LINGKUNGAN HIDUP: Tolak Pabrik Semen, Presiden Disurati

18 - Apr - 2013 | adplus

REMBANG, KOMPAS – Masyarakat yang menolak pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka berharap Presiden menolak pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia demi menjaga lingkungan hidup, khususnya bagi pertanian dan sumber mata air.

Surat dikirimkan oleh 15 warga yang mendatangi Kantor Pos Cabang Rembang Kota, Rabu (17/4). Selain membawa surat beramplop coklat, mereka juga menggelar aksi teatrikal. Dalam aksinya, mereka mengenakan caping petani dan menutup mulut dengan isolasi berwarna hitam. Caping dan tutup mulut itu simbol petani yang dibungkam dan tak boleh bersuara.

Sumarno (26), koordinator aksi Paguyuban Warga Tegaldowo, mengatakan, dalam suratnya, warga berharap Presiden mengambil kebijakan terkait pembangunan pabrik semen di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Rembang, dan sosialisasi terbuka terkait rencana pembangunan pabrik itu. Diharapkan juga, petani tetap dibiarkan mengelola pertanian sambil melindungi Gunung Watu Putih yang merupakan sumber mata air bagi pertanian dan warga.

”Kami harap Presiden menjawab surat dan memenuhi permintaan kami,” katanya.

Selain ke Presiden, warga juga mengirim surat yang ditulis tangan itu kepada Bupati Rembang Moch Salim, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, DPR, DPRD Kabupaten Rembang, dan PT Semen Indonesia. Surat ditandatangani 108 warga Desa Tegaldowo, yang direncanakan sebagai tapak dari pabrik semen tersebut. Lokasi pabrik dan tambang akan berada di Desa Tegaldowo, Desa Kajar, Desa Timbrangan, Desa Pasucen, dan Desa Kadiwono. Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Rembang memberikan izin lokasi 900 hektar di daerah itu.

Investasi yang ditanamkan PT Semen Indonesia untuk membangun pabrik semen mencapai Rp 3,8 triliun. Pabrik yang berkapasitas produksi 3 juta ton semen itu dijadwalkan dibangun tahun 2013-2016.

Ketua Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni mengatakan, pemerintah dan tim analisis soal dampak lingkungan telah menyosialisasikan rencana pembangunan pabrik semen itu kepada masyarakat yang terkena dampak pembangunan. (HEN)

Sumber berita: Kompas, Kamis 18 April 2013 hlm. 22
Foto: kotakurembang.blogspot.com

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Tags: , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply