Pers Rilis Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) Halal bi halal 2016: “PABRIK SEMEN KANGGO SOPO???”

18 - Jul - 2016 | adplus

“ Atusan taun tanpa semen manungsa isih isa urip,nanging sedino tanpa banyu manungsa klepek-klepek”

Pangkur:

Hangapura ingapura
Uwis dadi kwajiban kita sami
Mring salah lan ugo luput
Kang samya den tindakna
Kang kaseja rikala bareng lumaku
Miwah kang dhatan den seja
Kaapuro saking Ati.

Setiap tahun kita berpuasa Ramadhan, setiap tahun pula kita merayakan hari kemenangan begitu puasa usai. Kemenangan atas nafsu angkara murka yang menguasai diri kita. Terlahir kembali menjadi pribadi baru, dengan kesucian batin. Kesucian hati untuk terus mengucap syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Sang Penguasa Semesta, dengan terus menerus menjaga semesta dari berbagai upaya penghancuran.

Senin 18 Juli 2016, di Omah Sonokeling, Sukolilo – Pati, JM-PPK (Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng) bersama dengan semua sedulur dari berbagai kabupaten (Pati, Gombong, Kendal, Grobogan, Rembang, Blora), dari berbagai profesi (petani, seniman, buruh, akademisi, dll), kami merayakan kemenangan batin, menyatukan hati untuk terus “berjuang” mewujudkan kebenaran atas berbagai upaya sistematis yang dilakukan oleh penguasa negeri ini yang hendak mengeksploitasi sumber daya alam KARST dengan selalu berlindung pada “azas legal formal yang telah dikondisikan”, yang berlindung pada kata “pembangunan”, yang berlindung pada kata “investasi”. Kami terus menyuarakan kebenaran bahwa kawasan karst yang ada di Pulau Jawa tidak seharusnya diekploitasi dengan alasan apapun , bahwa Pulau Jawa dalam keadaan darurat tambang.

Perlu diketahui pertambangan memiliki potensi mengubah lanskap, siklus air dan ekosistem Bumi. Emisi gas rumah kaca dari proses pembuatan semen yaitu penyinteran batu gamping setidaknya menyumbang sejumlah 5% atas emisi panas global. Sementara emisi industri semen di seluruh dunia adalah empat kali lebih besar dari keseluruhan emisi pesawat terbang di dunia. Bahan dasar semen adalah batu kapur dan tanah liat, kemudian bahan-bahan ini dipanaskan dengan pasir dan bijih besi dalam suhu 1450 derajat (proses sinter) dan digiling dengan bahan-bahan lainnya (pasir, batu kapur, abu, dan gips) menjadi semen. Proses ini juga membawa efek ikutan seperti debu, asap pencemaran udara di lingkungan pabrik semen dan asap beracun yang menghasilkan gas nitrogen oksida (NO), sulfur dioksida (SO?) , dan lain-lain.

Kehidupan kami mayoritas sebagai petani sangat bergantung pada sumber air yang selama ini dijamin pasokannya oleh pegunungan karst. BERTANI adalah urat nadi kami, sumber kehidupan dan penghidupan banyak jiwa yang menjamin PASOKAN PANGAN. Kami sudah sejahtera dengan bertani dan kami juga terus menyuarakan bahwa musnahnya kawasan karst, maka bencana ekologis di ujung mata.

Tidak ada kata lelah bagi kami untuk terus bersuara mengingatkan para pemimpin kami untuk SEGERA meninjau kembali segala kebijakkan yang akan membawa kesengsaraan bagi rakyatnya, rakyat yang begitu tulus mempercayakan suara nuraninya kepada mereka untuk mewujudkan Jawa Tengah Ijo Royo-Royo. Seharusnya segala kebijakkan pembangunan kembali kepada roh berdirinya negeri ini sebagai negara agraris dan maritim. Pemberdayaan di bidang pertanian dan perikanan itulah yang kami harapkan. Begitu banyak pekerjaan rumah di bidang pertanian yang seharusnya menjadi fokus bagi pembangunan, bukan malah mengubah lahan produktif pertanian menjadi lahan tambang.

Berdasarkan data ASI (Asosiasi Semen Indonesia), total ekspor semen nasional pada 2015 mencapai 1,00 juta ton, naik 280% dari tahun sebelumnya 265,16 ribu ton. Sebanyak 561,76 ribu berupa ekspor dalam bentuk semen dan sisanya 445,74 ribu ton ekspor clinker. (Dikutip dalam rilisnya Global Cement pada 25 Februari 2016, ().

Menurut laporan BeritaSatu () : ”Dengan beroperasinya enam pabrik baru,industri semen nasional mengalami kelebihan kapasitas produksi hampir 30 % pada 2016 dengan total kapasitas semen naik menjadi 92 juta ton,sedangkan permintaan semen domestik diperkirakan sekitar 65 juta ton pada tahun ini”. Kata Widodo selaku ketua Asosiasi Semen Indonesia.

Azas In Dubio Pro Natura dan Deklarasi Rio yang merupakan doktrin Internasional menjadi dasar hakim untuk memperhatikan lingkungan sebagai kepentingan pertama daripada kepentingan lainnya.

Oleh sebab itu,masyarakat tetap mengawal kasus rencana pendirian pabrik semen oleh PT.Sahabat Mulia Sakti (SMS) di Pati yang banding di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya dan proses pengajuan Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung tentang kasus PT Semen Indonesia di Rembang. Semoga para hakim tinggi dalam memutuskan kasus tersebut tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Betapa inginnya kami sebagai rakyat membantu pemerintah untuk tidak bergantung pada import beras. Betapa ironisnya, negeri yang subur gemah ripah loh jinawi, tetapi untuk mencukupi kebutuhan pangan bangsanya masih bergantung pada import beras. Tanda tanya besar di benak kami, sebenarnya UNTUK SIAPA EKSPANSI INDUSTRI SEMEN di PULAU JAWA?????

Sudah jelas tertulis pada pasal 33 UUD 45, dimana UUD 45 menjadi landasan hukum bagi semua aturan yang ada di negeri ini, bahwa :

Ayat 1
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.
Ayat 2
Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
Ayat 3
Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Ayat 4
Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Ayat 5
Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

Masihkah kita akan membiarkan “kesalahan demi kesalahan” di depan mata ini berlanjut?

Ayo sedulur,sebangsa dan setanah air, bersama-sama kita meluruskan arah kebijakan pembangunan
yang telah keluar dari semangat para Founding Father kita, ketika meraka memproklamirkan kemerdekan negeri ini dengan pengorbanan yang tiada tara. Momen Idul Fitri 1437 Hijriah yang kita rayakan bersama-sama dengan lantunan doa dan lagu-lagu yang mengobarkan semangat kita, yang dipersembahkan oleh Marjinal, Samijoyo dan Wiji Kendeng, menjadi sumber energi kita untuk terus berjuang mewujudkan kebenaran. Lestarilah Karst Kendeng, Lestarilah Kawasan Karst Gombong, Lestarilah Kawasan Karst Gunung Kidul, dan Lestarilah Pulau Jawa.

Salam Lestari……

No kontak Person
Gunretno: 0813 9128 5242
Bambang : 0852 9014 0807

Depan | RSS 2.0 | Kategori: artikel | Tags: , , , , Trackback | 0 Comments

Leave a Reply