Lamporan yang kembali hidup

10 - Jan - 2013 | adplus

Oleh “Ragil” Kuswanto

Lamporan merupakan rangkaian dari acara wungon rebo pon yang di selenggarakan di omeh kendeng oleh JM-PPK .  Jika mengamati soal pengendalian hama tikus, sekarang ini ada bermacam-macam cara yang di lakukan oleh petani mulai dari menggunakan setrum, racun sampai pengasapan pada lubang sarang tikus tapi hama tikus tetapi tetap saja sangat susah mengendalikan serangan tikus.  Hal itulah yang mengawali gagasan untuk menghidupkan kembali ritual “Lamporan “, sebuah ritual yang sarat dengan nilai-nilai luhur.  Sebuah ritual yang mengajarkan bagaimana kita tidak perlu membunuh hama tikus untuk mengendalikanya karena tikus, juga berbagai jenis hama lainnya, juga sama-sama mahkluk ciptaan sang maha pencipta .

Mempersiapkan obor.

Mbah Sarutomo sang pemimpin ritual sedang membaca mantra.

Berjalan mengelilingi sesaji selama tujuh kali untuk memohon pertolongan pada Yang Kuasa. Angka tuju ( atau “pitu” dalam bahasa jawa ) dalam ritual tersebut mengandung makna “pitulungan “ ( pertolongan ).

Sesaji siap di bagikan setelah ritual selesai.

Wayang kulit dengan lakon “ mbok sri boyong “ juga ikut meramaikan acara wungon rebo pon.

Depan | RSS 2.0 | Kategori: foto,kegiatan | Tags: , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply