Apa Salah Lék Jemi?

24 - Jan - 2012 | Ragil Kuswanto

Apa Salah Lék Jemi?

Apa Salah Lék Jemi?

Suasana sidang di awal tahun 2012 (Rabu, 4/01/2012) itu berlangsung tegang. Warga yang memberi dukungan terhadap Jemi (40 tahun) harus berhadapan preman. Lék Jemi, demikian buruh tani itu biasa dipanggil, terpaksa harus berhadapan dengan palu hakim karena dituduh melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap Wati Sareh.

Wati Sareh adalah salah seorang yang dianggap pendukung keberadaan pabrik semen. Ia, dulu pernah diajak studi banding ke pabrik semen di Bogor bersama para kepala desa. Kabarnya, selain diajak, mereka yang ikut ke Bogor juga diberi uang saku. Karena itulah, kemudian warga punya anggapan, Wati Sareh adalah bagian dari yang mendukung berdirinya pabrik semen. Mungkin karena itulah Wati Sareh mendapat kawalan dari para preman.

Waktu itu, Jumat, 20 Mei 2011, hampir semua warga Karangawen datang ke balai desa. Mereka hendak menggalang tandatangan menyatakan penolakan rencana pendirian pabrik semen di Kecamatan Tambakromo, Pati.

Saat itulah, sekitar pukul 15.00 wib, dengan mengendarai sepeda motor, Wati Sareh datang ke balai desa dan memberikan tanda tangan. Ia merasa risih dengan omongan orang karena tak datang ke balai desa. Tetapi, ibu-ibu yang heran dengan kedatangan Wati Sareh, bersorak dan bertepuk tangan. Salah seorang yang dianggap bertepuk tangan adalah Jemi.


Warga dan sanak saudara yang selalu setia memberi dukungan kepada lek Jemi ketika di persidangan

Merasa dipermalukan, Wati pulang. Entah apa yang ia katakan kepada anaknya, sekitar pukul 18.00, anak bersama keponakan Wati Sareh mendatangi rumah Lék Jemi yang berjarak sekitar 20 meter. Mereka berdua kemudian melempari genteng rumah Lék Jemi hingga pecah. Masih tak berhenti di situ, keesokan harinya, Wati Sareh melaporkan Lék Jemi ke polisi dengan alasan melakukan perbuatan tidak menyenangkan.


Tak hanya di dalam ruang sidang, di luar gedung pengadilan pun warga setia dan memberi dukungan kepada lek Jemi

Jemi sekarang berstatus sebagai tahanan luar. Setiap Senin dan Kamis, ia wajib lapor. Apa yang Lék Jemi alami, membuatnya sering merasa khawatir dan takut, sebab hanya karena bertepuk tangan, ia harus berurusan dengan polisi dan persidangan.

Yitno, aktivis di Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng mengatakan bahwa kasus yang dialami Lek Jemi adalah dampak dari pro kontra rencana pendirian pabrik semen.

Foto-foto: Ragil Kuswanto

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita | Trackback | 10 Comments

10 Responses to “Apa Salah Lék Jemi?”

  1. c-irfan.87 says:

    hukum kui ngeri,landep yo

  2. Tedjo says:

    apa alat bukti yang dimiliki Penyidik kok sampai dijadikan tersangka kalau cuma begitu peristiwa hukumnya?

  3. kuswanto says:

    mas tedjo says . penyidik tidak mempunyai alat bukti apapun

  4. cah_kayen says:

    Lek Jemi ora salah tapi ora ngerti ….

    Mergo sing kokonan Lek Jemi bodoni wong sing ora ngerti … kudune sing kokonan kuwi sing perlu diarak lan dijaluk tanggung jawabpe … opo sing kokonan lek jemi iso mrantasi masalah !!!!! saiki sing kokonan isih wira-wiri golek-golek lek jemi liyane …… sing kokonan tingal lunguh manthuk-manthuk mangan enak duwit okeh……

    Saiki podho tangsah waspodo mergo okeh uwong sing ngaku-ngaku paling bener tumidake ….. tapi malah luwih serakah lan seneng gawe susahe wong sing podho ora ngerti .. nek deweke wis tanjir kamulyan sing podho ora ngerti didadake keset …..

  5. joko santosa says:

    NEK CUMA TEPUK TANGAN KOK SAMPE DI PENJARA.BETAPA KEJAM PABRIK SEMEN JARE DATANG MEMBAWA KESEJAHTERAAN KOK TERNYATA KESENGSARAAN.DURUNG MENEH PABRIK SEMEN SENG BAYARI PREMAN GO HADANG WONG SENG PINGIN NYAMPEKE ASPIRASI.OOOO TERNYATA BENER KOYO SENG DI RASAKE MASYARAKAT .PABRIK SEMEN IKU ORA MUNG NGRUSAK LINGKUNGAN TAPI NGRUSAK TATANAN SOSIAL.( PASEDULURAN ).

  6. Hukum indonesia ternyata bisa dibeli dgn uang

  7. Basuki says:

    Tepuk Tangan sambil ngejek orang ya kena pasal perbuatan tdk menyenangkan dan hakim memutuskan salah … bukan pabrik semen yang menghukum …. kalau lek jemi di lasih tau cara memberikan aspirasi yang benar ngak akan terjadi pro dan kontra adalah hak asazi semua orang … mas joko
    dan jangan cepat ambil kesimpulan ,,,,,

  8. Marzuki says:

    Demo boleh, tepuk tangan boleh asal jangan menyudutkan orang …. akibatnya kena Pasal 335 KUHP

    KASIHAN LEK JEMI DIKORBANKAN OLEH ORANG YANG NGAJAK MENYAMPIAKAN ASPIRASI TANPA DIKASIH TAHU BATASAN DAN CARA MENYAMPAIKAN PENDAPAT YANG BAIK …….

  9. mas joko says:

    @marzuki, dari berita, sepertinya itu tindakan spontan dan tidak hanya Lik Jemi yang bertepuk tangan.

    dari komentar anda: “KASIHAN LEK JEMI DIKORBANKAN OLEH ORANG YANG NGAJAK MENYAMPIAKAN ASPIRASI TANPA DIKASIH TAHU BATASAN DAN CARA MENYAMPAIKAN PENDAPAT YANG BAIK”, anda menyimpulkan Lik Jemi dikorbankan. Dimana dikorbankannya?

    Dari tulisan di atas, peristiwanya adalah, warga berkumpul untuk tandatangan dukungan menolak pabrik semen. Ini tindakan yang bijak, tidak anarkis, jadi jauh dari yang anda tuduhkan. Berbeda kalau warga diprovokasi untuk melempari genting warga yang berbeda pendapat, itu baru tindakan anarkis.

  10. joe says:

    hukum seharusnya memberikan keadilan bagi rakyat
    buat apa ada hukum kalau keadilan tidak bisa ditegakkan

Leave a Reply