Press Releasi Aksi: Cabut izin lingkungan pabrik semen di Kendeng Utara! Pati, 12 Januari 2015

11 - Jan - 2015 | adplus

Akhirnya sikap Bupati Pati jelas sudah. Ia ingin menyingkirkan lahan subur dan kehidupan nyaman petani Pati Selatan dan digantikan dengan industri tambang! Ini terbukti dengan dikeluarkannya izin lingkungan oleh Bupati Pati, Haryanto, untuk PT. Sahabat Mulia Sakti (SMS) pada tanggal 8 Desember 2014 yang lalu. Dengan izin nomor 660.1/.767 tahun 2014 yang dikeluarkan tersebut bupati merestui pembangunan pabrik, penambangan batu gamping dan tanah liat untuk pabrik semen di wilayah Kecamatan Kayen dan Tambakromo, Kabupaten Pati.
Pegunungan Kendeng Utara begitu kaya dengan alam yang subur. Ribuan hektar lahan pertanian dan ratusan mata air telah menghidupi lebih dari 203.217 jiwa warga di tiga kecamatan di Pati Selatan. Selain itu, tak terhitung kekayaan budaya yang tersebar di banyak titik di pegunungan kapur ini. Peninggalan Dampo Awang di Kecamatan Tambakromo, penemuan candi kuno di Kecamatan Kayen, makam para sunan dan situs pewayangan di Kecamatan Sukolilo menjadi bukti bagaimana kekayaan arkeologis di Kendeng Utara ini begitu melimpah. Mengapa pemerintah daerah hanya dibutakan oleh nafsu mengeruk batu gamping dan tanah untuk kepentingan pabrik semen? Apakah ia mau rakyatnya di Pati Selatan yang mayoritas petani ini terusir dari tanah kelahirannya sendiri akibat berbagai persoalan yang muncul akibat pabrik semen? Apakah ia mau bertanggung jawab ketika sepuluh atau dua puluh tahun lagi warga Pati Selatan kekurangan air akibat matinya mata air karena penambangan? Jelas tidak karena saat itu ia sudah menikmati masa pensiunnya.
Kami tidak mau menjadi korban kebijakan pejabat pemerintah yang tidak memikirkan nasib rakyatnya secara bijaksana! Tak terhitung berapa kali kami melakukan aksi demonstrasi untuk menunjukkan penolakan pembangunan pabrik semen di Kendeng Utara. Bahkan kami sudah mengirimkan 6594 tanda tangan ke kementrian Lingkungan Hidup sebagai bukti penolakan kami akan kebijakan pertambangan di Kendeng Utara.
Namun sepertinya negara memang sengaja ingin menenggelamkan kami dalam kesengsaraan. Tak ada pejabat pemerintah di level desa, kecamatan, kabupaten maupun provinsi yang tergerak untuk mendukung apa yang kami perjuangkan. Padahal apa yang kami lakukan selama ini dituliskan dalam peraturan yang dibuat oleh pemerintah sendiri, misalnya:
- Pada pasal pada peraturan pemerintah nomer 26 tahun 2008 tentang rencana tata ruang wilayah nasional pasal 51 huruf e disebutkan“salah satu kawasan yang harus di lindungi adalah kawasan lindung geologi”.
- Pasal 52 ayat 6 “ kawasan cagar alam geologi merupakan bagian dari kawasan lindung geologi”.
- Pasal 53 huruf b “ keunikan kawasan bentang alam merupakan bagian dari kawasan bentang alam geologi “.
- Pasal 60 ayat 2 “ bentang alam kars merupakan salah satu kriteria keunikan bentang alam,
- Juga bagian dari keikutsertaan warga dalam melindungi lingkungan hidup seperti yang diamanatkan oleh Undang-undang Lingkungan Hidup.
Dengan segenap alasan tersebut kami masyarakat Pati Selatan yang tergabung dalam JM-PPK menuntut:
1.Meminta Bupati Pati untuk mengusulkan kepada menteri ESDM agar wilayah karst di desa Larangan, Wukirsari, dan Brati masuk di dalam kawasan KBAK karena wilah tersebut mempunyai ciri karakteristik seperti KBAK Sukolilo,
2. Meminta kepada ketua DPRD kabupaten Pati untuk merevisi perda tata ruang sesuai daya dukung dan daya tampung kawasan Kendeng Utara.
3.MemintapemerintahkabupatenPatiuntukmenghentikankegiatanrencanapendirianpabrik semen karenamemicuadanyakonflikdi masyarakat.

Salam Kendeng!

Kontak:
Sri wiyanik (085327018927)
Kordinator aksi JM-PPK (Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng)

Depan | RSS 2.0 | Kategori: artikel | Tags: , , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply