PARIWISATA: Pati dan Kudus Siapkan Wisata Goa Karst

4 - Mar - 2013 | adplus

PATI, KOMPAS — Pemerintah Kabupaten Pati dan Kudus, Jawa Tengah, merintis pengembangan pariwisata goa karst di Pegunungan Kendeng Utara. Pengembangan bertujuan untuk melestarikan Pegunungan Kendeng Utara dan meningkatkan pariwisata dalam Visit Jawa Tengah 2013.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pati Sigit Hartoko, akhir pekan lalu, mengatakan, pemerintah akan mengembangkan Goa Pancur di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen. Goa tersebut merupakan bagian dari kawasan karst Pegunungan Kendeng Utara.

Kawasan itu dikenal sebagai tempat keluarnya sumber air dari sungai bawah tanah. Selama ini, potensi pariwisata itu baru dimanfaatkan warga hanya dengan memanfaatkan air untuk sawah dan hidup sehari-hari.

”Kami akan mengembangkan Goa Pancur sebagai wahana susur atau jelajah goa. Kalau lorong goa air disusuri sampai sekitar 800 meter, ada pemandangan bagus berupa stalaktit dan stalagmit indah,” kata Sigit.

Menurut dia, di luar goa tersebut juga ada danau penampung air goa. Jika dinormalisasi dan ditata, danau tersebut bisa menjadi kawasan wisata air. Di kawasan seluas dua hektar itu akan dikembangkan fasilitas kegiatan luar ruang (outbound).

Tokoh masyarakat Desa Jimbaran, Suyitno (32), mendukung program pengembangan wisata Goa Pancur. Wisata yang mengedepankan jelajah goa itu diharapkan mampu mewadahi masyarakat sekaligus sebagai bentuk pelestarian lingkungan.

”Selain berwisata, para wisatawan juga bisa mengetahui tentang bentang alam karst melalui penjelajahan Pegunungan Kendeng Utara di Goa Pancur,” ujarnya.

Di Kudus, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus juga mengembangkan wisata goa karst Pegunungan Kendeng Utara di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan. Desa Wonosoco merupakan desa wisata alam dan budaya. Sebab, di desa itu terdapat sumber air dan wayang klithik atau wayang yang terbuat dari perpaduan kulit dan kayu.

Kepala Desa Wonosoco Sudarmin mengemukakan, di Wonosoco terdapat tiga goa, yaitu Goa Batu Cantik, Keraton, dan Surodipo. Di Goa Batu Cantik, misalnya, terdapat bebatuan karst aneka bentuk yang jika terkena cahaya akan berwarna keemasan. Di Goa Keraton terdapat susunan stalaktit dan stalagmit berbentuk naga.

”Kami memadukan goa di wilayah karst itu bersama paket wisata lain, seperti alam pedesaan, sumber air, dan pementasan wayang klithik,” ujarnya.(HEN)

Sumber berita: Kompas 04 Maret 2013 hlm.22
Foto: Dokumentasi JM-PPK

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Tags: , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply