Ini Lima Permintaan Hatta kepada Freeport

2 - Aug - 2013 | adplus

1242024780x390
JAKARTA, KOMPAS.  Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengajukan sejumlah permintaan terhadap PT Freeport Indonesia. Hal ini terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA) milik Indonesia di masa mendatang.

“Dalam konteks ini, kita susun strategi. Kepada Freeport, saya minta lima saja,” kata Hatta saat ditemui di Hotel Cempaka Jakarta, Rabu (31/7/2013).

Hatta menginginkan, pertama, Freeport mau membangun pabrik pengolahan dan pemurnian logam (smelter) di tanah air. Kedua, Freeport harus melepas sebagian lahan yang kini dikuasai. Ketiga, Freeport harus mau melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di Indonesia. Keempat, meningkatkan royalti ke pemerintah pusat. Kelima, meningkatkan peran serta putra daerah dan perusahaan-perusahaan daerah untuk bekerja atau bekerjasama dengan Freeport.

“Soal divestasi, kami ingin saham 51 persen. Ini menjadi pegangan kita untuk mengelola masa depan usaha kita,” tambahnya.

Seperti diberitakan, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, PT Freeport Indonesia akan melakukan divestasi saham hingga 15 persen. Sekitar 10 persen akan ditawarkan ke pemerintah dan sisanya 5 persen akan dijual secara terbuka.

Rencananya, 5 persen saham tersebut akan dilepas di lantai bursa. Jika pemerintah pusat memutuskan tidak mengabil tawaran ini, 10 persen saham Freeport akan ditawarkan kepada Pemda Papua atau BUMN. “Pemda juga berniat untuk memiliki saham ini,” kata Hidayat usai pertemuan dengan Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Roziq B Soetjipto.

Saat ini, sebanyak 90,64 persen saham PT Freeport Indonesia dimiliki oleh Freeport McMoran Copper & Golden Inc. Sementara itu, sisanya, sebesar 9,36 persen, dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Kewajiban divestasi Freeport diatur di dalam Pasal 24 Kontrak Karya Perpanjangan 1991.

Nantinya secara total Freeport akan melepaskan 25 persen sahamnya. Sebanyak 20 persen nantinya akan dipegang oleh pemerintah dan 5 persen akan dilepas di bursa saham. “Itu sudah diatur di kontrak karya Freeport,” kata Hidayat.

Sayangnya, Hidayat enggan memastikan kapan divestasi saham Freeport akan dilakukan. Yang jelas, kata dia, saat ini Freeport akan fokus pada kerja sama pembangunan smelter. “Barangkali setelah smelter selesai,” katanya.

Sumber berita : Kompas : Kamis, 1 Agustus 2013

Foto : kompas

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Trackback | 1 Comment

One Response to “Ini Lima Permintaan Hatta kepada Freeport”

  1. mas joko says:

    Alangkah kuatnya Freeport, sampai pemerintah Indonesia harus ngemis2 bagian dari tanahnya sendiri. Hanya berani “mengharap”, tanpa bisa menekan, apalagi kasih detlin. Pak Presiden, bagaimana sikap anda?

Leave a Reply