SUMBER DAYA ALAM: Pemerintah Daerah Perlu Jaga Kelestarian

14 - Jan - 2013 | adplus

Bandung, Kompas – Semua pihak yang terlibat aktivitas pertambangan bersama pemerintah daerah perlu terus mengupayakan pelestarian di lingkungan konsesi pertambangan. Selama ini eksploitasi areal pertambangan selalu dipersepsikan merusak lingkungan.

”Ini karena perencanaan dan penataan areal tambang tak dilakukan sejak awal,” kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada Hari Ulang Tahun I Himpunan Pengusaha Pekerja Masyarakat Tambang (HP2MT) Kabupaten Bandung Barat di Kecamatan Citatah, Jawa Barat, Minggu (13/1). Tak kurang dari 50 perusahaan bergabung dalam HP2MT. Acara dihadiri sekitar 1.000 petambang.

Citatah merupakan kawasan bukit kapur yang rusak akibat eksploitasi bertahun-tahun. Di kawasan karts Citatah ada beberapa temuan arkeologis. Riset Balai Arkeologi Bandung membuktikan, kompleks Gua Pawon di Citatah, misalnya, ditinggali manusia pada zaman purba.

Heryawan merinci, rencana penambangan seharusnya disertai program penyelamatan kekayaan plasma nutfah di areal yang bakal diolah. Ia mengingatkan, penambangan di suatu kawasan pasti terbatas waktu.

Jika kandungan tambang di lokasi dimaksud tak memenuhi syarat lagi dari sisi bisnis, penambangan pasti dihentikan. Oleh karena itu, masyarakat petambang perlu disiapkan untuk ganti mata pencarian.

Di Citatah, nantinya, sektor pertanian dan pariwisata menjadi pilihan ideal masyarakat. Citatah punya kawasan yang dapat diolah jadi sentra pertanian, juga ada beberapa obyek wisata.

Bupati Bandung Barat Abubakar mengungkapkan, pihaknya kini menyiapkan program yang bertujuan membekali masyarakat petambang melakukan alih pekerjaan. Diharapkan, berbagai inovasi ditemukan agar menjadi solusi dalam hal mata pencarian/ perekonomian warga lokal.

Ahli geologi dari Institut Teknologi Bandung, Budi Brahmantyo, menjelaskan, gunung kapur, meski tandus, menyimpan air melalui rekahan permukaan dan terus turun hingga batuan lempung yang tak bisa ditembus air. Air akan terbawa sepanjang permukaan lempung hingga permukaan. Itulah sebabnya mata air sering ditemukan di kaki bukit.

(DMU)
Sumber berita: Kompas, 14 Januari 2013 hlm. 14.
Foto: duniahanii.blogspot.com

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita | Tags: , , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply