Pembangunan Pabrik Semen Diminta Tak Dihalang-halangi

20 - Feb - 2013 | adplus

Rembang-PT Semen Indonesia Tbk akan memulai pembangunan pabrik baru di Kabupaten Rembang, dengan ditandainya pencanangan penyiapan lahan tambang pabrik semen di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem oleh Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Sabtu (16/2) kemarin.

Bibit Waluyo mengatakan, pembangunan pabrik semen ini harus didukung, karena bisa meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar pabrik. Dia juga berpesan kepada pihak yang terlibat pembangunan pabrik semen ini untuk mengutamakan pekerja asal Rembang, khususnya desa-desa di sekitar pabrik.

Gubernur menyebutkan, di Jateng ada tiga tempat yang akan didirikan pabrik semen. Pertama di Banyumas yang sudah lebih dulu dibangun pabrik semen, namun belum rampung. Kemudian menyusul Rembang yang kini sudah dilakukan pencanangan penyiapan lahan tambang. Sedangkan satunya lagi di Wonogiri yang kini masih dalam proses.

Menurut dia, pembangunan pabrik semen jangan dihalang-halangi, karena untuk mendukung program pembangunan nasional, utamanya infrastruktur. Ke depan nanti semua jalan sudah tidak lagi menggunakan aspal, karena kurang efisien. Sebagai penggantinya menggunakan semen dengan cara dibeton.

“Pembangunan jalan tol Semarang-Solo juga menggunakan konstruksi beton. Termasuk pembangunan irigasi yang ada di desa-desa juga menggunakan semen. Makanya pembangunan pabrik semen jangan dihambat, biar proses pembangunan nasional bisa berlangsung mulus,” jelasnya.

Bupati Rembang H Moch Salim menegaskan, pembangunan pabrik semen oleh PT. Semen Indonesia sudah sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sehingga dapat direalisasikan dengan baik. Pembangunannya memiliki izin lengkap dari banyak pihak, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat.

Proses pembangunan pabrik semen ini, tambah Moch Salim, akan menyerap ribuan tenaga kerja. Sesuai janji PT Semen Indonesia, sebagian besar tenaga kerjanya akan diambil dari daerah Rembang.

Yang pasti, keberadaan pabrik semen ini akan berdampak positif bagi perkembangan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Rembang. Selain itu, keberadaan pabrik semen juga berkontribusi mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD).

Pengadaan Lahan

Sementara Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk Dwi Soetjipto mengemukakan Dwi, saat ini perseroan telah menuntaskan pengadaan lahan seluas sekitar 200 hektar dengan kemampuan tambang setara deposit 30 tahun.

Perseroan saat ini tengah memproses tukar-menukar kawasan hutan di Rembang dalam skema pinjam pakai yang mengharuskan Semen Indonesia menyiapkan lahan yang siap dihutankan sebagai ganti dari wilayah hutan yang akan digunakan untuk kepentinan produksi perseroan.

“Kami terus berkoordinasi dan meminta pertimbangan teknis dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM serta Kementerian Kehutanan sebagai otoritas kehutanan. Kami selalu taat pada aturan yang menagunjukkan setiap investasi perseroan adalah investasi yang bertanggung jawab,” kata Dwi Soecipto.

Selain lahan, perseroan juga telah melakukan proses pengadaan peralatan utama pabrik baru tersebut. Lebih dari 85 persen proporsi material pabrik ditunjang peralatan yang dihasilkan di dalam negeri.

Konstruksi sipil, pemasangann mesin dan peralatan, serta elektrikal dan instrumentasi dari pabrik ini 100 persen akan dikerjakan kontraktor dalam negeri dengan nilai investasi mencapai R. 3,7 triliun.

“Sebagaimana pabrik-pabrik kami baru lainnya, pabrik di Rembang ini juga dikerjakan secara swakelola. Pabrik ini tidak hanya menjadi kebanggaan Grup Semen Indonesia, tapi juga menjadi kebanggan nasional karena menjadi bukti bahwa industri manufaktur, permesinan, dan konstruksi lokal telah mampu mewujudkan pabrik berkelas dunia,” katanya.

Konstruksi pabrik akan dimulai pada kuartal pertama 2013 sampai kuartal pertama 2016 yang melibatkan sekitar 3.500 tenaga kerja proyek. Commissioning pabrik ditargetkan pada awal 2016. “Kami taretkan pabrik sudah bisa beroperasi penuh mulai kuartal ketiga 2016,” ujarnya.

Dengan tambahan pabrik baru di Rembang, Sumatera Barat serta pabrik-pabrik baru lainnya, kelompok perusahaan semen terbesar di Indonesia ini akan mempunyai kapasitas 36,5 juta ton per tahun pada 2016 (jl-40)

Sumber: Suara Merdeka 18 Januari 2013 hlm. 31

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Tags: , , Trackback | 1 Comment

One Response to “Pembangunan Pabrik Semen Diminta Tak Dihalang-halangi”

  1. Pak Gubernur Jateng dan Pak Bupati Rembang, ini Demokrasi. Rakyat berhak mengutarakan pendapat dan berpartisipasi. Jangan neo-otoriter dg kekuasan. Anda itu pelayan rakyat. Jangan jadi juragan rakyat.

Leave a Reply