Pers Release Aksi JM-PPK 09 September 2013: Penyelamatan Lingkungan Tanggungjawab Siapa?

9 - Sep - 2013 | adplus

Seakan tak ada habisnya warga di Pegunungan Kendeng Utara harus berhadapan dengan niat investor pertambangan yang akan mengeksploitasi kawasan ini. Masih segar diingatana kita tentang bagaimana kerasnya waraga melakukan penolakan rencana pendirian dan penambangan pabrik semen PT. Semen Gresik di wilayah Kecamatan Sukolilo dan Kayen hingga menyebabkan bentrokan dan rusaknya ikatan social antar warga. Kini muncul kembali rencana pembangunan pabrik semen PT. Indocement yang akan membangun pabrik di wilayah Kecamatan Kayen dan Tambakromo. Adanya rencana penambangan ini menjadi mimpi buruk bagi kami karena ancaman perusakan lingkungan, bencana alam dan dampak social yang akan diakibatkan. Apakah kami harus terus menerus hidup dalam ancaman seperti ini?

PT. Indocement mendapatkan ijin pinjam pakai eksplorasi 5.000 ha dari Kementerian Kehutanan dan ijin eksploitasi hampir mencapai 700 ha dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah. Penggunaan tanah ini tidak bisa semata-mata dilihat sebagai penggunaan tanah untuk sebuah proyek pembangunan saja karena proyek pembangunan pabrik semen ini mempengaruhi wilayah di luar kawasan tersebut. Salah satu ancaman yang nyata akan terjadi adalah ancaman bencana kekeringan di area penambangan dan sekitarnya. Seperti kita tahu, tanah lapisan perbukitan kapur (eksokarst) merupakan area terdapatnya lubang resapan air (ponor) yang berfungsi menangkap air untuk kemudian dialirkan melalui sungai bawah tanah. Aliran sungai bawah tanah inilah yang selama ini dinikmati oleh warga Pegunungan Kendeng Utara lewat ribuan mata air yang tersebar di banyak titik.

IMG-20130908-WA0008Beberapa waktu lalu Wakil Direktur PT Indocement mengatakan di media bahwa perusahaannya akan mencukupi kebutuhan air dengan membangun waduk dan mencukupi kebutuhan air, pertanyaannya adalah: apakah uang mereka cukup untuk memenuhi kebutuhan air warga selama ini? Sampai kapan perusahaan bisa menyediakan air? Tentunya hanya sampai perusahaan ini berproduksi. Setelah itu siapa yang bertanggung jawab? Kebutuhan akan keamanan pangan dan sumber air tidak hanya dalam hitungan tahun tetapi juga harus mencakup kelangsungan kehidupan beberapa generasi yang akan datang. Dengan segala keterbatasan dan persoalan yang dihadapi, pertanian telah membuktikan diri sebagai satu sector pekerjaan yang sanggup memenuhi penghidupan dari generasi ke generasi. Jika melihat situasi Kabupaten Pati, selama ini wilayah Pati Selatan, terutama Kecamatan Sukolilo, Kayen dan Tambakromo dikenal sebagai wilayah dengan lahan pertanian paling luas diantara kecamatan yang lain. Jika lahan pertanian paling subur pun harus digusur untuk kepentingan lain, lantas bagaimana bisa negeri ini disebut sebagai negeri agraris? Menjadi sebuah pertanyaan besar jika pemerintah kabupaten Pati tidak mengoptimalkan potensi pertanian ini tetapi malah menggadaikannya untuk kepentingan industry dan pertambangan di tengah membanjirnya produk impor pertanian.

Ancaman tidak hanya berupa krisis pangan melainkan ancaman terjadinya bencana akibat kerusakan alam, seperti banjir yang sekarang menjadi ancaman nyata bagi pemukiman dan persawahan di kawasan Pegunungan Kendeng Utara. Bencana yang terus mengintai menjadikan warga kritis untuk menyikapi berbagai kegiatan yang menyebabkan kerusakan lingkungan, salah satunya adalah rencana pembangunan pabrik semen. Dalam sebuah aksi pengumpulan tanda tangan penolakan pembangunan pabrik semen, telah terkumpul lebih dari 6.000 tanda tangan warga dari tiga kecamatan yang kemudian di serahkan kepada Kementrian Lingkungan Hidup pada tanggal 11 Juni 2011 sebagai bukti komitmen warga melindungi lingkungan. Sikap kami ini seakan tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah karena di beberapa kesempatan Bupati Pati dan jajarannya, termasuk Badan Lingkungan Hidup, dengan terang-terangan menyatakan dukungan kepada rencana pembangunan pabrik semen. Jika seperti ini yang terjadi, lalu tugas perlindungan lingkungan itu tanggung jawab siapa?

Yen bumi iki arep mbok degki pabrik-pabrik terus mbok tambang rina wengi, dudu wong-wong tani thok sing bakali cuthes. Nanging uga wit-witan lan kewan-kewan uga bakal bakale cuthes, cures, tumpes, ludes.

Depan | RSS 2.0 | Kategori: artikel | Tags: , , , Trackback | 1 Comment

One Response to “Pers Release Aksi JM-PPK 09 September 2013: Penyelamatan Lingkungan Tanggungjawab Siapa?”

  1. bejo says:

    Ra jelas ora ono hukti nek LSM iso ngayai wong okeh nyatene okeu aing podo ngrusak neng lokasi liyo.
    Ngangikke masyarakat gur ngo golek duwit sing ora ono manfaate ngo masyarakat payah payah

Leave a Reply