Gugusan Bukit Karst Benteng Timur Laut Tuban (Seri 3)

20 - Aug - 2013 | adplus

GUNUNG SINGGET TERAJAM

TUBAN – Gunung Singget berada di Dusun Singget Desa Pucangan Kecamatan Palang, salah satu deret ketiga dari gugusan bentukan karst positif (ke atas) beberapa tahun nampak terajam oleh penambangan, beberapa potensi geology dan budaya hampir lenyap.

Bentukan bukit karst Gunung Singget berada di segmen Karst Tuban bagian utara berbatasan dengan Laut Jawa disusun oleh batu gamping yang sebagian terkarstifikasi (proses karst), singkapannya membentuk perbukitan Karst Plato dengan puncak datar berketinggian lebih dari 50 mdpl (Hanang Swamodra, April 2001).

“Gunung singget terdapat 11 goa vosil (tak berair), dengan berbagai ukuran dan dihuni oleh beberapa biota goa“ kata Edy Toyibi, Direktur Cagar yang pernah memetakan bersama kelompok Pecinta Alam MAHIPAL pada tahun 2002.

Sebelas goa tersebut adalah Goa Celeng, Mario, Kembar I – II, Masjid, Butul, Nganten I – II, Terus, dan Goa Gondoruwo, dengan kedalaman panjang lorong variatif dari ceruk 3 – 33 m “Semua itu terletak di dinding namun terbanyak di atas bukit (top hil)” ujar Edy menambahkan.

Dari pantauan sosialnews kondisi sekarang sudah porak-poranda akibat penambangan ekstraktif batuan kapur dari semua sisi, sisi barat, timur, utara, selatan dan sisi atas (puncak), semua tersentuh. “Dari aktivitas tambang tersebut merubah morfologi (bentuk permukaan), bahkan hampir semua goa dikepras sampai tak terbentuk aslinya,“ ujar Edy saat melihat dari dekat.

Gunung singget di marak tereksploitasi mulai tahun 1990-an semula tambang rakyat kecil-kecilan untuk batu bata bahan bangunan, beberapa tahun terakhir malah menggunakan alat berat. Pengusaha besar lokal Tuban dan dari luar kota sebagai bos-nya, “Bahkan ada diantaranya orang dekat kekuasaan sekarang di Tuban,“ sindir Edy.

Ada yang menarik di antara goa-goa tersebut yang mempunyai nilai antropologi, seperti nama Goa Masjid, konon pada zaman syiar agama Islam tempat ini dipakai oleh salah satu Sunan untuk I’tikaf (berdiam dzikir didalamnya).

Lain lagi dengan Goa Gondoruwo, dipercaya masyarakat sekitar, berdasarkan cerita yang berkembang, dahulu sering terjadi penampakan yang dipastikan sebagai mahluk Astral Gondoruwo, “Itu syah saja sebagai pengakayaan kearifan lokal, Mas“ tandas Edy, singkat menanggapi.

“Gunung Singget sudah terajam semua potensi geologi dan sosial budayanya, tinggal menunggu lenyap dari permukaan bumi Tuban, jika pemangku kebijakan tak arif menyikapi,“ papar Edy pendek. * (snc/at).

Sumber: http://sosialnews.com/lingkungan-hidup/gugusan-bukit-karst-benteng-timur-laut-tuban-seri-3.html

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Trackback | 0 Comments

Leave a Reply