PEMBELAJARAN LINGKUNGAN: Deklarasi Sekolah Sobat Bumi

12 - Feb - 2013 | Kompas

Kuala Kapuas, Kompas – Sejumlah sekolah di empat kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, Senin (11/2), mendeklarasikan Aksi untuk Bumi-Sekolah Sobat Bumi. Deklarasi sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas di antaranya dilakukan di Kuala Kapuas.

Sekolah-sekolah tersebut berkomitmen menerapkan pembelajaran lingkungan yang mengadopsi pembangunan berkelanjutan (education for sustainable development/ESD). ”Yang terpenting, bagaimana setelah seremoni ini. Bukan seremoninya,” kata Kepala SMPN 2 Selat Haris Fadhillah di Kuala Kapuas.

Hingga kini, ada 11 sekolah SD-SMA se-Kalteng yang mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Sobat Bumi. Keberadaan mereka difasilitasi Satuan Tugas Reduksi Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Plus (REDD+) bersama Badan Lingkungan Hidup Kalteng.

”Kami hanya membuka kunci berpikir mereka, para guru. Pembelajaran atau kurikulum berbasis lingkungan itu sudah lama, tapi tidak diterapkan di kelas. Kami memfasilitasi hal itu,” kata Fasilitator Program ESD REDD+ Aulia Wijiasih. Program ini tidak memberikan bantuan dana bagi sekolah yang berminat.

Sekolah Sobat Bumi dikenalkan tahun 2011, diikuti rangkaian pelatihan melibatkan ratusan guru dari 120 sekolah di Kalteng. ”Sebelas sekolah itu menjadi percontohan yang diharapkan menginspirasi sekolah lain,” kata Aulia.

Sejumlah guru mengatakan, pelatihan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan yang diberikan REDD+ berbeda dengan pelatihan bertema serupa yang digelar jajaran Kemdikbud.

”Kami bisa mengontekskan lingkungan sekitar dan kearifan lokal dengan pendidikan dengan nyata,” kata Fujiyanti, guru SMAN 2 Kuala Kapuas.

Siswa kini dikenalkan dengan jenis pohon seperti ulin, jelutung, dan galam. Siswa, misalnya, diajak menghitung luasan gambut terbakar dalam pelajaran matematika.

”Karena menarik, para guru peserta pelatihan ESD tidak kepikiran mencuri waktu bepergian selama pelatihan. Kami bersemangat agar siswa mengenal lingkungannya,” kata guru SMPN 4 Selat, Joko Susila. (GSA)

Sumber: Kompas 12 Februari 2013 hlm. 13

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Tags: , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply