JURU WARTA: Sungkem tuk Ibu Pertiwi

26 - Dec - 2012 | sobirno

Dalam rangka memperingati hari ibu yang bertepatan pada tanggal 22 Desember 2012 semua warga yang peduli dengan pegunungan kendeng utara mengadakan serangkaian acara untuk memperingati hari ibu yang bertema “Sungkem tuk Ibu pertiwi”.Dimana seorang ibu adalah sosok yang penuh kasih sayang,dan kasih sayang seorang ibu tidak akan pernah ada batasnya hingga sepanjang masa.Mereka menyayangi anak-anaknya dengan tulus dan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun dari anak-anaknya,bagai sang surya yang menyinari dunia.
Ratusan warga yang berasal dari kabupaten Pati dan Grobogan berkumpul di omah kendeng untuk mengikuti serangkaian acara yang sudah dipersiapkan sejak beberapa hari yang lalu.Dalam acara tersebut ratusan warga mengadakan do’a bersama dengan tujuan untuk mendo’akan saudara-saudaranya dan para pejuang yang sudah mendahuluinya serta tidak lupa juga berdo’a untuk keselamatan dan kelestarian Pegunungan Kendeng.
Sebagian warga ada yang menyiapkan beberapa hasil bumi yang digunakan pada acara tersebut yang diantaranya adalah bibit tanaman,mpon-mpon,kendi,nasi dan ayam. Beberapa hasil bumi yang disiapkan seperti bibit tanaman dan mpon-mpon nantinya akan dibagikan pada masyarakat yang ikut menghadiri acara tersebut. Tidak hanya sekedar berbagi, tetapi ini juga ditujukan agar warga di Kendeng Utara juga ikut melakukan penghijauan dengan menanam tanaman yang berguna di sekitar rumah mereka. Seperti umumnya masyarakat desa yang mengadakan hajatan, nasi dan ayam berbumbu sudah disiapkan untuk makan bersama setelah acara.
Kegiatan ini merupakan kegiatan bersama semua warga yang bekerja sama dengan beberapa seniman dari Solo yaitu,Ki Slamet Gundono dan Mbah Prapto.Tidak hanya mereka saja, beberapa seniman dari Mancanegara juga ikut memeriahkan acara peringatan hari ibu, antara lain Diana Bathleer (Bali) ,Laura Ubrinz (Republik Irlandia) ,Audri Giogix (Ohio Amerika) ,Carollin Nieduzza (Polandia) ,dan Stasya (Inggris). Dalam acara ini Mbah Prapto dan para seniman dari mancanegara tersebut berkolaborasi mementaskan tarian puji dengan tujuan meminta kepada Allah SWT diberi keselamatan. Kedatangan bule yang menari di acara ini menarik perhatian peserta kegiatan ini. Mereka pun berebut mengajak foto bersama untuk mengadakan momen langka ini. “Untuk kenang-kenangan mbak,” kata Sugiyati.

Juru Warta: Rina Susanti
Foto: Rina Susanti

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita,kegiatan | Tags: , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply