Seruan Solidaritas: Pegunungan Kendeng Darurat Tambang

23 - Mar - 2015 | adplus

Sekilas kendeng
Seumpama bangunan, Pegunungan Kendeng Utara selama ini berfungsi sebagai menara air (tandon) terakhir bagi warga di beberapa kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Blora, Grobogan, Rembang dan Pati (Blogorempa) dengan total pengguna air mencapai sekitar 4.120.789 jiwa. Ratusan mata air menjadi tempat-tempat penting bagi warga di kawasan ini untuk memanfaatkan sistem sungai bawah tanah yang merupakan ciri spesifik kawasan karst. Sehingga tak heran jika kawasan ini tak pernah mengalami kekeringan walaupun kondisi permukaannya merupakan batuan kapur.
Selain potensi air, di wilayah ini juga memiliki kekayaan sejarah dan arkeologi yang sangat besar. Berbagai peninggalan bersejarah dari kisah pewayangan, zaman Hindu-Budha, zaman kewalian hingga cerita perjuangan revolusi kemerdekaan terhampar di kawasan ini. Dengan ritual pemuliaan tanah dan tempat bersejarah yang terus dilakukan oleh warganya, Kendeng benar-benar menjadi sebuah museum hidup.
Namun, kini warga Kendeng harus menyingsingkan lengan baju, mengencangkan barisan perlawanan bagi banyak investor pabrik semen yang ingin merusak wilayah kami. Tercatat beberapa perusahaan sedang dan akan menjalankan aksinya di beberapa kabupaten:
PATI
Sejak tahun 2006 Pegunungan Kendeng yang masuk wilayah Pati diincar oleh raksasa-raksasa Tambang. Berawal dari masuknya pabrik Semen Gresik di Sukolilo Pati , perlawanan terus berlanjut hingga PT. Semen Gresik memutuskan untuk mundur dari Kendeng di tahun 2009. Salah satu hal krusial yang memberikan kemenangan bagi warga adalah ketidaksesuaian rencana pembangunan pabrik ini dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pati. Dimana kawasan yang akan menjadi lokasi pendirian pabrik PT. Semen Gresik merupakan kawasan pertanian dan pariwisata.
Tak ingin kembali gagal memasukkan pabrik semen ke wilayah Kendeng, Pemkab Pati bersama DPRD Pati mengubah peruntukan kawasan dari yang semula untuk Kawasan Pertanian dan Pariwisata menjadi kawasan Industri dan Pertambangan. Ini pun tanpa didasari sebuah kajian akademik yang dapat dipertanggung jawabkan dan dapat diakses oleh publik. Perubahan peruntukan dalam dokumen RTRW Kabupaten Pati ini yang kemudian menjadi celah bagi PT. Indocement, melalui PT. Sahabat Mulia Sakti (SMS) sebagai anak perusahaannya, untuk masuk ke wilayah Kendeng, tepatnya di Kecamatan Kayen dan Tambakromo. Rencananya PT. SMS akan mencaplok lahan Kendeng seluas 2025 ha.
Walaupun terus mendapatkan protes dari banyak warga selama proses penyusunanya, saat ini PT. SMS telah menyelesaikan proses AMDAL yang disyaratkan dan pada tanggal 8 Desember 2014 telah mendapatkan surat izin lingkungan. Saat ini masyarakat Kendeng melalui beberapa pengacaranya telah mengajukan gugatan akan surat izin lingkungan ini ke PTUN Semarang.
GROBOGAN
Grobogan, kota di sisi selatan Kendeng ini dikenal sebagai kota penghasil kedelai dan jagung. Sejak tahun 2013 terancam dua pabrik semen yaitu PT. Vanda Prima Listi dan PT. Semen Merah Putih (Thailand). Gerakan masyarakat masih berjalan dalam menghadang rencana penambangan yang akan mengorbankan lahan seluas 5125 ha ini.
BLORA
Siapa tak kenal Pramoedya Ananta Toer? Ya, di kota Blora inilah sang penulis hebat ini dilahirkan. Kota dengan kekayaan hutan jati yang mendunia ini kini juga sedang menghadapi ancaman bencana ekologis dengan masuknya dua perusahaan semen seluas 5700 ha yaitu PT. Alam Blora Lestari dan PT. Artha Parama Indonesia yang merupakan bagian dari Tomy Winata Group.
REMBANG
Bergerak dalam diam, mungkin itulah ungkapan yang dapat menggambarkan cara kerja PT. Semen Indonesia, sebelumnya bernama PT. Semen Gresik, dalam menjalan kegiatan bisnisnya di Kabupaten Rembang. Terlihat dengan senyapnya penyusunan AMDAL dari perhatian publik hingga kemudian pada tahun 2012 AMDAL dinyatakan selesai. Sejak mengetahui hal ini warga di beberapa desa di sekitar tapak pabrik dan lokasi penambangan mulai bergerak.
Tanggal 16 Juni 2014 menjadi momen penting perjuangan warga dengan berlangsungnya aksi ibu-ibu untuk menyambut peletakan batu pertama dalam proses pembangunan pabrik PT. Semen Indonesia. Mereka menolak pembangunan ini dengan dasar kerusakan yang akan ditimbulkan. Sebagai bentuk penolakan ini, sejak tanggal 16 Juni 2014 hingga sekarang warga yang menolak pembangunan pabrik semen mendirikan tenda perjuangan di depan pintu masuk tapak pabrik.
Lokasi pabrik dan areal penambangan PT. Semen Indonesia akan mencaplok lahan seluas 900 ha yang terdiri dari 50 ha lahan perhutani dan sisanya adalah lahan milik warga. Izin dari kegiatan ini dikeluarkan sewaktu Gubernur Jawa Tengah masih dijabat oleh Bibit Waluyo. Selain itu, dua pejabat lain yang terlibat dalam proses perizinan ini adalah mantan Bupati Rembang, H. Salim, dan Menteri ESDM, Jero Wacik, yang keduanya menyandang status sebagai terpidana kasus korupsi.
Rembang menjadi benteng penting untuk menjaga Kendneg Utara dari masuknya investor tambang semen. Jika Rembang dapat ditembus, maka akan lebih banyak investor yang juga akan berusaha untuk masuk.

Melawan kekuatan uang
Mempertahankan tanah air kelahiran merupakan jalan untuk bertahan dari serakahnya pusaran modal besar tambang saat ini. Berbagai cara kami lakukan untuk menarik perhatian masyarakat luas akan bencana ekologis yang mengancam jutaan warga Kendeng Utara. Diskusi dengan para pihak terkait, aksi masa, kampanye budaya lewat seni, audiensi politik, hingga gugatan hukum menjadi beberapa jalan yang kami tempuh. Namun selalu harus berhadapan dengan tembok tebal kekuatan uang yang digelontorkan perusahaan tambang. Tak ada jalan lain selain menambah kekuatan dan mengharap dukungan dari semua orang yang peduli terhadap masa depan manusia dan alam yang kita cintai bersama ini.
Kami mengharapkan dukungan dari rekan-rekan media masa secara luas, terutama di Jawa Tengah, yang barangkali dengan perusahaan semen sudah sangat akrab. Harapan besar kami tumpukan juga pada kawan-kawan komunitas, lembaga masyarakat pendukung, pribadi-pribadi yang komit, dan para penggunaan sosial media dengan ikut menggerakkan berbagai komunitas. Perlu diketahui, perusahaan semen pun tidak begitu saja membiarkan kekuatan kita membesar karena mereka juga menyiapkan strategi untuk menguasai sosial media dengan mengumpulkan beberapa pegiat sosial media untuk mengkampanyekan agenda mereka. Hasilnya hashtag #saverembang yang selama ini menjadi hashtag populer untuk agenda mendukung perjuangan ibu-ibu Rembang dibajak untuk kepentingan pabrik semen. Oleh karena itu, kita harus bergerak bersama karena hanya solidaritas lah yang akan mengalahkan kekuatan modal besar yang menggurita ini. Mereka hanya berorientasi bisnis, mengejar keuntungan besar semata, tidak melihat dampak lingkungan, ekonomi, sosial dan budaya.
Agenda terdekat kami saat ini adalah memberikan tekanan kepada majelis hakim yang akan memutus perkara gugatan warga Rembang atas izin lingkungan yang diberikan kepada PT. Semen Indonesia. Untuk memastikan bahwa dukungan teman-teman dalam berbagai bentuk dapat menjadi kekuatan untuk menekan hakim PTUN agar berpihak kepada keadilan masyarakat, maka dokumentasi kegiatan dukungan dapat di kirim ke alamat surel bumi.kendeng@gmail.com atau via twitter dan facebook dengan mention FB : Jmppk Rembang dan Omah Kendeng atau twitter @jmppkrembang dan @omahekendeng. Dokumentasi ini selanjutnya akan di cetak admin dan disertakan dalam dokumen kesimpulan oleh pengacara dalam agenda kesimpulan sidang PTUN pada tanggal 2 april 2015.
Salam Solidaritas.
Kontak Info solidaritas untuk rembang di 08562740008

Depan | RSS 2.0 | Kategori: artikel | Tags: , , , , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply