Serius “Mengurus” Tikus

14 - Jan - 2013 | adplus

Oleh “Ragil” Kuswanto

Tidak seperti musim penghujan tahun-tahun sebelumnya, musim penghujan tahun ini para petani Pati Selatan sedikit bernafas lega karena banjir tidak separah dulu. Hal ini tentunya tidak lepas dari usaha pemerintah untuk melakukan normalisasi sungai Juwana, tapi masalah pertanian Pati Selatan bukan hanya banjir.  Persoalan hama, terutama hama tikus, juga menjadi persoalan yang  serius .

Untuk menanggulangi hama tikus para petani melakukan berbagai macam cara antara lain dengan memasang kawat setrum, plastik setinggi 50cm dan seng  yang mengelilingi pematang sawah, pengasapan pada lobang sarang, menebar umpan beracun, menggunakan anjing pemburu, dan menggropyok dengan cara menggali langsung lobang tikus di dalam tanah. 

Hamparan tanaman padi di desa Trimulyo Kecamatan Kayen.

Selain menggunakan aliran listrik PLN, para petani juga menggunakan genset 15.000 watt. Dengan empat liter bensin setiap malam, genset ini efektif melindungi lahan seluas dua hektar.

Untuk menghindari jatuhnya korban jiwa karena tersengat listrik dan pencurian genset, petani harus begadang setiap malam di sawah.

Kepiting sawah dan keong yang sudah dicampur dengan racun menjadi umpan tikus.

Pagi hari biasanya para petani mencari tikus yang mati karena tersengat listrik atau memakan umpan untuk dibuang.

Tingginya tingkat perburuan ular sawah juga menjadikan hama tikus semakin tak terkendali. Ular sawah sebagai pemangsa alami tikus nasibnya kini sering berakhir di kedai jamu dan piring saji warung rica-rica.

Depan | RSS 2.0 | Kategori: foto | Tags: , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply