Wungon #8: “Panen ra Keduman”

24 - Mar - 2013 | adplus

Gelaran Wungon memasuki putaran kedelapan dengan tema “Panen ra Keduman” (tak kebagian saat panen). Siapa yang tidak kebagian? Jelas petani. Pemilihan tema ini merupakan buah pemikiran dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) tentang begitu peliknya persoalan yang dihadapi oleh petani. Dalam diskusi Wungon ini terungkap bagaimana petani sangat tergantung pada pihak-pihak yang memanfaatkan kelemahan dan ketidaktahuan petani untuk kepentingan komersial mereka, misalnya para penjual benih, pupuk kimia dan pestisida. Petani dipaksa untuk membeli produk-produk berharga mahhal ini sehingga membuatnya terbelit hutang yang membenamkannya semakin dalam ke kubangan lumpur kemiskinan. Hutang yang kadang bahkan tak bisa dilunasi saat panen karena hasil panen yang tak mencukupi.
Hal lain yang makin membuat petani tak kebagian hasil panen adalah kebijakan negara yang tidak pro-pertanian. Saat ini ESDM sedang mengagendakan delienasi (pemetaan) ulang karst dengan melibatkan para akademisi dan dinas ESDM dan BLH tingkat kabupaten dan provinsi. Salah satu kawasan kart yang dipetakan adalah kawasan karst Pegunungan Kendeng Utara yang selama ini diperjuangkan kelestariannya oleh JM-PPK. Agenda delienasi ini digambarkan sebagai sebuah perang untuk memenangkan kepentingan masing-masing. Pihak-pihak yang menginginkan pabrik semen pasti menggambarkan Kendeng ini wilayah yang tandus dengan meminimalisir data tentang keberadaan banyak mata air, sedangkan mereka yang pro lingkungan pasti akan menggambarkan Kendeng sebagai wilayah yang subur dengan memperlihatkan seluruh potensi air dan pertanian di wilayah Kendeng. Nah, perang untuk mencitrakan Kendeng sebagai wilayah yang subur inilah yang menjadi gawe besar JM-PPK saat ini, dan Wungon menjadi salah satu media yang digunakan.

Memainkan gamelan Kyai Laras Kendeng

Memainkan gamelan Kyai Laras Kendeng


Seni Mandiling dari Pati Utara turut memeriahkan Wungon kali ini.

Seni Mandiling dari Pati Utara turut memeriahkan Wungon kali ini.


Karena banyaknya penonton di Omah Kendeng, sampai-sampai harus menonton dari atas perahu di depan Omah.

Karena banyaknya penonton di Omah Kendeng, sampai-sampai harus menonton dari atas perahu di depan Omah.


Orkes kroncong Ngajeng Kori menghangatkan suasana malam di Omah Kendeng

Orkes kroncong Ngajeng Kori menghangatkan suasana malam di Omah Kendeng


Wungon untuk segala usia.

Wungon untuk segala usia.


Mari melawan dengan gembira

Mari melawan dengan gembira

Teks: Mokh Sobirin
Foto: “Ragil” Kuswanto

Depan | RSS 2.0 | Kategori: foto,kegiatan | Tags: , , , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply