Tanam Bibit Buah di Kendeng Utara

1 - Apr - 2014 | Fridi A. Yeni

Minggu, 30 Maret 2014, sekitar pukul 07.00 WIB, matahari belum meninggi. Tanah di Bumi Perkemahan Sonokeling, Sukolilo, masih tampak basah tersiram hujan semalam. Di remang-remang kabut, puluhan petani dan warga yang sebagian besar tergabung dalam JMPPK memenuhi area bumi perkemahan tersebut. Pagi ini mereka akan mengadakan kegiatan penanaman bibit pohon di wilayah Pegunungan Kendeng. Tidak seperti pada kegiatan penanaman pohon kebanyakan, pohon yang ditanam kali ini adalah jenis pohon buah seperti alpukat, kelengkeng, sukun manis, sirsak, dan banyak lagi. Bibit-bibit ini diperoleh secara sukarela dari beberapa kalangan masyarakat dan instansi yang peduli terhadap kelestarian Pegunungan Kendeng.

Serentak mengambil bibit untuk ditanam.

Serentak mengambil bibit untuk ditanam.

Tepat pukul 08.00 WIB, kegiatan dimulai. Serentak para ibu mengambil bibit – bibit yang sudah tersedia lalu membawanya ke atas bukit. Para lelaki yang sengaja membawa cangkul dan gancu dari rumah masing-masing naik ke atas bukit dan melobangi tanah dengan jarak tertentu. Satu persatu bibit-bibit dimasukkan kedalam lobang kemudian ditutup kembali dengan tanah. Pohon buah ditanam secara acak agar kelak hasilnya bisa bervariasi. Tak hanya generasi tua, anak-anak dan para pemuda pun ikut andil dalam kegiatan ini. Ada sekitar 11 anak laki-laki yang datang bersama orang tuanya ikut membantu. Lelah kaki dan panas terik tak menghalangi mereka untuk terus menanam. Prosesi penanaman ini berlanjut hingga ke puncak bukit, bahkan di tempat-tempat yang sulit terjangkau, juga di sekitar situs sejarah Watu Payung.
Coretan di sekitar punden Watu Payung.

Coretan di sekitar punden Watu Payung.

Oleh warga sekitar, lahan ini dikenal sebagai Bumi Perkemahan karena pada hari-hari tertentu lokasi ini sering menjadi tempat kegiatan kepramukaan. Sayangnya, rasa cinta lingkungan yang sering dikumandangkan oleh para anggota pramuka tidak teraplikasi dengan baik. Kenyataaannya, ketika acara selesai, lahan ini tak lagi tampak hijau sebab gundukan sampah plastik berserakan dimana-mana dan banyak coretan di dinding batu situs sejarah Watu Payung. Pendidikan tentang pentingnya mencibtai lingkungan nampaknya harus mendapatkan perhatian yang lebih serius.
Kegiatan penanaman pohon ini berlangsung hingga tengah hari. Kemudian dilanjutkan dengan ‘njagong bareng’ tentang kelanjutan penanaman bibit ini. Dalam obrolan ini dijelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon buah ini adalah langkah awal dari tindak lanjut rencana pembangunan kawasan agrowisata di lahan Perhutani petak 1E seluas 32 hektar yang kini pengelolaannya melibatkan JMPPK. Terdapat dua hal yang menjadi misi penting pembangunan kawasan ini; Pertama, sebagai sarana pendidikan bagi warga Kawasan Kendeng Utara mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan. Sebagai penunjang misi ini akan dibangun sebuah pondok diskusi yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh kalangan yang ingin tahu dan terlibat dalam kegiatan penyelamatan Pegunungan Kendeng Utara.
Kedua, menambah nilai guna lahan hutan bagi masyarakat sekitar hutan. Selama ini masyarakat kawasan hutan lebih banyak memanfaatkan lahan hutan untuk menanam tanaman jagung, ketela dan pohon jati. Penanaman pohon buah selain mampu menjadikan Pegunungan Kendeng hijau dan asri kembali, juga sebagai upaya peningkatan pendapatan di sektor pertanian melalui budidaya tanaman buah. Selain hasil tanaman buah yang dapat dijual oleh petani, kawasan ini juga dapat menjadi tujuan wisata tanaman buah. Semoga ke depan akan semakin banyak kelompok yang bergerak untuk meramaikan Kendeng Utara dengan kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan.
Penulis: Fridi A. Yeni
Foto: Ragil Kuswanto

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita,kegiatan | Tags: , , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply