Potret Air Saat Kemarau

9 - Oct - 2012 | sobirno

Foto dan Teks oleh “Ragil” Kuswanto

“Saat Sungai Tak ada Lagi”
Seorang perempuan berjalan di pinggir sungai Kalong yang kering kerontang sungai tersebut berada di desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Sawah juga tak lagi mendapatkan air karena mengeringnya sungai dan saluran irigasi.


“Menjual Air”
Seorang sopir truk tangki air bersih sedang mengisi air di sebuah perusahaan penyedia air bersih yang berada di Desa Gemeces kecamatan Pati kota . Saat musim kemarau, warga di kota Pati dan beberapa kecamatan di sekitarnya terpaksa membeli air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Untuk mendapatkan satu tangki air dengan kapasitas 5.000 liter mereka harus membayar Rp. 200.000,-.


“Mbah Lan’s Land”
Dengan membuat bendungan semi permanen dari kayu,bambu, dan layar plastik secara swadaya, Mbah Lan, seorang petani warga desa Ledok kecamatan sukolilo, sedang mengairi sawahnya. Mbah Lan dan juga para petani di wilayah Pegunungan Kendeng masih bisa menanam saat musim kemarau karena sungai-sungai masih tetap mengalir meskipun pada musim kemarau. “Air ini dari Sumber Sentul.” kata Mbah Lan.

Foto dan Teks oleh “Ragil” Kuswanto

Depan | RSS 2.0 | Kategori: foto | Tags: , , Trackback | 1 Comment

One Response to “Potret Air Saat Kemarau”

  1. AS 'Ibad says:

    ga’ ada pabrik pun debit air sudah terasa kalau sudah berkurang.. apa lagi kalau ada itu pabrik,mungkin udah kering nie lampungku…

Leave a Reply