Warga Bubarkan Pelatihan Kompetensi Guru

29 - Nov - 2013 | adplus

* Didanai PT Semen Indonesia

REMBANG- Puluhan warga Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang mendatangi sekolah dasar (SD) Timbrangan, Rabu (27/11) pagi.

Massa yang didominasi ibuibu itu, berniat membubarkan kegiatan pelatihan kompetensi guru yang digelar PT Semen Indonesia (SI). Warga yang menolak kehadiran pabrik semen membentangkan poster berisi penolakan pendirian pabrik.

Mereka menyatakan siap menghadang apa pun kegiatan yang dilakukan manajemen PT SI, yang bertujuan melakukan pendekatan kepada warga masyarakat di sekitar lokasi rencana pabrik.

Nyono (40), salah seorang warga, mengaku khawatir anakanak terpengaruh jika perusahaan sudah mulai masuk ke sekolah. Massa awalnya hanya berkumpul di depan SDN Timbrangan. Namun karena tak satu pun perwakilan PT SI tiba di lokasi, warga akhirnya masuk ke lingkungan sekolah.

Menyisir

Mereka menyisir setiap ruangan kelas SDN Timbrangan. Saat aksi digelar, pengelola sekolah tengah menggelar monitoring sistim mengajar guru yang juga dihadiri petugas UPT Dinas Pendidikan (Disdik) Kecamatan Gunem dan perwakilan sebuah lembaga pelatihan. Massa menuding kegiatan itu didanai PTSI. Mereka mendesak kegiatan dihentikan.

Akibat aksi itu, kegiatan belajar mengajar siswa sempat terganggu. Terus didesak warga, Plt Kepala SDN Timbrangan Dwi Joko Supriyanto mengaku, hanya sebatas menerima bantuan program. Apalagi untuk menggelar kegiatan peningkatan kompetensi guru menggandeng lembaga tertentu biayanya sangat mahal. ”Untuk sekali pelatihan seperti ini, setidaknya dibutuhkan anggaran Rp 5 juta.

Selama program berlangsung, sekolah atau guru tidak dipungut biaya. Kami menerima karena untuk kemajuan sekolah,” jelasnya. Sekretaris Perusahaan PT SI Agung Wiharto melalui Humas Muhammad Faiq Niyazi mengakui, pelatihan itu memang digelar dengan bantuan dana dari perusahaan.

Bina Lingkungan PTSI menggandeng PT Inzaghi Surabaya menggelar pelatihan pendidikan karakter untuk murid, dan kompetensi guru di sekolah yang berada di ring satu lokasi pabrik. Pelatihan untuk mengubah pandangan masyarakat agar lebih perpikir maju, dan kompetensi guru meningkat, sehingga tidak kalah dibanding daerah lain.

”Terkait penolakan warga, kami menilai karena belum tahu niat kami, dan kurangnya komunikasi saja. Ini akan menjadi pembelajaran ke depan bagi kami,” katanya. (H62-40,88)

Sumber berita: Suara Merdeka 28 November 2013
Sumber foto: http://skately.com/img/library/print/large/alien-workshop-government-brainwash-1996.jpg

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Tags: , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply