PENGURANGAN DAMPAK BENCANA: Analisis Banjir Tentukan Masa Depan Wilayah

16 - Jan - 2013 | adplus

Jakarta, Kompas - Pelatihan kemampuan menganalisis banjir melalui program Integrated Flood Analysis System dikenalkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia bekerja sama dengan International Centre for Water Hazard and Risk dari UNESCO. Kemampuan itu bermanfaat bagi penentuan kebijakan masa depan suatu wilayah, seperti Jakarta ataupun daerah rentan banjir lain.

”Untuk masa depan, banjir diperkirakan meningkat frekuensi ataupun intensitasnya. Untuk mengurangi dampak merugikan, diperlukan pengetahuan menganalisis banjir,” kata Kepala Kantor Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) Jakarta Hubert Gijzen dalam Pelatihan Sistem Analisis Banjir Terpadu, Selasa (15/1), di Jakarta.

Penyelenggaraan pelatihan yang dibantu kementerian Jepang yang menangani masalah pendidikan, kebudayaan, olahraga, ilmu, dan teknologi ini berlangsung hingga Kamis.

Gijzen menyebutkan, dampak perubahan iklim 90 persen berkaitan dengan masalah air, seperti banjir di sejumlah negara. Ia mencontohkan, beberapa negara menderita kerusakan dan kerugian tinggi akibat banjir.

Tanpa pengetahuan dan kemampuan menganalisis banjir, sulit menentukan perbaikan bagi masa depan. Artinya, akan menderita kerugian makin besar.

”Pelatihan analisis banjir untuk menetapkan model dampak kerugian, dengan harapan kerugian makin dapat ditekan,” kata Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI Iskandar Zulkarnain.

Di Jakarta, kebijakan pembuatan terowongan multifungsi di kedalaman 40 meter dianggap solusi banjir. ”Topografi Jakarta di kedalaman 25 meter berada di bawah permukaan air laut. Terowongan multifungsi berkedalaman 40 meter membutuhkan kajian geologis,” ujar Iskandar.

Gijzen berpendapat, terowongan itu akan membutuhkan energi besar. Perlu pemompaan air di kedalaman tersebut. Proyek terowongan itu akan sangat mahal. Padahal, yang dibutuhkan untuk mengatasi banjir di Jakarta harus memiliki biaya ekonomi yang rendah. (NAW)

Sumber berita: Kompas, 16 Januari 2013
Sumber foto: omahkendeng.org

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita,Kliping Media | Tags: , , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply