Membantu Korban (Melawan) Banjir

5 - Feb - 2014 | Aziz Wisanggeni

Banjir di wilayah Pantura Jawa masih menjadi derita bagi warga Pantura sampai saat ini. Hingga awal bulan Februari banjir masih menggenangi beberapa daerah, antara lain Pekalongan, Kudus, Demak dan Pati. Salah satu wilayah yang terkena banjir cukup parah adalah wilayah Pati Selatan, termasuk desa Pasuruan Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Ratusan rumah tergenang dan banyak warga yang harus mengungsi karena situasi banjir yang belum juga reda.

sembako2-edBerbekal informasi awal tentang situasi banjir dan data kebutuhan warga, puluhan muda-mudi anggota Laskar Kendeng datang ke desa Pasuruan untuk melakukan beberapa kegiatan sebagai aksi solidaritas untuk korban banjir Pati Selatan. Mengingat pentingnya cadangan pangan untuk korban banjir, kegiatan pertama yang kami lakukan adalah memberikan bantuan sembilan bahan pokok (sembako). Langkah ini kami rasakan perlu dilakukan mengingat terputusnya akses jalan keluar masuk desa membuat warga kesulitan untuk membeli bahan kebutuhan makanan ke pasar terdekat.

nonton-edKondisi banjir membuat warga tidak leluasa untuk bekerja. Berbekal proyektor, laptop dan beberapa film, kami mencoba menghibur masyarakat yang sedang dilanda bencana banjir dengan pemutaran film di balai desa Pasuruan. Selain sebagai sarana hiburan, film juga bisa menjadi media untuk menjelaskan kepada warga mengenai pentingnya alam dan bagaimana warga harus menjaganya.

Pada keesokan harinya, Laskar Kendeng bersama warga bergerak bersama membersihkan sampah non organik yang berada di jalan dan rumah warga. Sampah menjadi perhatian khusus kami karena dapat menjadi sarana berkembangnyan penyakit saat banjir dan paska banjir. Sedangkan sampah non organic akan berdampak buruk pada tanah karena plastic dan sejenisnya tak bisa diurai tanah dalam waktu singkat selain itu juga mengandung racun. Karena tak ada tempat pembuangan sampah akhir, dari Laskar Kendeng menaruhnya dalam karung kemudiian dikumpulkan jadi satu untuk diangkut. Kepala desa Pasuruan Warsito menyambut baik kedatangan Laskar Kendeng karena inisitif remaja tersebut. Yaitu dengan adanya sumbangan barang dan tenaga untuk membersihkan desanya.

sampah-edSebanyak apapun bantuan yang diberikan oleh banyak pihak, ini hanya lah sementara karena banjir masih akan menjadi bencana yang harus diakrabi oleh warga Pati Selatan selama belum adanya perubahan dalam beberapa hal. Pertama, adanya kebijakan dari level pemerintah desa, Kabupaten hingga nasional yang melindungi kawasan Kendeng Utara dan Muria sebagai area resapan untuk Kabupaten Kudus dan Pati. Sambil menunggu keseriusan pemerintah, Laskar Kendeng telah melakukan kegiatan untuk mengembalikan fungsi hutan seperti dengan melakukan penanaman pohon. Akan tetapi tindakan ini masih belum bisa mengimbangi laju penggundulan hutan yang dilakukan sekelompok petani hutan dan para pencuri kayu.

Hal kedua yang penting untuk diubah adalah cara pandang kita sebagai masyarakat yang hidup di tengah bencana karena tanpa adanya perubahan pola hidup masyarakat maka kebijakan apapun akan sia-sia. Jadi untuk beberapa hal banjir ini bukanlah takdir melainkan akumulasi dari kebiasaan masyarakat yang tidak mempedulikan kelangsungan dan kelestarian alam. Sebut saja bagaimana kita memperlakukan sungai dan hutan.

Kepedulian terhadap lingkungan tak hanya sekedar wacana yang kami buat akan tetapi telah menjadi komitmen kami terhadap kemanusiaan. Semoga banjir kali ini menyadarkan kita untuk terus mengabarkan upaya pelestarian alam serta turut ambil bagian di dalamnya. Ikut merawat dan melestarikan alam lah yang menjadi harapan besar kami karena bantuan berupa uang dan barang berapa pun tak akan cukup untuk mengakhiri bencana.

Aziz Wisanggeni, Koordinator Aksi.

Foto: Jack “Gombol” Purnomo

Depan | RSS 2.0 | Kategori: artikel | Tags: , , , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply