RPP KARST: Utamakan Semangat Perlindungan

26 - Mar - 2014 | KOMPAS

BENGKULU, KOMPAS — Isi Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karst dijanjikan mengusung prinsip perlindungan bagi ekosistem yang sensitif itu.
Proses pembahasan RPP yang menjadi amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup itu pada tahap antar-kementerian.

”Minggu-minggu ini kami undang para pihak untuk mendapatkan masukan bagi RPP Karst,” kata Arief Yuwono, Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim, Senin (24/3), di Bengkulu.

Ia menanggapi permintaan Kuntoro Mangkusubroto, Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), agar ekosistem karst tak dibebani aktivitas tambang. Ekosistem karst berperan penting sebagai tandon atau cadangan sumber air bersih. Karst juga merekam peninggalan jejak peradaban nenek moyang.

Arief mengatakan, permintaan Kuntoro itu selaras semangat melindungi ekosistem karst. ”Nilai ekologi karst lebih tinggi dibandingkan dengan ekonominya,” kata dia.

Meskipun begitu, ia tak menjanjikan ekosistem karst bebas dari aktivitas pertambangan batu gamping untuk industri semen.

Menurut Arief, pengelolaan ekosistem karst harus dilakukan sesuai tata ruang. Namun, diakuinya, tata ruang itu pula yang kerap direvisi—bahasa halus untuk diakali—sebagai jalan masuk mengeksploitasi karst.

Oleh karena itu, diperlukan inventarisasi dan pemetaan akurat sebagai dasar perlindungan pengelolaan ekosistem karst. Pemetaannya dikaitkan program Satu Peta (One Map Policy) yang sedang dikerjakan Badan Informasi Geospasial.

Secara terpisah, Manajer Kampanye Tambang dan Energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Pius Ginting menyatakan mendukung agar ekosistem karst tak digunakan untuk tambang. ”Karst itu sensitif jika permukaannya dirusak, air intake ke undergroundwater/undergroundriver akan hilang,” kata dia.

Selain risiko kehilangan cadangan air, pembukaan karst juga bakal meningkatkan bahaya banjir dan erosi/sedimentasi kala hujan. Adapun daerah yang mengandalkan aliran sungai bawah tanah akan terancam kekeringan.

Dari sisi kekayaan keanekaragaman hayati, ekosistem karst pun sangat unik. Di goa-goa dan sungai bawah tanah dihuni spesies endemis, seperti kelelawar, udang spesial, dan ikan. (ICH)

Sumber berita: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000005659976

Depan | RSS 2.0 | Kategori: Kliping Media | Tags: , , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply