Ribuan Hektare Lahan Pertanian Kudus Masih Berpotensi Tenggelam

16 - Jan - 2013 | adplus

KUDUS, suaramerdeka.com - Dari hasil pemantauan di lapangan ribuan lahan pertanian di Kudus masih berpotensi tenggelam, terutama di wilayah yang letak geografisnya rendah. Di samping itu ini juga disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi sehingga dimungkinkan saluran air di lahan pertanian tidak cukup membuang luapan air.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, Kudus, dan Budi Santoso Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Harsito menjelaskan, memang tidak dipungkiri hujan deras yang mengguyur beberapa hari ini bisa membuat sejumlah lahan dibeberapa wilayah yang tenggelam.

“Kami imbau agar petani bisa mengatur jadwal kegiatan tanamnya, serta mengatur strategi agar jangan sampai gagal tanam yang mengakibatkan kerugian besar,” katanya.

Harsito menambahkan, memang kebutuhan air di saat musim tanam pertama (MT I) pada saat ini cukup besar akan tetapi jika terlalu berlebihan juga tidak baik. “Beberapa waktu lalu juga telah disampikan, pemilihan jenis tanaman juga cukup penting, dan tidak harus pada, atau petani bisa mengundur kegiatan musim tanam,” tuturnya.

Mengenai jumlah lahan yang berpotensi banjir, pihaknya menyebukan sekitar kurang lebih 1.500 hektare, dari total lahan pertanian di Kudus sekitar 21.000 hektare meliputi Kecamatan Undaan, Mejobo, Jekulo, dan sebagian Jati.

Harsito menambahkan, tidak hanya itu saja petani diimbau juga mewaspadapi kemunculan hama yang tiba – tiba menyerang seperti tikus. Selanjutnya hama lainnya adalah wereng yang selama ini menjadi momok petani.

“Cara mengatasi tikus adalah dengan melakukan pengolahan tanah secara bersama-sama sebelum lahan tersebut belum ditanami. Maka dari itu perlu dilakukan pemantauan secara berkala,” imbuhnya.

( Ruli Aditio / CN26 / JBSM )

Sumber berita: Suara Merdeka, 13 Januari 2013

 

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Tags: , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply