Surat Ibu-ibu Penghuni Tenda untuk Seniman Penghuni Artjog dan Mojok.co

14 - Jun - 2016 | adplus

Assalamualaikum wr wb
Salam Kendeng Lestari!

Dulur-dulur, kami ibu-ibu penghuni Tenda Perjuangan di Gunung Bokong, gugusan Pegunungan Kendeng Utara. Sejak 16 Juni 2014 atau sudah dua tahun lamanya kami menghuni Tenda Perjuangan yang kami dirikan sebagai simbol penolakan kami terhadap pembangunan pabrik semen PT. Semen Indonesia di tanah kami. Setiap hari kami menghuninya secara bergantian, dengan membawa bekal sendiri-sendiri dari rumah kami mengisinya dengan penuh kepercayaan bahwa pabrik semen bakal pergi dari wilayah kami.

Meskipun dibangun dan dihuninya secara swadaya dan gotong royong, kami difitnah bertubi-tubi oleh pihak semen. Kami dituduh mendapatkan uang setiap kami mengisi tenda secara bergilir. Kami tidak menerimanya dan sungguh kejam fitnah itu. Bahkan untuk membeli terpal biru Tenda Perjuangan saja kami iuran setiap minggunya.

Bukan hanya itu, kami juga sering diintimidasi oleh petugas keamanan di sana. Tenda yang kami dirikan di pinggir jalan masuk bakal pabrik PT. Semen Indonesia sempat dirusak, peralatan dan peraga kampanye kami disita. Mereka juga sempat membawa senjata lengkap untuk menakuti kami. Merekalah suruhan pihak semen. Akhirnya sampai sekarang mereka tetap berjaga-jaga dengan mendirikan pos mewah dengan pendingin ruangan.

Meskipun demikian, kami tetap semangat untuk mempertahankan tanah kami dari perusahaan yang merusak alam kami, masa depan kami dan masa depan anak cucu kami. Dengan ratusan kali air mata mengalir, dengan swasembada kami sendiri, kami tetap yakin bahwa pabrik semen akan minggir dari tanah air kami.

Beberapa saat yang lalu, kami mendapatkan kabar bahwa PT. Semen Indonesia mendapatkan bantuan dana dari Bank Mandiri untuk membangun pabriknya di Rembang sekaligus sebagai dana penghancur tanah air kami, pemeras air mata kami.

Bank Mandiri dikabarkan juga memberikan suntikan dana kepada dulur-dulur di Mandiri Artjog 9 Yogyakarta. Sebuah pameran seni megah yang pernah diadakan di Indonesia. Kabarnya bukan hanya bank Mandiri yang memberikan suntikan dana, namun ada PT. Freeport Indonesia yang sejak dahulu telah menghancurkan masa depan tanah Papua dan dulur-dulur Papua di sana. Dengan keji mereka mendanai perampasan hak-hak asasi terhadap dulur-dulur kami di Papua.

Bukan hanya itu, dulur-dulur di media Mojok.co (yang satu dua kali menceritakan kami) juga ikut memberitakan pameran Artjog ini dengan penuh bungah dan riang gembira.

Astagfirullahaladzim.

Kepada dulur-dulur kami penghuni Artjog dan Mojok.co, yg kalian nikmati sebagai duit iklan itu adalah juga duit yang berlumuran darah dan air mata kami. Juga darah, air mata, bahkan nyawa dulur-dulur kami di Papua.

Wahai dulur-dulur penghuni Artjog dan Mojok.co, Atau memang kalian ini hanya peduli pada separuh saja perjuangan kami? Dengan menjual air mata dan pengorbanan kami, lantas itu kalian jadikan dalih untuk membela kami.

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, kami masih bersimpuh di Mushola Perjuangan tempat kami mengadu kepadaMu.

Salam Kendeng Lestari!

Ibu-ibu Penghuni Tenda Perjuangan
Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK)

Rembang, 13 Juni 2016

Kontak: Joko Prianto (082314203339)

Depan | RSS 2.0 | Kategori: artikel | Tags: , , , , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply