Memperingati Kemenangan Warga Kendeng Utara

6 - Jun - 2012 | sobirno

Pagi itu suasana di Punden Sunan Geseng di dukuh Curug tak seperti biasa. Ratusan warga dari beberapa desa di Kecamatan Sukolilo, Kayen dan Tambakromo memadati area punden. Mereka yang datang dengan menumpang truk dan sepeda motor terlihat begitu bersemangat mengikuti kegiatan do’a bersama yang diadakan oleh Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK). Kegiatan ini diadakan untuk memperingati batalnya rencana PT. Semen Gresik Tbk untuk membangun pabriknya di Pegunungan Kendeng Utara beberapa tahun lalu.

Jam dinding di pendopo punden telah menunjukkan jam sembilan ketika Pak Karjo selaku panitia kegiatan memberikan sambutan. Dalam sambutan ini ia menyampaikan bahwa kemenangan yang dirasakan oleh warga Pegunungan Kendeng Utara ini harus terus dipertahankan karena ancaman dari para investor akan terus datang. Tepuk tangan riuh terdengar ketika Pak Karjo mengakhiri sambutan dengan salam kendeng. “Lestari!” jawaban kompak terdengar membuat suasana bertambah semangat walaupun matahari mulai meninggi.

Selain memperingati mundurnya PT. Semen Gresik dari bumi Kendeng Utara, kegiatn ini juga ditujukan untuk memperingati lahirnya Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) Simbar Wareh. Sriwati, salah satu anggota Simbar Wareh, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelamatan Pegunungan Kendeng Utara merupakan hal yang terus dilakukan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Hadir pula dalam kegiatan ini warga desa dari Kecamatan Kayen dan Tambakromo. Mereka saat ini juga mengalami persoalan yang sama, yaitu ancaman masuknya pabrik semen. Dalam orasinya, Anik, salah seorang warga Kecamatan Kayen, menyampaikan perlunya kerjasama antar seluruh warga agar perjuangan ini dapat mencapai kemenangan seperti kasus PT. Semen Gresik di Sukolilo.
Tak lama kemudian terdengar lantunan do’a di Punden Sunan Geseng. Ratusan orang yang hadir terlihat khusyuk mengikuti istighosah yang dipimpin oleh Kyai Amin. Nampak beberapa orang meneteskan air mata. Mereka larut dalam do’a dan meminta agar alam Pegunungan Kendeng selalu lestari sampai kapanpun.

Sebagai bentuk syukur atas segala rahmat yang diberikan oleh Sang Pencipta maka diadakan prosesi pemotongan tumpeng oleh Gunretno selaku ketua JM-PPK yang kemudian diikuti dengan acara makan bersama seluruh warga yang hadir dalam kegiatan ini.
Kecintaan kepada alam harus diwujudkan dalam tindakan keseharian. Begitu pesan yang ingin disampaikan dalam kegiatan ini. Setelah serangkaian acara do’a, dilakukana penanaman pohon secara simbolis di halaman Punden Sunan Geseng.
Tepat jam dua belas siang acara do’a bersama selesai. Tiap-tiap warga yang pulang membawa “oleh-oleh” berupa satu batang bibit tanaman buah yang telah disediakan. Panitia kegiatan ini berharap agar warga dapat menanam pohon di rumah masing-masing. Tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan Pegunungan Kendeng tapi juga agar pohon buah tersebut menjadi tambahan penghasilan dan kecukupan gizi bagi keluarga.

Pewarta: “Apong” Wahono – Nur Aji.
Foto: “Ragil” Kuswanto

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita | Trackback | 0 Comments

Leave a Reply