Lamporan malam itu

10 - Jan - 2013 | sobirno

Oleh Rhina Shanty

Wungon merupakan kegiatan rutin JM-PPK ( Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng) setiap 36 hari sekali ( Selapan ). bertempat di Omah Kendeng, kegiatan ini biasanya juga digunakan masyarakat sebagai media pertemuan rutin dan diskusi mengenai masalah – masalah yang sedang dihadapi saat ini. Tidak hanya soal lingkungaan dan rencana adanya penambangan di Pegunungan Kendeng Utara, tetapi juga hal-hal lain yang berkaitan dengan dunia pertanian.

Dalam wungon kali ini ratusan masyarakat di Pegunungan Kendeng utara terutama para petani mengadakan ritual ” Lamporan “.Ritual lamporan sebenarnya merupakan ritual tolak bala peninggalan nenek moyang yang hampir terlupakan karena banyak orang yang kini memandang remeh ritual ini .Oleh karena itu masyarakat di Pegunungan Kendeng Utara sepakat mengadakan ritual tersebut,selain bertujuan untuk tolalak bala ( mencegah berbagai macam penyakit ) juga bertujuan untuk menjaga atau melestarikan budaya peninggalan leluhur.

Malam itu ratusan orang yang hadir semangat sekali menyiapkan acara Wungon yang diadakan untuk ketujuh kalinya ini. Ubo rampe dan makanan yang disiapkan untuk acara ritual tersebut ada nasi,ketupat,lele goreng,telur,sate,sambal,sayur bening, bunga dan obor. Terlihat sekali bagaimana warga JM-PPK berkontribusi dalam persiapan ini. Masing-masing orang membawa makanan atau perlengkapan lain semampunya.

Setelah semua persiapan selesai dilakukan, ritual lamporan pun dilakukan. Belasan orang membawa obor bambu mengelilingi nasi tumpeng sambil mengucapkan mantra. Sekitar setengah jam ritual ini dilakukan dengan khidmat. Setelah itu, makanan yang telah didoakan oleh mbah Kyai dimakan bersama peserta ritual.

Melihat permasalahan yang dialami para petani sekitar tiga tahun terakhir ini, mereka sering mengalami gagal panen dikarenakan berbagai macam hama dan bencana. Salah satu hama yang sampai saat ini masih meresahkan warga terutama petani adalah hama tikus. Oleh karena itu ritual ini diadakan para petani di Pegunungan Kendeng Utara untuk menyelamatkan tanaman mereka dari berbagai macam hama baik tikus,wereng,sundep maupun kebijakan – kebijakan pemerintah yang nantinya akan membahayakan mereka.

Suasana Wungon kali ini makin meriah dengan pertunjukan Wayang Kulit bersama Dalang Ki Sawin dari Blora dengan lakon “mBok Sri Boyong”. Kegiatan Wungon berakhir sekitar pkl 02.30 dini hari dengan masing-masing peserta pulang sambil berharap esok hari tanaman mereka akan terhindar dari banyak hama dan bencana. Sampai bertemu di Wungon#8, sedulur!

Rhina Shanty adalah Juru Warta omahkendeng.org

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita | Tags: , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply