Petani Minta Bantuan: Panen Gagal akibat Terendam Banjir Luapan Sungai Ciujung

16 - Jan - 2013 | adplus

SERANG, KOMPAS - Para petani yang sawahnya terendam banjir akibat luapan Sungai Ciujung, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, mengalami gagal panen pada awal tahun ini. Mereka merugi hingga puluhan juta rupiah setiap orang. Oleh sebab itu, mereka meminta pemerintah memberi bantuan benih dan pupuk untuk bisa menanam lagi.

Sahudi (45), petani Desa Cijeruk, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Selasa (15/1), mengatakan, areal persawahannya di Desa Cijeruk terendam banjir sejak pekan lalu. Akibatnya, padi yang siap panen awal tahun ini busuk.

Daun padinya terlihat berwarna coklat. Bulir-bulir padinya juga rusak. ”Kalau panen berhasil, saya bisa dapat sekitar 6 ton gabah kering panen. Namun, karena banjir, sawah tak dapat dipanen lagi. Kerugian sekitar Rp 21 juta,” kata Sahudi.

Sekretaris Kecamatan Kibin Daba mengemukakan, sawah yang tergenang banjir di wilayahnya seluas 571 hektar. Sawah-sawah dengan padi yang berusia 20-80 hari itu ada di Desa Tambak, Cijeruk, Negara, Su- kamaju, Ciagel, dan Ketos. Hingga kini sawah yang seluruhnya tergenang banjir ada di Desa Cijeruk. Adapun areal yang diperkirakan puso seluas 104 hektar dengan kerugian lebih dari Rp 2 miliar.

”Kami masih mendata kembali setelah banjir surut. Bagi sawah-sawah yang puso, kami akan minta bantuan,” kata Daba.

Kerugian juga dialami Sarbini (55), petani Kampung Kedokan Porang, Desa Pamanukan, Kecamatan Carenang. Pemilik sawah seluas setengah hektar itu mengaku rugi sampai sekitar Rp 9 juta.

Menurut dia, banjir di desanya terjadi sejak Sabtu (12/1) atau beberapa hari setelah banjir di desa-desa lainnya surut. Hal itu karena wilayah desanya berada agak jauh di hilir dari Sungai Ciujung. Namun, sejumlah anak sungai seperti anak Sungai Cikande dan Ciujung mengalir di desa tersebut.

”Setiap kali banjir, kampung dan sawah kami jadi rawa. Jika banjir besar, surutnya baru 5-7 hari kemudian,” kata Sarbini, yang berharap ada bantuan dari pemerintah untuk bisa tanam kembali.

”Kalau tak ada bantuan, kami terpaksa pinjam uang tetangga atau menggadaikan sepeda motor,” paparnya.

Dari data Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Serang, sawah yang terendam banjir mencapai luas 6.000 hektar, yang tersebar di 20 kecamatan. Namun, sawah yang hingga kini masih terendam banjir berada di Kecamatan Kibin.

Distribusi bibit

Akibat tanaman petani yang rusak karena terjangan banjir, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jawa Timur Achmad Nurfalakhi mengatakan, pihaknya segera mendistribusikan bibit padi dan jagung kepada petani.

Akan tetapi, hingga kini belum ada laporan, baik di kabupaten maupun kota, soal jumlah bi- bit yang akan didistribusikan. Luas tanaman padi yang di- prediksi rusak mencapai 7.800 hektar.

”Kami menyediakan bantuan bibit untuk mengganti yang gagal. Namun, untuk mengeluarkan bantuan, ada prosedur administrasinya,” kata Nurfalakhi.

Di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, akibat hujan deras, enam desa di tergenang banjir hingga 1 meter. Tercatat ada sekitar 2.000 rumah yang terendam.

Yudha Tri Widya Sasongko, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasuruan, mengemukakan, banjir memacetkan jalur pantai utara di wilayah Bangil.

Sementara itu, di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sejak dua minggu lalu ratusan rumah warga masih tergenang air luapan Sungai Martapura. Genangan juga menimpa sekolah.

Adapun untuk meningkatkan kewaspadaan warga jika sewaktu-waktu bendungan alam Wai Ela, di Negeri Lima, Maluku Tengah, jebol, Komandan Siaga Darurat Bencana Wai Ela, yang juga Komandan Korem 151/Binaiya Kolonel Asep Kurnaedi, memimpin simulasi tanggap darurat.(HEN/DIA/WER/APA/ETA/ILO)

Sumber berita: Kompas, 16 Januari 2013 hlm. 23
Foto: www.pikiran-rakyat.com

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita,Kliping Media | Tags: , , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply