BENCANA ALAM: Puting Beliung Rusak 126 Rumah

1 - Mar - 2013 | adplus

Slawi, Kompas – Sedikitnya 126 rumah warga rusak akibat puting beliung yang melanda wilayah Kabupaten Tegal dan Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (27/2) malam. Meskipun tak ada korban jiwa, warga menderita kerugian materi karena harus memperbaiki rumah yang rusak. Bencana itu juga mengganggu aktivitas warga.

Di Tegal, puting beliung melanda 39 rumah di Desa Sigedong dan Dukuh Benda, Kecamatan Bumijawa. Demikian juga di Pemalang, puting beliung melanda 87 rumah di Desa Karangtengah, Ampelgading, dan Banglarangan, Kecamatan Ampelgading.

Sekretaris Camat Bumijawa Susilo mengatakan, dari 39 rumah yang rusak di Kecamatan Bumijawa, 2 rumah berada di Desa Dukuh Benda, sedangkan 37 rumah di Desa Sigedong. Dari 37 rumah tersebut, 2 rumah rusak parah, yaitu milik Dakir dan Suliwar, 2 rumah rusak sedang, dan 33 rumah rusak ringan.

Menurut dia, puting beliung terjadi pada malam hari pukul 20.00 saat hujan melanda wilayah Bumijawa. Pada saat itu, puting beliung muncul secara tiba-tiba dan menghantam rumah-rumah warga.

Pemerintah Kabupaten Tegal menyalurkan bantuan logistik kepada para warga. Warga bersama TNI, polisi, tim SAR, dan relawan sudah bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak. Warga yang rumahnya rusak parah dan belum selesai diperbaiki untuk sementara mengungsi di rumah tetangga atau saudara. ”Rumah yang rusak ringan bisa diperbaiki dengan gotong royong,” ujar Susilo.

Di wilayah Cerme, Benjeng, dan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu sore, angin kencang menyebabkan 82 rumah rusak, 2 kandang roboh, dan puluhan hektar tanaman padi siap panen ambruk. Sebagian padi akhirnya dipanen dini oleh petani.

8 tewas di Sumsel

Di Pasuruan, Jawa Timur, ratusan rumah di Kecamatan Gondang Wetan juga rusak diterjang angin puting beliung. Akibatnya, sejumlah orang terluka tertimpa material rumah yang berjatuhan. Angin puting beliung terjadi sekitar pukul 16.45.

Demikian juga di Magelang, Jawa Tengah. Hujan lebat disertai angin kencang dalam dua bulan terakhir akhirnya merusak banyak tanaman padi.

Di Yogyakarta, akibat tekanan udara rendah di selatan Jawa Barat dan perubahan pola angin di sekitar utara Jawa, terjadi gangguan cuaca berupa peningkatan suhu udara serta munculnya angin kencang.

Sementara itu, akibat longsor dan banjir di wilayah Sumatera Selatan, delapan orang dilaporkan tewas selama bulan Februari. Adapun kerugian akibat banjir yang berkepanjangan diperkirakan sampai lebih dari Rp 100 miliar. (WIE/IRE/ACI/ABK/EGI/DIA)
Sumber: Kompas, 13 Maret 2013 hlm. 22

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Trackback | 0 Comments

Leave a Reply