LINGKUNGAN GLOBAL: Kontrol Kerusakan Lingkungan Lemah

23 - Feb - 2013 | adplus

Jakarta, Kompas – Kontrol laju kerusakan lingkungan hidup di Indonesia rendah. Hutan Indonesia yang diharap menjadi paru-paru dunia telah lama mengalami deforestasi dan degradasi kualitas yang tajam.

”Bila lingkungan hidup rusak, rakyat kecil yang langsung merasakan dampaknya,” ujar Ali Maskur Musa, yang menjadi wakil Indonesia pada pertemuan Dewan Pengatur/Forum Menteri Lingkungan Global (GC/GMEF) Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) di Nairobi, Kenya, kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (22/2).

Pada pertemuan itu, lanjut Ali, Indonesia terlibat dalam kelompok kerja audit lingkungan dari Supreme Audit Institution Working Group on Environment Audit.

”Di Nairobi, kami menyampaikan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) mulai terlibat audit lingkungan. Audit lingkungan adalah alat manajemen. Dari audit diketahui cara mencegah kerusakan dan merehabilitasi kerusakan itu,” katanya.

Ia menilai, pada upaya menyelamatkan lingkungan, hukum adalah instrumen terpenting. ”Untuk itu, pemerintah harus mendesain dan menerapkan aturan hukum secara efektif untuk menjamin keseimbangan keuntungan ekonomi, sosial, sekaligus lingkungan,” katanya.

Sementara itu, di Nairobi masuk usulan, penerapan konsep ekonomi hijau tidak lepas dari konteks pembangunan berkelanjutan dan pengurangan kemiskinan.

Rancangan itu diusulkan delegasi China pada hari keempat pertemuan. China berunding dengan negara-negara yang berkepentingan dan AS serta Uni Eropa. Usulan itu didukung Bolivia dan Brasil yang mengusulkan tambahan kalimat ”dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan pengurangan kemiskinan”.

Pada hari terakhir pertemuan, UNEP menetapkan Mongolia sebagai tuan rumah peringatan Hari Lingkungan Dunia (WED), April 2013. (UNEP/MBA/ISW)

Sumber: Kompas 23 Februari 2013 hlm. 12

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Tags: , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply