Kirab Nyai Ageng Ngerang

19 - Nov - 2012 | sobirno

Siang itu Rabu 13 november 2012 ribuan manusia dari berbagai tempah tumpah ruah memadati ruas jalan Desa Ngerang, sebuah desa yang terletak di lereng Pegunungan Kendeng Utara, tepatnya di kecamatan Tambakromo Kab.Pati . Keadaan cuaca yang lumayan panas seakan tidak menyurutkan niat mereka untuk meyaksikan dan mengikuti acara kirab budaya.
Ritual ini rutin di adakan setiap akhir bulan Dzulhijjah/bulan ke 12 menurut perhitungan kalender Tahun Islam sebagai rangkaian acara peringatan Haul Nyai Ageng Ngerang. Menurut cerita masyarakat setempat Nyai Ageng Ngerang adalah seorang wanita keturunan Bangsawan Kerajaan Majapahit Prabu Kertabumi (Brawijaya V) yang pada zaman Wali Songo ikut menyebarkan agama Islam di wilayah Pati terutama di daerah Pati Selatan . Waliyullah yang nama kecilnya adalah Siti Rohmah ini kemudian populer dengPada masa kanak-kanak Beliau mempunyai nama asli Siti Rohmah , nama Nyai Ageng Ngerang sendiri menjadi nama pupuler karena beliau adalah istri dari Ki Ageng Ngerang, seorang Ulama keturunan dari Sunan Kudus yang bertempat tinggal di Juwana .

membawa gunungan menuju halaman kompleks makam .

Masyarakat Pegunungan Kendeng Utara memiliki banyak ritual untuk menghormati tempat-tempat bersejarah di kawasan ini. Selain kirab Meron di Kecamatan Sukolilo, kirab Nyai Ageng Ngerang menjadi satu acara yang menarik perhatian banyak kalangan. Tak heran jika dalam acara Kira budaya tersebut turut hadir Bp.Budiono selaku wakil dari bupati Pati , Gusti Kanjeng Ratu Wandansari dan Gusti Kanjeng Ratu Ayu Koes Indriyah dari Kraton Solo beserta rombongan abdi dalem kraton Surakarta Hadiningrat. Rombongan peserta kirab budaya tersebut berangkat dari halaman balai desa menuju makan Nyai Ageng Ngerang yang berjarak sekitar 1Km ke arah selatan ujung desa.

Salaman dengan bendara.

Keikutsertaan lima group drumband yang berasal dari beberapa sekolah yang ada di Kec. Tambakromo juga memeriahkan ritual mengenang tokoh penting bagi dua kerajaan di Jawa ini. Tak ketinggalan pula 12 gunungan yang berisikan bermacam-macam hasil bumi yang di bawa oleh warga dari setiap RT di desa Ngerang ini. Sebagai puncak acara kirab, Gunungan ini nantinya akan diperebutkan oleh para peserta kirab yang ingin ngalap berkah dari Waliyullah Nyai Ageng Ngerang.

Berebut bermacam hasil bumi dan uang yang ada di Gunungan. Warga percaya hasil bumi tersebut membawa berkah serta mendatangkan kesehatan dan rizki yang melimpah

Bentang alam desa Ngerang yang di kelilingi pohon jati dan persawahan.

Foto & teks: “Ragil” Kuswanto

Depan | RSS 2.0 | Kategori: foto,Potensi Kendeng | Tags: , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply