rendah yang secara potensiil akan meningkatkan kebutuhan semen dengan meningkatnya daya beli.
    Selama ini pangsa pasar semen curah hanya sekitar 20% saja, sedangkan 80% sisanya masih dipegang oleh semen dalam kantong. Ini memperlihatkan bahwa pemakaian semen untuk rumah tinggal yang dibeli eceran masih sangat dominan. Dengan adanya Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang akan lebih mendorong pembangunan infrastruktur dan karenanya peningkatan kebutuhan semen untuk proyek-proyek infrastruktur akan merubah pangsa pasar semen curah menjadi lebih membesar
    Selain itu sampai saat ini konsumsi semen Indonesia masih pada peringkat rendah dibandingkan negara-negara lain di dunia karenanya potensi peningkatan konsumsi semen nasional masih sangat besar. Grafik dibawah memperlihatkan posisi konsumsi semen per kapita Indonesia dibanding negara lain pada tahun 2010. Dengan target pendapatan per kapita US$ diatas 14,000 pada tahun 2025 dari US$ 3,000 pada tahun 2011 sesuai Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) akan memungkinkan potensi ini direalisir secara maksimal.

    ==>> sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Semen <<==

  20. Wong Rembang says:

    Nek wong Pati podho nolak investasi pabrik semen,udah dateng ae mrene nyang rembang,Welcome PT Semen Gresik yang lagi ngurus ijin lingkungan and next PT Indocement or PT Holcim……Monggo,sugeng rawuh…..sorry ya….wong rembang gak munafik masalahe masih akeh sing nganggur,malah banyak yg harus meninggalkan anak istri di rumah untuk mengais sesuap nasi di rantau orang…Diajak maju koq susah!!!

  21. Aziz yudhistira says:

    Agj.08.186
    Sepenggal bait lagu Ebiet G Ade untuk anda…,”tengoklah ke dalam sebelum bicara,singkirkan debu yang masih melekat.”jangan paksakan pendapat yang anda sendiri tidak mengetahui jelas perkara tersebut sehingga orang lain yang tidak mengerti harus terpaksa menerima apa yg anda sampaikan karena ketidaktahuannya.
    Jangan libatkan dan mengatasnamakan rakyat seperti culture politikus di “gedung wakil rakyat”yg bicaranya selalu mengatasnamakan rakyat supaya punya bargaining position…tp sebetulnya mereka adalah benalu bagi rakyat.
    Semoga tidak demikian,ya………
    PT Semen Gresik di Tuban dan Gresik,PT Indocement di Cirebon,Citeureup dan Kota baru(Kalsel,PT Holcim di Cibinong dan Cilacap,PT Semen Padang di Padang dan yg lainnya….coba hitung berapa ratus ribu tenaga kerja yg udah diserap,berapa juta rakyat yg bisa hidup dr industri semen….Industri semen tersebut hampir rata2 menjadi kebanggaan daerah tersebut.Dampak positif yg sudah pasti jangan dikaburkan dengan opini negatif yg belum pasti terjadi.
    Banyak daerah yg menawarkan diri sbg sasaran investasi,ini kita warga Pati kok malah mau menolak….sorry,saya orang awam yg lebih banyak berkumpul dengan mereka yg termarjinalkan,sudah banyak cucuran keringat kita di rantau orang,bukankah tidak lebih bijak kalau kita berkarya di My love Pati…..
    Ajak investor tsb duduk bersama,kalau serapan tenaga kerja tidak didominasi oleh warga Pati,silahkan mereka boleh angkat kaki,Gitu aja kok repot!!!
    Investor sadar betul akan hal itu,karena sekelas PT Indocement,saya yakin program tersebut sudah dicanangkan di Corporate Social Responsibility-nya mereka….ngerti gak tuh CSR,sebelum kita disscuss yg lain………..I love My Pati.

  22. joko santosa says:

    Belum ada sejarahnya industri penambangan yang ramah lingkngan.blm pernah tertulis di buku sejarah industri tambang menyerap banyak tenaga kerja.Pabrik semen itu industri penghancur lingkungan.kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan supaya industri penambangan pabrik semen tak jadi gusur mesjid.sekolah, madrasah, pondok pesantren dan makam leluhur kami,.kami tidak akan rela tanah kami di tambang ( di gali ).kalo pabrik rokok ,atau kacang welcome tapi kalo semen. :RAWE RAWE RANTAS MALANG MALANG PUTHUNG .

  23. Rudito says:

    Jok sejarah yang mana ….. kalau industri penambangan ngrusak lingkungan kok banyak yang eksis ….
    Kalau pabrik semen ngrusak lingkungan di Indonesia kok ada banyak pabrik ……
    Pabrik semen pasti butuh karyawan banyak ….. bagian produksi kalau 50 dng 3 shift berarti 150 ….. belum yang di Kontraktor,angkutan,SATPAM,Pengepakan,Kebersihan dll
    ……
    Setahu saya banyak rumah ibadah, sekolah dll yang dibagun dengan sistim kemitraan

    http://www.kadin-indonesia.or.id/id/doc/Roadmap_Pembangunan_Ekonomi_Indonesia_2009_2014.pdf

  24. wong says:

    jangan brisik dong. yang mau bangun pabrik semen di kendeng: cepetan gih…omong doang. emang gunung kendeng warisan mak lu apa? ditambang rusak, gak ditambang juga rusak. lu semua yg berdebat juga akan modar kan ntar. brisik aje…

  25. GANTENG says:

    Pabrik semen harus diTOLAK,alasan gue JANGAN DIRUSAK PEGUNUNGAN YG SUDAH BERDIRI KOKOH, kalian yg ngedukung pd ngerti kagak sieh,Biarkan keseimbangan alam seperti apa adanya,,,paham,,????

Leave a Reply