Wungon #4 “Semar mBangun Kahyangan”

21 - Sep - 2012 | sobirno

Masa depan penduduk pulau Jawa semakin suram jika para penguasan terus memaksakan pendirian pabrik semen di Jawa Tengah. Tanah yang subur dan mata air yang selama ini ada akan semakin terancam karena dikorbankan untuk kepentingan industri. Sungai-sungai menjadi kering sehingga kita tak tahu harus kemana lagi mencari air bersih.
Seakan hampir setiap hari kita lihat orang berebut air, berebut pangan dengan berbagai cara. Apakah negara ini sudah bisa sombong karena bisa memberi bahan pangan dari negara lain? Lihat di banyak media tentang bencana alam di banyak negara. Apakah kita harus menggantungkan isi periuk kita dari panen para petani di negara lain?
Tanda-tanda alam mengabarkan kepada kita walaupun dengan bahasa yang samar dan kaya makna bahwa di tahun 2012-2013 ini bangsa Indonesia akan mengalami situasi seperti tahun 1945-1946 yang sulit dan penuh perjuangan. Bangsa Indonesia akan menghadapi situasi yang pantas untuk dikhawatirkan.
Untuk itu kami mengajak sedulur-sedulur untuk datang dan berembug dalam acara Wungon #4 “Semar mBangun Kahyangan” pada tanggal 25 September 2012 di Omah Kendeng, Desa Sukolilo, Kab. Pati, Jawa Tengah. Dengan acara:
- Pkl. 19.30 WIB: Pentas Teater Punden Pondok Pesantren Roudlotus syafa’ah. Judul “Api Perjuangan”, karya sutradara Karyadi Obeng.
- Pkl. 20.00 WIB: Obrolan Wungon tentang mata air dan pangan.
- Pkl. 23.00 WIB: Pentas Wayang Kulit “Semar mBangun Kahyangan” oleh dalang Ki Sawin (Blora).

Kami tunggu kedatangan dulur-dulur sekalian.

Salam Kendeng!

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita | Trackback | 3 Comments

3 Responses to “Wungon #4 “Semar mBangun Kahyangan””

  1. lutfi says:

    kapan acara ini dilaksanakan lagi ya,, mohon infonya di loethpi.21@gmail.com

  2. lutfi says:

    kapan acara ini dilaksanakan lagi ya,, mohon infonya di loethpie.21@gmail.com

  3. sobirno says:

    Ditunggu kabarnya lagi bulan depan ya. Tiap event Wungon akan dipubilkasikan lewat FB, Website (omahkendeng.org) dan twitter (@omahekendeng).

Leave a Reply