BANJIR BANDANG MASIH SETIA MENGANCAM SUKOLILO

8 - Jan - 2013 | sobirno

Foto dan teks oleh: “Ragil” Kuswanto

03-Desember -2011 adalah hari yang akan selalu di ingat warga Sukolilo karena pada hari itu sekitar pukul 16:30 WIB banjir bandang tiba-tiba menerjang wilayah tersebut , hujan deras yang mengguyur selama dua jam telah mendatangkan banjir bandang yang memporakporandakan puluhan rumah, jembatan, ratusan hektar lahan pertanian dan juga menelan dua korban jiwa. Setelah hampir setahun peristiwa itu berlalu tapi sepertinya di awal musim penghujan tahun ini ketakutan masih terus tertanam di dalam benak masyarakat terutama masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai, pada tanggal 7, 18, 19 dan 22 NOVEMBER 2012 banjir bandang kembali menerjang Kecamatan Sukolilo. Meski tidak terlalu besar da menyebabkan kerusakan serius pada bangunan dan lahan pertanian, tapi masyarakat Sukolilo khawatir banjir yang lebih dahsyat akan kembali menerjang pada pertengahan bulan Desember hingga Februari karena biasanya pada bulan tersebut curah hujan sangat tinggi.
Menurut cerita Mbah Supo salah seorang warga desa Kincir Kecamatan Sukolilo, sejak ia kecil sampai sekarang baru kali ini Sukolilo dilanda banjir bandang. Pria berusia 57tahun ini tidak pernah menyangka jika tempat tinggalnya yang berada di dataran tinggi juga bisa di terjang banjir. Maraknya pertambangan liar dalam skala besar ,kegundulan hutan, penyempitan dan pendangkalan sungai di duga menjadi penyebab mengapa Sukolilo akhir-akhir ini dilanda banjir bandang.
Maraknya penggunaan pestisida pembasmi rumput dan semak belukat beberapa tahun belakangan ini disinyalir juga menjadi penyebab banjir. Para penggarap lahan di perbukitan pegunungan kendeng lebih memilih menggunakan cara tersebut karena dianggap lebih cepat menghilangkan rumput dan semak belukar di lahan yang akan di tanami jagung .Dengan menngunakan cara tersebut para petani tidak perlu capek dan buang waktu untuk mencangkul lahan garapan guna membersihkan semak belukar. Rupanya para penggarap lahan pertanian di perbukitan tidak menyadari bahwa menggarap lahan pertanian dengan cara mencangkul akan membuat tekstur tanah garapan menjadi berongga dan berfungsi sebagai corong masuknya air hujan kedalam tanah ketika hujan datang.
Selain faktor kerusakan alam ada juga beberapa orang yang percaya bahwa banjir bandang yang terjadi belakangan tidak lepas dari campur tangan bangsa lain ( bangsa Jin penghuni pegunungan kendeng ) dalam sejarah pendirian kerajaan Demak bintoro pada tahun 1475-1518 M , untuk mempersiapkan lahan berdirinya kasultanan Demak Raden Patah memerintahkan para prajuritnya untuk membabat alas Glagah Wangi yang sekarang di kenal sebagai wilayah Kabupaten Demak . Pada saat alas Glagah Wangi di babat jutaan jin yang menempati wilayah tersebut merasa terganngu dan tidak lagi mempunyai tempat untuk di tinggali oleh sebab itu. Bangsa jin tersebut berpindah menuju arah timur dan selatan menuju wilayah pegunungan Kendeng. Kondisi perbukitan pegunungan kendeng yang banyak tumbuh pohon-pohon besar yang gagah menjulang serta banyaknya goa menjadi tempat yang nyaman bagi para bangsa Jin . Akan tetapi kondisi tersebut sekarang sudah berubah jauh karena di pengunungan kendeng sekarang sangat jarang tumbuh pohon berusia ratusan tahun. Goa-Goa yang dulu sangat alami dan nyaris tidak tersentuh oleh manusia sekarang telah berubah menjadi lahan pertambangan batu pospat. Hilang dan rusakya pohon serta goa tempat bangsa jin tinggal membuat bangsa jin marah dan mendatangkan banjir bandang ketika hujan turun .

Seorang laki laki duduk sambil melihat tumpukan kayu sisa-sisa rumahnya yang roboh karena derasnya banjir, desa Kincir Kecamatan sukolilo yang berada di dataran tinggi juga tak luput dari bencan banjir bandang yang terjadi pada bulan November tahun lalu


Kegiatan pertambangan menggunakan alat berat di desa kuncen Jati pohon Kabupaten Grobogan milik mantan kepala desa Jati Pohon yang sekarang menjabat sebagai anggota DPR. Menurut keterangan warga, mantan kepala desa yang sekarang menjadi anggota DPR tersebut tidak hanya memiliki satu pertambangan saja . kubangan sedalam 2m sisa galian berubah menjadi kolam juga berpotensi membahayakan manusia karena keadaan tanah yang licin ketika basah.


Seorang warga dukuh pacul sedang melihat banjir bandang dari atas bukit, gerimis yang turun pada hari Kamis 22 _ november 2012 ternyata sudah cukup bisa mendatangkan banjir.

Depan | RSS 2.0 | Kategori: artikel,foto | Trackback | 0 Comments

Leave a Reply