Warga Rembang Dirikan Posko Tolak Pabrik Semen

3 - Jun - 2014 | adplus

Rembang, 1 juni 2014. Sudah menjadi hal yang biasa ketika hari kelahiran Pancasila diperingati dengan upacara pengibaran bendera. Tetapi menjadi lain ketika dalam upacara ini disertai dengan pendirian posko tolak pabrik semen. Itulah yang dilakukan oleh warga desa Tegaldowo, Suntri dan Timbrangan pada tanggal 1 Juni 2014 kemarin. Kegiatan ini merupakan satu dari sekian aksi yang terus dilakukan warga untuk menyuarakan penolakan pembangunan pabrik semen di wilayah Rembang.
Pagi itu rumah Pak Japar di desaTegaldowo menjadi pusat aktivitas. Sekitar dua ratus warga menggelar upacara pengibaran bendera. Tidak seperti pada umumnya, pengibaran bendera kali ini dilakukan oleh seorang warga yang menginjak pundak warga lainnya. Joko Priyanto, warga Desa Tegaldowo selaku pembina upacara, dalam sambutannya menuturkan , bahwa pendirian posko itu di gunakan untuk kegiatan tolak pendirian pabrik semen dan kegiatan penyelamatan lingkungan Gunung Kendeng. Dalam kesempatan itu ia juga menjelaskan makna pengibaran bendera yang dilakukan oleh dua orang dimana yang bertubuh besar menginjak yang bertubuh kecil. Ini sebagai simbol orang kecil selalu di injak – injak oleh para pejabat dan penguasa di Indonesia.
Upacara ditutup degan pembacaan doa oleh Pak Muslih selaku tokoh agama. Ia mengajak warga untuk memohon pada yang kuasa demi keselamatan lingkungan mereka. Banyak warga yang menangis ketika khusyuk berdoa. Mereka merasa sedih karena jika bumi tempat tinggalnya dihancurkan maka nasib mereka juga akan terancam.
Screenshots_20140603_035755Saat tengah sibuk bergotong royong mendirikan posko, warga digegerkan dengan kegiatan pembagian sembako oleh PT. Semen Indonesia. Sempart terjadi keributan antara warga tolak dan pro pabrik semen di balai desa Tegaldowo. Ini terjadi karena warga merasa tidak puas dengan jawaban dari perangkat desa ketika ditanya perihal pembagian sembako dari pabrik semen. Masih menurut warga, mereka selama ini sering tidak diberikan informasi terkait bantuan yang diberikan oleh pabrik semen. Sebelum munculnya berita pendirian pabrik semen, kehidupan warga Tegaldowo cukup makmur dan terjalin kerukunan antar tetangga. Kini kerukunan itu sudah hilang, berganti dengan konflik dan rasa saling curiga. Ini merupakan satu bentuk dampak sosial rencana pembangunan pabrik semen. Menanggapi hal ini, Suntono, selaku Kepala Desa Tegaldowo, menyatakan waga banyak yang membutuhkan sembako.
Keributan berhasil diselesaikan setelah beberapa perwakilan dari warga tolak tambang menyampaikan keberatan dari sikap perangkat desa yang sangat memihak pabrik semen. Dialog yag sempat memanas ini selesai dan warga pun membubarkan diri. (SuR-01)

Depan | RSS 2.0 | Kategori: berita | Tags: , , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply