SITUS HULU RIAU: Cagar Budaya Terancam Penambangan Bauksit

14 - Jan - 2013 | adplus

Tanjung Pinang, Kompas - Situs Kerajaan Hulu Riau di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, terancam penambangan bauksit. Pemerintah diminta tegas melindungi cagar budaya yang menjadi bagian kerajaan Melayu itu.

Salah seorang keturunan kerabat kerajaan, Abdul Wahab Datuk Medang (64), menuturkan, para keturunan kerabat kerajaan resah terhadap aktivitas penambangan di dekat pemakaman. ”Beberapa makam sudah hilang akibat penambangan yang diduga ilegal itu,” katanya, Sabtu (12/1).

Pemakaman terletak di kawasan Bukit Galang II. Di sana terdapat sejumlah kompleks makam peninggalan Kerajaan Hulu Riau yang dikenal sebagai tapak awal Riau-Lingga, antara lain kompleks makam Panglima Hitam dan Sultan Ibrahim Syah (1677-1685).

Situs itu bagian dari sembilan situs yang termasuk dalam cagar budaya, yaitu Istana Kota Lama, Istana Kota Piring, kompleks makam Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Daeng Marewah, Daeng Celak, Tun Abbas, Daeng Kamboja, Sungai Timun, dan Raja Ali. ”Warga pernah menghibahkan lahan seluas 3.800 hektar dijadikan kawasan cagar budaya dengan harapan pemerintah melindungi peninggalan sejarah,” ujar Abdul.

Namun, harapan warga sulit terpenuhi. Penambangan yang diduga kuat ilegal itu telah merusak beberapa makam. ”Kami sudah tidak menemukan sebagian kompleks makam Yang Dipertuan Muda Sultan Ibrahim,” tuturnya.

Warga menyurati sejumlah instansi meminta perlindungan atas situs-situs tersebut, tetapi tidak mendapat tanggapan memuaskan. ”Berkali-kali petambang datang. Jika bukan warga yang menghentikan, digali terus tanah makam itu. Kami sudah lapor polisi dan pemerintah setempat, tetapi penambangan jalan terus,” ujarnya.

Kepala Bidang Pertambangan Dinas Kelautan Perikanan Pertanian Kehutanan dan Energi Kota Tanjung Pinang Zul Hidayat mengatakan, kegiatan penambangan di kawasan itu sudah berdasarkan kajian dan mempertimbangkan cagar budaya. (RAZ)

Sumber berita: Kompas 14 Januari 2013 hlm. 21

Foto: panel.mustangcorps.com

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita | Trackback | 3 Comments

3 Responses to “SITUS HULU RIAU: Cagar Budaya Terancam Penambangan Bauksit”

  1. YUMERIZON says:

    LESTARIKAN SEJARAH MELAYU NUSANTARA

  2. yumerizon says:

    lestarikan situs sejarah melayu nusantara khususnye di indonesia

  3. ogawa takeshi says:

    penambangan bauksit illegal di tanjungpinang mengkhawatirkan. di duga sudah dibenkingi oknum penguasa dan oknmum jenderal berbintang di jakarta sana. kami minta bapak presiden RI menghentikan aktivitas ini dan mengadili semua oknum2 yang terlibat. sebab benda situs dan cagar budaya di Tanjungpinang sudah teranam punanh

Leave a Reply