Banjir Pati Selatan

28 - Jan - 2014 | Aziz Wisanggeni

Sampai hari ini (27/01) banjir di kabupaten Pati sejak lima hari kemarin belum juga surut. Khususnya yang berada di wilayah Pati selatan yaitu kecamatan Kayen yang meliputi desa Srikaton, Pasuruan, Pesagi dan Talun. Rata-rata ketinggian air di wilayah ini mencapai 1,5 m. Sehingga masyarakat harus mengungsi ketempat yang lebih aman yaitu ke rumah saudara, masjid, mushola dan madrasah.
Dukuh Popoh Anyar yang merupakan bagian dari desa Srikaton dengan penduduk berjumlah kurang lebih 125 KK mengungsi ke dua tempat yaitu desa Cengkal Sewu dan Srikaton. Desa Srikaton sendiri pada hari pertama bagian barat ketinggian air mencapai 1,5 m. Dan kini sudah mulai surut dengan ketingian air masih mencapai 50 cm.
Sedangkan masyarakat desa Pasuruan lebih banyak mengungsi di masjid dan saudara mereka, setelah 4 hari air mulai menyurut mereka menempati balai desa. Sedangkan akses jalan menuju kedesa tersebut yang melintasi desa Pesagi dukuh Tapen tak bisa dilewati kendaraan karena genangan air masih cukup tinggi yaitu mecapai 100 cm, untuk menuju ke desa Pasuruan harus melewati desa Trimulyo.

Kondisi banjir di dkh Tapeh desa Pesagi Kec. Kayen.

Kondisi banjir di dkh Tapeh desa Pesagi Kec. Kayen.

Sama halnya dengan masyarakat desa Pesagi bagian utara dukuh Tapen, genangan air masih cukup tinggi, termasuk air yang menggenangi jalan menuju ke desa pasuruan 75 cm. “Baru kali ini banjir masuk ke desa kami, dalam tiap Genangan air berkurang kira 25 cm”, kata ibu Sumarsih yang tinggal di dukuh Tapen desa pesagi. Hal serupapun terjadi di desa Talun bagian utara dengan ketinggian air mecapai 1 m. Tak urung tambak milik masyarakat yang jumlahnya hektaran terendam banjir.
Sedangkan diwilayah kecamatan Sukolilo banjir menggenangi desa Kasiyan dan dukuh Siyan Anyar, Gadu, Baturejo, Wotan, dan Jongso, Baliadi dan Galiran. Sama halnya dengan pengungsi di wilayah Kayen mereka menempati musholla, balai desa dan rumah saudara. Sedangkan untuk dukuh Siyan Anyar mereka menempati posko rumah panggung yang sudah disediakan oleh pemerintah.
Sejauh ini bantuan sudah mengalir dari berbagai pihak dengan pendistribusiannya dibantu oleh perangkat desa setempat, mulai dari nasi, beras mie instan dll. Sedangkan dari puskesmas kayen memberikan bantuan pengobatan geratis dengan menempati rumah salah satu warga di desa Pesagi.
Kemungkinan banjir yang ada diwilayah ini akan berlangsung lama, karena air banjir yang masuk kedesa-desa ini sangat jernih. Meski begitu sudah banyak pengungsi yang kemabali menempati rumahnya.
Dampak Banjir
Akibat banjir yang melanda wilayah kecamatan Kayen dan Sukolilo ini banyak petani yang merugi karena padi mereka yang siap panen terendam banjir. Sedangkan padi yang sudah dipanen tak dapat dikeringkan sekaligus karena curah hujan yang cukup tinggi. “Meski padi sudah kami panen, tapi kalau curah hujan masih seperti ini membuat padi kami busuk, berubah jadi hitam dan tumbuh. Yang jelas ini kalau dijualpun harganya rendah”. Tandas Jumadi petani asal desa Srikaton yang harus membawa padi hasil panenya untuk di jemur di desa Brati.
Kerugian tak hanya dirasakan oleh petani padi, namun petani tambak khususnya yang ada di desa Talun juga mengalami kerugian yang cukup besar, karena seluruh tambak tersapu banjir. Tambak yang berada letaknya di sebelah barat desa ini sebtulnya sudah menjadi langganan banjir karena tanah yang mereka buat tambak semula adalah rawa-rawa.
Dampak lain dari banjir bagi masyarakat kecamatan Kayen dan Sukolilo yaitu kelangkaan BBM khususnya bensin. Sejak lima hari terakhir harga bensin yang semula eceran Rp 7.000.00, menjadi berfariatif ada yang Rp 8.000.00, sampai Rp 15.000.00. Kenaikan harga BBM ini dikarenakan jalan akses dari Pati ke kecamatan Gabus, Kayen dan Sukolilo tergenang banjir yaitu sekitar sungai Tanjang dan Ngantru.
Selain BBM gas LPG-pun ikut naik yang semula berkisar Rp 17.000.00 sampai Rp 25.000. meski harga BBM dan LPG ini naik, sampai saat ini barang masih sulit didapatkan. Kebanayakan para pedagang mendapatkan BBM dari kabupaten Grobogan untuk dijual di wilayah ini.
“Kenaikan harga bensin ini nanti juga akan kembali seperti biasanya, setelah banjir yang menggenangi jalan Pati-Kayen sudah surut” Ujar sutris pedagang bensin eceran.

Reporter: Aziz Wisanggeni

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita | Tags: , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply