Press Releas Aksi: “Hentikan Perusakan Lumbung Pangan!” Cabut izin lingkungan pabrik semen di Kendeng Utara. PTUN Semarang, 04 Maret 2015

4 - Mar - 2015 | adplus

Kebijakan yang diharapkan akan membawa kebajikan bagi banyak rakyat Kendeng Utara ternyata tak terjadi. Dalam kasus rencana pembangunan pabrik semen di Pati Selatan, Bupati Pati, Haryanto, telah mengeluarkan surat ijin lingkungan pada tanggal 8 Desember 2014 nomor 660.1/767 tahun 2014 walaupun banyak persoalan di sekitarnya.
Pertama, pemerintah tidak menghitung ribuan warga yang melakukan aksi unjuk rasa pada sidang AMDAL tanggal 3 September 2014 di hotel Pati sebagai suara rakyat Kendeng yang menolak rencana pendirian pabrik semen di wilayahnya. Mereka yang menggelar aksi bukan hanya asal berteriak tetapi memiliki dasar yang kuat bahwa kehidupan normal mereka kaan terpengaruh sangat besar dengan keberadaan pabrik semen. Yang jelas terlihat adalah bagaimana keharmonisan masyarakat rusak karena adanya pro dan kontra pembangunan pabrik semen. Bagaimana mengatasi efek-efek lanjutan dari hal ini? Apakah ini juga terpikir oleh Bupati saat mengeluarkan izin lingkungan?
Kedua, keputusan yang dikeluarkan oleh Bupati Pati ini jelas tidak sejalan dengan pemerintahan Jokowi-JK yang ingin menjadikan pertanian sebagai industri strategis untuk pembangunan Indonesia. Ketika Jokowi sedang memperkuat pengelolaan pertanian, lahan subur penghasil tanaman pangan di Pati Selatan malah ingin diubah menjadi pabrik semen oleh Bupati Pati. Perlu diketahui, lahan seluas 180 Hektar untuk tapak pabrik adalah lahan produktif milik warga empat desa: Larangan, Mojomulyo, Karangawen dan Tambakromo. Rencana penambangan batu kapur adalah lahan milik Perhutani yang selama ini digarap masyarakat untuk sandaran hidup mereka. Preseden buruk merusak lingkungan dikeluarkan Pemkab Pati dengan mengubah Perda Tata Ruang Wilayah, yang berakhir pada tahun 2007. Di mana tegas peruntukan wilyah kecamatan Sukolilo, Kayen dan Tambakromo sebagai kawasan pertanian, dan sekarang diganti sebagai kawasan pertambangan dan industri. ini menandakan adanya pengondisian aturan yang dilakukan oleh Pemkab Pati.
Ketiga, Masih tentang dokumen amdal, calon lokasi tambang tidak masuk kawasan bentang alam kars (KBAK) Sukolilo. Padahal calon lokasi tambang tersebut juga memiliki ciri-ciri dan sifat bebatuan penyusun yang sama dengan kawasan yang telah di tetapkn menjadi kawasan karst Sukolilo. Maka perlu dilakukan pengkajian ulang apakah benar calon lokasi batu gamping tersebut tidak merupakan bentang alam karst.
Dengan pertimbangan di atas, kami JM-PPK (Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng) menolak terbitnya izin lingkungan dan mengajukan gugatan ke PTUN atas dikeluarkanya ijin lingkungan! karena hanya mempertimbangan syarat adminitrasi tanpa mempertimbangkan kondisi lingkungan dan aspirasi masyarakat.
Salam Kendeng!

KORDINATOR AKSI:
WIDIYONO (081 390 536 368) & GUNRETNO (085 725 354 536)

Depan | RSS 2.0 | Kategori: artikel | Tags: , , , , , , , Trackback | 1 Comment

One Response to “Press Releas Aksi: “Hentikan Perusakan Lumbung Pangan!” Cabut izin lingkungan pabrik semen di Kendeng Utara. PTUN Semarang, 04 Maret 2015”

  1. Alexandra Herlina says:

    Semoga seluruh semesta bersinergi positif mendukung perjuangan ini. Amin

Leave a Reply