PERTANIAN: Padi Mengering dan Bercak Kuning

5 - Feb - 2013 | sobirno

Magelang, Kompas – Puluhan hektar tanaman padi di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dipenuhi bercak kuning kemerahan. Adapun batang dan daunnya mulai mengering. Dikhawatirkan tanaman tersebut mati, dan akhirnya gagal panen.

Ismail (59), petani di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, mengatakan, bercak-bercak kuning mulai muncul ketika tanaman padinya masih berusia 15 hari. Karena tak tahu jenis penyakit dan obatnya, ia membiarkannya.

”Dalam jangka waktu seming- gu, tanpa diberi obat apa pun, bercak-bercak kuning kemerahan itu menyebar luas. Tanamannya pun tak bisa tumbuh besar karena sebagian batangnya mengering,” ujarnya, Senin (4/2).

Menurut Ismail, kejadian tersebut berlanjut hingga kini. Tanaman padi miliknya kini berusia 40 hari.

Hal yang sama disampaikan Darto, Kepala Desa Tanjungsari. Menurut dia, sebanyak 35 hektar tanaman padi di Desa Tanjungsari juga bercak-bercak kuning. Ia khawatir, meskipun ada bantuan obat, gangguan di awal masa pertumbuhan berdampak pada penurunan produksi panen.

”Untuk tanaman yang rusak parah dan sebagian besar batangnya mengering, kami perkirakan panen akan susut sekitar 50-60 persen dibandingkan biasanya,” kata Darto.

Biasanya setiap 1.000 meter persegi padi menghasilkan 5-6 kuintal gabah. Akan tetapi, pada kondisi seperti sekarang, hasil panen diperkirakan hanya berkisar 1-2 kuintal gabah.

Darto mengemukakan, bercak kuning tersebut baru muncul tahun ini. Dia tak bisa memastikan kondisi itu akibat serangan hama, penyakit, ataukah pengaruh cuaca.

Selain di Desa Tanjungsari dan Karanganyar, bercak kuning dan tanaman padi yang mengering juga terjadi desa-desa lain di daerah perbukitan Menoreh, yaitu Desa Majaksingi, Ngadiharjo, Tuksongo, dan Giritengah.

Adapun untuk mendukung cadangan beras nasional, seluruh anggaran dari Kementerian Pertanian sebesar Rp 6,5 miliar digunakan untuk peningkatan produksi beras. Demikian disampaikan Anang Murwanto, Ketua Komisi B DPRD Jember, Jawa Timur. (EGI/SIR)
Sumber berita: Kompas 05 Februari 2013 hlm. 21

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Tags: , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply