Hutan di Wonosoco Perlu Reboisasi

8 - Jan - 2013 | adplus

KUDUS - Beberapa hektare lahan di hutan Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus, masih perlu direboisasi. Alasannya, masih ada lahan gersang di pegunungan Kendeng tersebut akibat dari kegiatan lahan berpindah.

Kepala Desa Wonosoco, Sudarmin menjelaskan, kerusakan hutan itu banyak dikarenakan faktor lahan berpindah. ”Beberapa waktu lalu memang sempat ada kendala saat menjalankan musim tanam. Beberapa lahan pertanian di bawah tergenang dan akhirnya memilih bercocok tanam di sekitar hutan atau di area Pegunungan Kendeng yang penuh material kapur,” paparnya.

Langkah itu dilakukan agar masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani tetap bisa bekerja dan memperoleh penghasilan. ”Sayangnya, kegiatan itu malah merusak sumber daya hayati hutan,” terangnya.

Sudarmin menambahkan, luas lahan hutan yang mengalami kerusakan ada sekitar dua hektare. Lahan itu kini masih dalam proses tahapan awal reboisasi. ”Jika tidak dilakukan sejak dini, dikhawatirkan kerusakan akan meluas,” imbuhnya.

Swadaya

Dia mengakui bersama dengan gabungan kelompok tani Desa Wonosoco akan melakukan reboisasi dengan cara swadaya, termasuk penyediaan bibitnya.

”Kerusakan ini merupakan tanggung jawab bersama, sehingga saat reboisasi juga ditangani secara swadaya. Untuk itu kami mengimbau pada warga untuk tidak sering melakukan lahan berpindah,” ungkapnya.

Faktor lain yang menyebabkan kerusakan hutan ini, lanjut Sudarmin, kebakaran hutan. Kebakaran mungkin bisa terjadi, meski musim penghujan.

”Memang beberapa kali sempat terjadi kebakaran akibat keteledoran saat membuang puntung rokok saat petani bercocok tanam. Namun kebakaran itu bisa diredam, sehingga titik api tidak meluas,” tandasnya. (J18-32)

Sumber berita: Suara Merdeka 6 Januari 2013

Foto: ausburg.edu

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Tags: , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply