PUPUK: Petani Bingung NPK Menghilang

12 - Jan - 2013 | adplus

JEMBER, KOMPAS – Pupuk majemuk NPK, yang disukai petani untuk meningkatkan produksi tanaman padi, sejak awal tahun ini menghilang dari pasaran. Petani pun kebingungan karena kesulitan memulai pemupukan tanah untuk menanam padi di saat musim hujan awal tahun.

Kesulitan mendapatkan pupuk NPK disampaikan sejumlah pemimpin kelompok tani di Jember, Jawa Timur, Jumat (11/1).

Edi Suryanto, Ketua Kelompok Tani Margi Rahayu, Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, Jember, mengatakan, petani diminta meningkatkan produksi padi dengan pupuk berimbang. Namun, pemerintah tidak memenuhi keinginan petani dengan memperbanyak NPK agar produksinya meningkat.

Menurut Edi, lewat pemupukan berimbang, petani sebenarnya bisa memproduksi padi paling sedikit 8-10 ton. Empat tahun lalu, petani biasa memakai pupuk tambahan dengan buatan PT Pupuk Kaltim, yakni NPK Pelangi.

Pupuk jenis ini mengandung nitrogen, fosfat, dan kalium yang diperlukan untuk menaikkan produksi tanaman padi.

Budi Eko Purwanto, Ketua Kelompok Tani Margo Utomo, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Jember, menyatakan hal senada. ”NPK cocok untuk sawah di Jember. Sebab, lahan sawahnya basah akibat curah hujan yang tinggi. Jika komposisi pupuk diberikan sebanyak 1 kuintal urea dan 2,5 kuintal NPK, produksi padi bisa sampai 8 ton lebih,” ujarnya.

Abdul Sochib, Sales Representative PT Pupuk Kaltim, di Jember, membenarkan, sejak awal tahun ini, peredaran NPK di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali memang ditiadakan. NPK Pelangi hanya ada di Sulawesi, Maluku, dan Papua. Namun, ia tak memerinci mengapa NPK tak dipasarkan lagi. (SIR)

Sumber berita: Kompas 12 Januari 2012 hlm. 22

Sumber foto: 123rf.com

 

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita | Tags: , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply