BAHAN BAKAR: Petani Dipermudah Dapatkan Solar

22 - Apr - 2013 | sobirno

Pasuruan, Kompas – Pembatasan solar sangat memberatkan para petani. Ke depan, Kementerian Pertanian akan merencanakan membuat semacam kartu anggota petani pengguna solar untuk menjamin ketersediaan solar bagi pertanian.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan seusai menghadiri sosialisasi sensus pertanian yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jumat (19/4) malam, di Pasuruan, Jawa Timur.

”Yang masuk akal bisa direncanakan bagi petani dalam mengakses solar adalah dengan membuat semacam keanggotaan bagi petani agar mereka selalu bisa mengakses solar atau Premium di stasiun pengisian bahan bakar. Tentunya dengan harga subsidi,” ujar Rusman.

Selama ini pembelian solar bagi petani, menurut Rusman, masih menggunakan surat keterangan dari kepala desa atau dinas terkait, yang menyatakan pembelian solar tersebut benar-benar untuk sektor pertanian.

”Tapi itu bukan suatu sistem. Ke depan kami akan bicarakan dengan Kementerian ESDM dan Pertamina mengenai hal ini. Agar setiap saat dibutuhkan, petani bisa mengakses bahan bakar dengan mudah,” ujar Rusman.

Sektor pertanian, menurut Rusman, berbeda dengan perikanan, di mana nelayan bisa mendapatkan solar melalui stasiun pengisian bahan bakar nelayan secara khusus. ”Kalau sektor pertanian sulit untuk menerapkan hal semacam itu. Sektor pertanian tersebar. Tidak menempati pos-pos atau lokasi-lokasi tertentu seperti nelayan. Saya kira hal yang paling masuk akal untuk petani adalah dengan menggunakan sistem membership itu,” ujarnya.

Selama ini petani membutuhkan solar misalnya untuk bahan bakar traktor, mesin pompa air, dan mesin penggiling padi. Dengan adanya pembatasan solar bersubsidi ini, petani mulai kesulitan mengakses solar untuk pertanian. (DIA)

Sumber berita: Kompas, Senin 22 April 2013 hlm. 17.

Foto: life.nationalpost.com

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Tags: , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply