PEMBANGUNAN HIJAU: Pemerintah Diminta Koreksi Pasar

18 - Feb - 2013 | adplus

JAKARTA, KOMPAS – Pemerintah diminta mengoreksi cara kerja pasar di tengah gencarnya pembangunan yang menekankan pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari peningkatan kesejahteraan sosial dan keutuhan lingkungan.

”Mengejar pertumbuhan, lingkungan alam dieksploitasi untuk memenuhi hasrat pertumbuhan. Penekanan ini terbukti mengabaikan kesejahteraan sosial berkeadilan dan menghancurkan alam,” kata pemerhati lingkungan Emil Salim pada peluncuran buku Demi Bumi, Demi Kita: Dari Pembangunan Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau di Jakarta, Jumat (15/2). Buku ditulis Guru Besar Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB) Surna Tjahja Djajadiningrat dan dosen Program Pendidikan Pascasarjana Universitas Sahid Sutanto Hardjolukito.

Kemiskinan dan kehancuran lingkungan sejak akhir abad ke-20, lanjut Emil, merupakan akibat penekanan pembangunan pada aspek pertumbuhan.

Menurut Emil, pemerintah sebagai agen pembangunan harus bertanggung jawab mengubah wawasan pembangunan.

”Penekanan pada pertumbuhan harus berbarengan dengan penekanan yang sama pada kesejahteraan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Pembangunan tidak saja menyangkut aspek materi-ekonomis, tetapi juga terkait kehidupan sosial dan keutuhan alam,” kata dia.

Bentuk tanggung jawab pemerintah adalah mengoreksi cara kerja pasar (industri/perusahaan). Tanggung jawab ini bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk regulasi dan program kerja.

Emil menambahkan, pemerintah sebenarnya mempunyai skema pembangunan berkelanjutan dalam 4P, yaitu propertumbuhan, prokemiskinan, propekerjaan, prolingkungan. ”Hanya saja, tingkat implementasinya belum terlalu kuat,” kata dia.

Surna menyatakan, krisis lingkungan yang dihadapi dunia sekarang lebih sebagai krisis persepsi. Sistem pembangunan masih menggunakan paradigma lama, yaitu pertumbuhan yang mengeksploitasi alam tanpa memerhatikan keberlanjutannya.

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya menyampaikan, penataan dasar-dasar pembangunan terus dilakukan untuk meminimalkan kerusakan lingkungan. (K01)

Sumber: Kompas 18 Februari 2013 hlm. 13

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Trackback | 0 Comments

Leave a Reply