LINGKUNGAN: Ekosistem Perairan Darat Dikorbankan

21 - Dec - 2012 | sobirno

Jakarta, Kompas – Berbagai bentuk kegiatan mengatasnamakan pembangunan hingga kini masih mengorbankan ekosistem perairan darat, termasuk sungai, danau, dan waduk. Kebijakan pemerintah yang dituangkan dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia

tidak menyertakan pertimbangan kelestarian dan jasa lingkungan.

”Kehancuran ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati di setiap wilayah perairan darat tidak pernah diperhatikan. Pembangunan menawarkan kesejahteraan yang semu,” kata peneliti senior biologi pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Endang Sukara, Kamis (20/12), di Jakarta.

Endang mencontohkan, perairan darat Segara Anakan sebelum 1980-an memiliki luas lebih dari 600 hektar. Beberapa tahun terakhir wilayah perairan itu tinggal 2 hektar. ”Jawa bagian selatan lebih baik kualitas lingkungannya dibandingkan dengan Jawa bagian utara,” katanya.

Menurut Endang, Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) semestinya mendorong diperhatikannya jasa lingkungan dalam perluasan pembangunan ekonomi. Tiadanya kelestarian lingkungan dan hancurnya ekosistem akan menimbulkan beban ekonomi di masa mendatang.

Menurut peneliti sumber daya air dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum, Simon Sembiring Brahmana, perhatian pemerintah terhadap pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) masih rendah. Dari berbagai perkotaan, IPAL hanya dapat mengolah sekitar 18 persen limbah dari masyarakat, selebihnya menjadi pencemar air sungai. (NAW)

Sumber berita: Kompas, 21 Januari 2012
Foto: climatechange.org

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita | Tags: , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply