EKOWISATA: Flores Bisa Maju Tanpa Tambang

28 - Sep - 2012 | sobirno

Labuan Bajo, Kompas – Potensi ekowisata Pulau Flores amat potensial untuk mendukung kemajuan daerah itu. Tanpa harus bertumpu pada tambang, ekonomi daerah dan sekitarnya bisa digerakkan.

Demikian pandangan Alexander Sonny Keraf, Menteri Lingkungan Hidup (1999-2001), yang kini dosen Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, dalam seminar ”Ecoflores untuk Masa Depan Berkelanjutan”, di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/9).

Seminar itu merupakan rangkaian kegiatan Ecoflores Conference sejak Rabu lalu. Turut berbicara adalah Meribeth Erb (antropolog) serta peneliti lain Supriatna dan Bandur.

Menurut Keraf, kawasan Flores dan sekitarnya dapat dibangun lebih maju lagi dengan mengandalkan pertanian, perikanan, dan pariwisata. Asal saja, proses produksinya didukung teknologi tepat guna.

”Secara khusus, ekowisata dapat menjadi sebagai lokomotif pengembangan ekonomi kawasan itu. Syaratnya, menempatkan pertanian dan perikanan dalam kemasan ekonomi kreatif berbasis masyarakat,” papar Keraf.

Jika ekowisata diandalkan menjadi penggerak utama ekonomi kawasan itu, pilihan tersebut sekaligus menuntut kesiapan masyarakat. Mereka harus terlibat aktif menyediakan jasa ekowisata, di antaranya restoran, akomodasi, transportasi, suvenir, dan pemandu wisata.

Sonny Keraf menegaskan, ekowisata membutuhkan kemauan politik serta dukungan serius dan konsisten dari pemda di kawasan itu. Dukungan yang sangat diharapkan adalah menyediakan infrastruktur dan sarana-prasarana wisata serta promosi.

Supriatna mengatakan, dalam hal keanekaragaman hayati, Indonesia menempati urutan dua dunia setelah Brasil. Flores dan pulau di sekitarnya kaya dengan berbagai hayati unik. Setidaknya ada 2.500 jenis tumbuhan di Flores yang bisa dimanfaatkan untuk obat.

Adapun Meribeth Erb mengingatkan perlunya pengembangan pariwisata yang bermartabat. Pariwisata Flores harus merujuk berpijak pada kebudayaan serta kekhasan lokal. (ANS)

Sumber berita: Kompas, Jumat 28 September 2012 hlm. 22.
Foto: whlconsulting.com

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Uncategorized | Trackback | 0 Comments

Leave a Reply