PERTANIAN: Cegah Alih Fungsi, Cirebon Siapkan Aturan Lahan Abadi

8 - Jan - 2013 | adplus

CIREBON, KOMPAS - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, merancang peraturan daerah yang secara khusus akan melindungi 40.000 hektar sawah di wilayahnya agar tetap menjadi lahan pertanian abadi. Rancangan peraturan itu untuk mengantisipasi semakin maraknya alih fungsi lahan di wilayah yang merupakan salah satu lumbung padi Provinsi Jawa Barat.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Peternak- an, Kehutanan, dan Perkebunan Kabupaten Cirebon Wasman, Senin (7/1), mengatakan, luas sawah di Cirebon mencapai 45.000 hektar (ha). Adapun luasan tanaman padi sering kali lebih tinggi daripada luas sawahnya.

”Kecenderungannya, rata-rata luas tanam setiap tahunnya sampai 54.000 ha per tahun. Padahal, sawah atau lahan yang berpotensi hanya 45.000 ha. Pengurangan luas sawah harus diantisipasi untuk menjaga ketahanan pangan,” katanya.

Lima tahun terakhir, kecenderungan luasan tanam di Cirebon naik turun. Namun, penurunan cakupan luasan tanam relatif sering terjadi. Tahun 2007, luas tanam 54.671 ha, setahun turun jadi 54.279 ha. Luas tanam naik lagi tahun 2009, yakni 54.809 ha. Kenaikan ini karena intensitas hujan sehingga sejumlah lahan berfungsi jadi sawah.

”Namun, tiga tahun terakhir, luas tanaman terus turun. Tahun 2010, luas tanam menjadi 54.203 ha, dan turun lagi jadi 53.809 ha di tahun 2011,” tutur Wasman.

Penurunan luas tanam dari tahun ke tahun disebabkan terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman dan industri. Sejumlah lokasi yang berubah di antaranya Kecamatan Kedawung. Dalam setahun, dua perumahan baru dibangun.

Wakil Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Kabupaten Cirebon Tasrip Abubakar mendukung rancangan perda tersebut. Namun, ia mengingatkan pemerintah mendengar petani. ”Kebijakan itu jangan top-down agar tak keliru menetapkan mana yang dilindungi karena produktif dan mana yang tak dilindungi sehingga boleh alih fungsi,” katanya. (rek)

Sumber berita: Kompas 08 Januari 2013 hlm. 24

Foto: en.wikipedia.org

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Tags: , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply