Menanam Benih Kecintaan Pada Lingkungan

5 - Jun - 2012 | sobirno

Menanam Benih Kecintaan Pada Lingkungan

Menanam Benih Kecintaan Pada Lingkungan

Pagi itu ratusan anak-anak tampak berkumpul di depan Omah Kendeng. Berlarian kesana kemari atau sekedar berjalan berkeliling. Ada juga yang berkumpul di dekat bu guru yang mendampingi mereka. Hari itu, 19 Mei 2012, murid-murid dari SD Cahya Nur Kudus mengunjungi Omah Kendeng untuk melakukan wisata alam dan mengenal lebih jauh tentang Omah Kendeng.

Kegiatan utama yang dilakukan “aktivis cilik” dari Kudus kali ini adalah menanam pohon di perkampungan sekitar Omah Kendeng. Setelah pada hari sebelumnya bibit yang akan ditanam dipersiapkan oleh panitia, pagi ini anak-anak SD berseragam kuning ini dengan begitu semangat menanam pohon jeruk di lokasi yang telah ditentukan. Warga di sekitar Omah Kendeng pun juga bersemangat mengikuti proses penanaman bibit jeruk ini. Mengapa phon jeruk yang ditanam? Menurut salah satu pengajar dari SD Cahya Nur Kudus, IbuYuanita, tanaman jeruk ditanam di perkampungan penduduk karena tanaman ini mempunyai nilai ekonomi tinggi. Selain itu, tanaman ini bisa menjadi tanaman di pekarangan warga karena membutuhkan perawatan yang cermat agar berkembang dengan baik.

Wajah anak-anak begitu ceria ketika berjalan-jalan di perkampungan warga sekitar Omah Kendeng. Rasa lelah pun tak dirasa walapun harus naik turun jalan sambil membawa bibit jeruk, begitu salah seorang murid menceritakan pengalaman mereka. “ Capek sekali tapi senang bisa jalan-jalan di kampung dan melihat mata air”, kata William, salah seorang murid SD Cahya Nur Kudus. Ia dan teman-temannya merasa puas bisa melihat mata air karena ini pengalaman yang tidak setiap hari mereka dapatkan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Lelah setelah menanam pohon dan berjalan-jalan terobati sudah ketika rombongan mereka sampai di Goa Wareh di Desa Kedumulyo. Anak-anak terliaht takjub melihat begitu besarnya mata air dan teduhnya suasana lokasi mata air itu. Setelah mendengarkan penjelasan dari guru pendamping, mereka pun terjun ke mata air. Canda dan tawa antar teman mewarnai Goa Wareh siang itu.
Kegiatan wisata alam kali ini diakhiri dengan berkunjung ke rumah Sedulur Sikep di desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo. Sambil menikmati makan siang, mereka nonton film-film bertema lingkungan dan mendengarkan penjelasan dari salah satu anggota Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) tentang pentingnya kelestarian lingkungan. Sebuah kegiatan penutup yang menarik dari rangkaian wisata alam yang begitu berkesan.

Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana kecintaan terhadap lingkungan dapat ditanamkan pada diri anak-anak sejak dini dan dapat dikemas dalam kegiatan bermain yang menyenangkan. Bagi Omah Kendeng dan warga Pegunungan Kendeng Utara, kegiatan semacam ini bisa menjadi sarana untuk lebih memperkenalkan kekayaan alam yang ada di wilayah mereka. Sekaligus juga mencari dukungan dari masyarakat luas bagi upaya pelestarian yang selama ini dilakukan. Siapa lagi yang ingin bermain dan belajar di Omah Kendeng? Kami tunggu ya.

Pewarta: Joko S.
Foto: Tim dokumentasi Omah Kendeng

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita,foto | Trackback | 0 Comments

Leave a Reply