SAMPAH: Jateng Bangun Tiga Pabrik Pupuk

6 - Dec - 2012 | sobirno

Kudus, KOMPAS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun pabrik pupuk organik jenis granul di Kabupaten Kudus, Pemalang, dan Purworejo. Pabrik berbahan baku sampah olahan itu bertujuan memperpanjang usia tempat pembuangan akhir dan menyediakan pupuk murah bagi petani.
Pengawas Pembangunan Pabrik Pupuk Granul Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Jawa Tengah Muhammad Ali, Selasa (4/12), di Kudus, mengatakan, biaya pembangunan ketiga pabrik itu masing-masing senilai Rp 1,9 miliar. Dana berasal dari Pemprov Jateng, sementara pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah setempat.
Pabrik pupuk granul itu akan memproduksi 15-20 ton granul per hari pada awal 2013. Ketiga pabrik itu akan jadi percontohan di Jateng. Jika berhasil, akan dikembangkan lagi di sejumlah daerah. “Saat ini ketiga proyek itu mencapai 90 persen. Kami tinggal menguji mesin secara teknis, termasuk uji pembuatan pupuk granul,” kata Ali.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kudus Arief Budi Siswanto mengemukakan, Pemkab Kudus mendukung program itu. Pasalnya, saat ini luas tempat pembuangan akhir (TPA) di desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, maki n berkurang. “Dari luas total 5,25 hektar, area TPA tinggal 1,75 hektar. Usia TPA itu tinggal lima tahun lagi,” katanya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus Budi Santoso mengemukakan, petani di Kudus memerlukan pupuk granul. Pupuk itu bisa menjadi penyeimbang pupuk kimia yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang.
Saat ini kesuburan 13.152 hektar atau sekitar 60 persen dari 21.704 hektar sawah menurun. Itu dipicu penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. (HEN)

Sumber berita: Kompas, 5 Desember 2012 hlm. 23.
Sumber foto: theblackandwhite.net

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita | Tags: , , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply