<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Website Omah Kendeng</title>
	<atom:link href="http://omahkendeng.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://omahkendeng.org</link>
	<description>Omah Kendeng Kolaborasi Desantara Foundation dengan gerakan petani di Pati, Jawa Tengah, untuk membangun partisipasi dan kemandirian</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 06:48:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>KA ANDAL yang Tak Lagi Netral</title>
		<link>http://omahkendeng.org/2012-02/246/ka-andal-yang-tak-lagi-netral/</link>
		<comments>http://omahkendeng.org/2012-02/246/ka-andal-yang-tak-lagi-netral/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 06:44:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sobirno</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[INDOCEMENT]]></category>
		<category><![CDATA[KA ANDAL]]></category>
		<category><![CDATA[Kayen]]></category>
		<category><![CDATA[kendeng]]></category>
		<category><![CDATA[Tambakromo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omahkendeng.org/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa tahun warga Pegunungan Kendeng Utara dapat hidup tenang karena diurungkannya niat PT. Semen Gresik, Tbk. Untuk membangun pabriknya di sini, kini datang lagi.....&#160;<a href="http://omahkendeng.org/2012-02/246/ka-andal-yang-tak-lagi-netral/">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah beberapa tahun warga Pegunungan Kendeng Utara dapat hidup tenang karena diurungkannya niat PT. Semen Gresik, Tbk. Untuk membangun pabriknya di sini, kini datang lagi perusahaan lain, PT. Indocement. Dalam rencana produksinya, perusahaan yang pemegang sahamnya didominasi oleh orang asing ini akan menghasilkan 8.000 ton semen per hari dan akan sangat mungkin bertambah menjadi 16.000 ton per hari.</p>
<p>Kegiatan penambangan ini akan melakukan penambangan batu kapur seluas 2.025 ha, tanah liat 663 hektar dan 180 ha area untuk pabrik dan perkantoran. Sepuluh desa di Kecamatan Kayen dan Tambakromo akan masuk dalam rencana pembangunan. Untuk mencapai target ini, sedikitnya 8.000 ton batu kapur akan ditambang setiap hari padahal kita tahu bahwa setiap 1 m3 batu kapur mampu menjadi area resapan 48 liter air. Bayangkan berapa jumlah air yang berpotensi hilang jika penambangan ini berlangsung.</p>
<p>Ini menjadi satu faktor penting mengapa warga Pati Selatan menyuarakan penyelamatan lingkungan Pegunungan Kendeng Utara. Telah terbukti bahwa selama ini air dari Pegunungan Kendeng Utara telah mampu menghidupi puluhan warga yang mayoritas bekerja sebagai petani. Tak ada jaminan bahwa penambangan ini tidak akan mempengaruhi ketersediaan air saat ini. Contoh sederhana saja telah begitu banyak bencana yang terjadi akibat kerusakan hutan. Lalu apa jadinya jika Pegunungan Kendeng Utara akan dipotong untuk industri semen?</p>
<p>Peningkatan ekonomi masyarakat dan penamabahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi alasan yang sering digunakan oleh mereka yang selama ini menginginkan pendirian pabrik semen. Akan tetapi jika dilihat dalam dokumen rencana produksi, keinginan ini sama sekali tak berdasar. Salah satunya dari sisi penyerapan tenaga kerja oleh pabrik semen dibandingkan dengan tenaga kerja di bidang pertanian. Dalam dokumen KA ANDAL yang kami terima, rencana kerja berdirinya pabrik PT INDOCEMENT di Pegunungan Kendeng Utara ini terbagi dalam beberapa tahapan yang masing-masing tahapan telah ditentukan berapa jumlah tenaga kerja yang akan digunakan. Pembangunan basecamp dan akses jalan (300 orang), pekerjaan sipil sarana/prasarana (200 orang), penambangan dan tapak pabrik (200 orang), pemasangan peralatan (300 orang), uji coba produksi (400 orang) dan tahapan operasional (800 orang). Jumlah tenaga kerja yang terserap ini tidak sebanding dengan 280 orang tenaga kerja yang dibutuhkan untuak menggap setiap hektar sawah pada setiap musimnya. Berapa jumlah tenaga kerja yang akan hilang jika ribuan hektar lahan diubah menjadi kawasan industri?</p>
<p>Argumen-argumen di atas selalu kami sampaikan di banyak forum, baik dalam pembahasan draft Perda RTRW Kabupaten Pati maupun sosialisasi yang dilakukan oleh pihak PT MAP selaku penyusun AMDAL. Akan tetapi nampaknya apa yang disampaikan hanya dianggap angin lalu atau formalitas, buktinya mereka tetap saja meneruskan rencana pembangunan pabrik semen. Seperti yang disampaikan oleh Alex Frans, Direktur PT. SMS, setelah sosialisasi di Desa Slening ia mengatakan bahwa warga telah siap untuk melakukan bedol desa. Padahal menurut keterangan warga yang hadir dalam sosialisasi tersebut tidak pernah ada pernyataan dari warga untuk melakukan bedol desa, bahkan sebagian besar warga yang hadir dalam pertemuan tersebut menolak keras rencana pembangunan pabrik semen.</p>
<p>Tak cukup dengan melakukan praktek manipulasi, kelompok  yang pro pabrik semen juga menggunakan cara-cara kekerasan. Seperti dengan mengerahkan preman untuk menghalangi kegiatan JM-PPK dalam melakukan sosialisasi penyelamatan Pegunungan Kendeng Utara. Salah satunya dalam gelaran pawai lingkungan yang kami adakan pada tanggal 1 Januari 2012 yang lalu. Pawai Lingkungan yang diadakan oleh JM-PPK dihadang oleh preman bersenjata tajam ketika ingin memasuki jalanan desa Keben. Beruntung kejadian ini tidak melahirkan bentrokan besar.</p>
<p>Manipulasi kembali dilakukan dengan tujuan untuk menutup akses informasi warga yang menolak pembangunan pabrik semen.  Seperti yang terjadi di desa Keben, Kepala Desa mengatakan kepada warganya bahwa ia sama sekali tidak tahu mengenai adanya rencana pembangunan pabrik semen atau pun acara sosialisasi KA ANDAL pada tanggal 30 Januari 2012. Bahkan ketika bertemu warga pada tanggal 28 Januari 2012 ia mengatakan ia akan menghajar siapapun warganya yang berangkat ke acara sosialisasi KA ANDAL pabrik semen. Hal yang lebih parah terjadi di desa Purwokerto dan Sumbersari di Kecamatan Kayen ketika Kepala Desa sama sekali tidak memberikan informasi apapun kepada warganya perihal rencana pembangunan pabrik semen.</p>
<p>Menjelang sosialisasi KA ANDAL pada tanggal 30 Januari 2012, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab. Pati selaku panitia kegiatan menyebarkan undangan ke banyak pihak antara lain kepala desa di beberapa kecamatan yang akan terkena pabrik semen, LSM dan akademisi. Untuk desa-desa di Kecamatan Kayen dan Tambakromo, pihak desa menerima empat sampai enam undangan. Satu untuk kepala desa sedangkan sisanya untuk warga pro maupun kontra. Akan tetapi pada prakteknya hanya kepala desa dan warga yang pro pabrik semen saja yang mendapatkan undangan. Setelah mendesak pihak kepala desa akhirnya warga yang kontra pembangunan pabrik semen berhasil memperoleh empat undangan sosialisasi tersebut.  JM-PPK sendiri tidak mendapatkan undangan dalam forum ini, sedangkan tokoh pro semen dari Sukolilo, Eko Yasir, mendapatakan undangan resmi.</p>
<p>Undangan sosialisasi KA ANDAL yang tidak representatif ini disikapi warga dengan mengadakan longmarch dari wilayah Kecamatan Sukolilo, Kayen dan Tambakromo menuju Hotel Pati, tempat berlangsungnya sosialisasi. Warga memiliki hak untuk terlibat secara aktif dalam proses yang terkait dengan AMDAL seperti diatur dalam Keputusan Gubernur Jawa tengah no. 25 tentang keterlibatan masyrakat dan keterbukaan informasi dalam proses AMDAL Keputusan Kepala Bappeda 08 tahun 2000 tentang keterlibatan masyarakat dan keterbukaan informasi dalam proses AMDAL.</p>
<p>Pagi 30 Januari 2012, sekitar lima puluh truk yang mengangkut warga mulai bergerak pukul delapan pagi setelah sebelumnya terdengar kabar bahwa pihak pro semen telah menyiapkan preman untuk menghadang. Benar saja, ratusan preman telah berkumpul di beberapa titik jalan Sukolilo, Kayen dan Tambakromo. Warga dari Kecamatan Sukolilo berhasil menembus barikade preman di pertigaan Sukolilo, pasar Cengkalsewu sampai kemudian dihentikan oleh puluhan preman di pertigaan Kayen. Bentrok kembali terjadi ketika warga dari Tambakromo bergabung di pertigaan Kayen yang membuat preman berhasil dipukul mundur. Iring-iringan warga pun berhasil meneruskan perjalanan hingga ke depan hotel Pati.</p>
<p>Sesampainya di depan Hotel Pati, pintu gerbang hotel telah ditutup dan dijaga oleh puluhan preman, BANSER dan polisi. Warga pun melakukan aksi duduk di jalan sambil berorasi dan bersholawat penolakan pabrik semen. Mereka tak tahu bagaiman jalannya diskusi di dalam acara sosialisasi karena permintaan perwakilan warga agar menyediakan soundsystem di luar hotel tidak dipenuhi. Beberapa perwakilan warga yang diwawancarai oleh media cetak maupun elektronik mengatakan bahwa warga tetap menolak rencana pembangunan pabrik semen dan jika ini diteruskan maka bukan tidak mungkin akan terulang kembali tragedy Bima dan Mesuji.</p>
<p>Sementara itu, Anik dan Sri, warga dari desa Brati yang mendapatkan undangan resmi dari panitia sosialisasi KA ANDAL tidak berhasil masuk karena dalam dafttar hadir ternyata posisinya telah diisi oleh orang lain. Akhirnya hanya dua orang saja yang mewakili suara warga tolak semen dalam forum sosialisasi, antara lain Suyitno dan Widiarto. Dalam forum ini mereka menyampaikan dasar penolakan rencana pembangunan pabrik semen, misalnya dengan menceritakan kekayaan alam dan fungsi social ekonomi Pegunungan Kendeng Utara bagi warga di Kecamatan Sukolilo, Kayen dan Tambakromo. Diskusi menjadi memanas ketika Kepala BLH yang berlaku sebagai modeerator dirasa tidak adil dalam memimpin forum. Ia cenderung memihak pada kelompok yang pro pabrik semen. Akhirnya forum ini selesai tanpa ada kesimpulan apapun bahkan salah seorang narasumber dalam pertemuan ini yang dimintai keterangan oleh JM-PPK pada tanggal 31 Januari menyatakan bahwa secara teknis, KA ANDAL belum layak jadi acuan ANDAL karena deskripsi penambangan dan proses produksi belum lengkap. Selain itu banyak juga masukan dari tim ahli belum diakomodasi.</p>
<p>Peristiwa yang terjadi pada hari ini memberikan arti penting bagi warga. Pertama, kepercayaan diri warga semakin bertambah setelah berhasil menghadapi barisan yang menghadang aksi hari ini. Terbukti dengan semakin kritisnya warga terhadap pemerintah desa yang pro terhadap pabrik semen. Seperti yang terjadi di desa Keben, warga menggrudug kepala desa agar mau menandatangi surat yang menyatakan penolakan pabrik semen. Kedua, publik menjadi lebih tahu bahwa saat ini wilayah Kendeng Utara masih terus bergejolak karena isu pembangunan pabrik semen karena hampir semua media cetak dan elektronik memberitakan aksi hari ini. Semoga kritisisme warga terus terawat dengan pengalaman dan pembelajaran dalam aksi-aksi berikutnya. Salam.</p>
<p>Ditulis oleh Tim Dokumentasi Omah Kendeng</p>
<p>Facebook: www.facebook.com/omahkendeng</p>
<p>Twitter: @omahekendeng</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omahkendeng.org/2012-02/246/ka-andal-yang-tak-lagi-netral/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warga Sukolilo menolak pendirian pabrik semen</title>
		<link>http://omahkendeng.org/2012-02/243/warga-sukolilo-menolak-pendirian-pabrik-semen/</link>
		<comments>http://omahkendeng.org/2012-02/243/warga-sukolilo-menolak-pendirian-pabrik-semen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 03:59:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omahkendeng.org/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Unjuk rasa ribuan warga Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, menolak pembangunan pabrik semen diwarnai bentrokan. Bentrokan dipicu pengadangan sekelompok orang bayaran yang mendukung keberadaan pabrik semen.....&#160;<a href="http://omahkendeng.org/2012-02/243/warga-sukolilo-menolak-pendirian-pabrik-semen/">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Unjuk rasa ribuan warga Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, menolak pembangunan pabrik semen diwarnai bentrokan. Bentrokan dipicu pengadangan sekelompok orang bayaran yang mendukung keberadaan pabrik semen tersebut.</p>
<p>video: ANTV via Youtube</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omahkendeng.org/2012-02/243/warga-sukolilo-menolak-pendirian-pabrik-semen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Salah Lék Jemi?</title>
		<link>http://omahkendeng.org/2012-01/226/apa-salah-lek-jemi/</link>
		<comments>http://omahkendeng.org/2012-01/226/apa-salah-lek-jemi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 08:46:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omahkendeng.org/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Suasana sidang di awal tahun 2012 (Rabu, 4/01/2012) itu berlangsung tegang. Warga yang memberi dukungan terhadap Jemi (40 tahun) harus berhadapan preman. Lék Jemi, demikian.....&#160;<a href="http://omahkendeng.org/2012-01/226/apa-salah-lek-jemi/">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://omahkendeng.org/wp-content/uploads/2012/01/foto_3_crop.jpg" width="200" class="right" alt="" />Suasana sidang di awal tahun 2012 (Rabu, 4/01/2012) itu berlangsung tegang. Warga yang memberi dukungan terhadap Jemi (40 tahun) harus berhadapan preman. Lék Jemi, demikian buruh tani itu biasa dipanggil, terpaksa harus berhadapan dengan palu hakim karena dituduh melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap Wati Sareh. </p>
<p>Wati Sareh adalah salah seorang yang dianggap pendukung keberadaan pabrik semen. Ia, dulu pernah diajak studi banding ke pabrik semen di Bogor bersama para kepala desa. Kabarnya, selain diajak, mereka yang ikut ke Bogor juga diberi uang saku. Karena itulah, kemudian warga punya anggapan, Wati Sareh adalah bagian dari yang mendukung berdirinya pabrik semen. Mungkin karena itulah Wati Sareh mendapat kawalan dari para preman.</p>
<p>Waktu itu, Jumat, 20 Mei 2011, hampir semua warga Karangawen datang ke balai desa. Mereka hendak menggalang tandatangan menyatakan penolakan rencana pendirian pabrik semen di Kecamatan Tambakromo, Pati. </p>
<p>Saat itulah, sekitar pukul 15.00 wib, dengan mengendarai sepeda motor, Wati Sareh datang ke balai desa dan memberikan tanda tangan. Ia merasa risih dengan omongan orang karena tak datang ke balai desa. Tetapi, ibu-ibu yang heran dengan kedatangan Wati Sareh, bersorak dan bertepuk tangan. Salah seorang yang dianggap bertepuk tangan adalah Jemi. </p>
<p><img src="http://omahkendeng.org/wp-content/uploads/2012/01/foto_2.jpg" width="300"  alt="" /><br />
Warga dan sanak saudara yang selalu setia memberi dukungan kepada lek Jemi ketika di persidangan</p>
<p>Merasa dipermalukan, Wati pulang. Entah apa yang ia katakan kepada anaknya, sekitar pukul 18.00, anak bersama keponakan Wati Sareh mendatangi rumah Lék Jemi yang berjarak sekitar 20 meter. Mereka berdua kemudian melempari genteng rumah Lék Jemi hingga pecah. Masih tak berhenti di situ, keesokan harinya, Wati Sareh melaporkan Lék Jemi ke polisi dengan alasan melakukan perbuatan tidak menyenangkan.</p>
<p><img src="http://omahkendeng.org/wp-content/uploads/2012/01/foto_4.jpg" width="300" alt="" /><br />
Tak hanya di dalam ruang sidang, di luar gedung pengadilan pun warga setia dan memberi dukungan kepada lek Jemi </p>
<p>Jemi sekarang berstatus sebagai tahanan luar. Setiap Senin dan Kamis,  ia wajib lapor. Apa yang Lék Jemi alami, membuatnya sering merasa khawatir dan takut, sebab hanya karena bertepuk tangan, ia harus berurusan dengan polisi dan persidangan.</p>
<p>Yitno, aktivis di Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng mengatakan bahwa kasus yang dialami Lek Jemi adalah dampak dari pro kontra rencana pendirian pabrik semen. </p>
<p>Foto-foto: Ragil Kuswanto</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omahkendeng.org/2012-01/226/apa-salah-lek-jemi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penemuan Situs Kayen: Memaknai Kendeng Lebih Dalam</title>
		<link>http://omahkendeng.org/2011-10/218/penemuan-situs-kayen-memaknai-kendeng-lebih-dalam/</link>
		<comments>http://omahkendeng.org/2011-10/218/penemuan-situs-kayen-memaknai-kendeng-lebih-dalam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 04:59:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omahkendeng.desantara.org/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Pegunungan Kendeng Utara seakan tak pernah berhenti mengundang decak kagum banyak orang. Makam Gedong, Pertapaan Watu Payung, Makam Syeh Jangkung merupakan beberapa situs yang menjadi.....&#160;<a href="http://omahkendeng.org/2011-10/218/penemuan-situs-kayen-memaknai-kendeng-lebih-dalam/">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pegunungan Kendeng Utara seakan tak pernah berhenti mengundang decak kagum banyak orang. Makam Gedong, Pertapaan Watu Payung, Makam Syeh Jangkung merupakan beberapa situs yang menjadi episentrum ketertarikan orang dari banyak tempat untuk mendatangi daerah ini. Legenda-legenda zaman pewayangan, seperti makam semar dan pertapaan Dewi Kunti di Watu Payung, berkait singgung dengan cerita-cerita para wali seperti Syeh Jangkung dan Sunan Geseng yang juga tertanam kuat di benak orang-orang Pati Selatan. Ternyata bukan warga yang ingin “ngalap berkah” dengan bertapa saja yang tertarik untuk datang tetapi juga investor besar seperti beberapa pabrik semen juga ingin “ngalap berkah” Pegunungan Kendeng Utara dengan rencana eksploitasi besarnya. Tulisan ini ingin mengajak pembaca untuk memaknai lebih jauh keberadaan pegunungan kapur yang terletak di perbatasan Kabupaten Pati dengan beberapa kabupaten seperti Blora, Grobogan dan Kudus ini.</p>
<p>Berawal dari hasil peninjauan yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta (Balar Yogyakarta) pada 4 Mei 2011 di Dusun Miyono (Mbuloh), Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati Jawa Tengah; tim yang dipimpin oleh dra. TM. Rita Istari dengan anggota Hery Priswanto, SS., Agni Sesaria Mochtar, SS., dan Ferry Bagus berhasil mengidentifikasikan beberapa temuan Benda Cagar Budaya (BCB). Di antaranya struktur bata yang masih intact, arca, serta beberapa artefak dari logam dan keramik. Kedatangan tim Balar Yogyakarta ini atas laporan dari warga sekitar Situs Kayen yang di wakili oleh Nur Rohmad (Pengurus Makam Ki Gede Miyono) dan Subono (Kepala Desa Kayen) mengenai tindak lanjut keberadaan Situs Kayen. Secara astronomis Situs Kayen terletak pada 111 derajat 00’ 17,0” BT 06 derajat 54’ 31.8” LS berada di dataran alluvial yang cukup datar dan Pegunungan Kendeng di Selatannya. Kondisi lingkungan Situs Kayen cukup subur dengan didukung keberadaan Sungai Sombron yang berhulu di Pegunungan Kendeng dan bermuara di Sungai Tanjang.</p>
<p><img src=" http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/305896_2112720426239_1492505217_31742280_653018450_n.jpg" alt="" /></p>
<p>Penemuan Situs Kayen ini berawal dari rencana pembangunan mushola di sebelah barat makam Ki Gede Miyono. Warga disekitar makam tokoh yang dalam cerita ketoprak disebut sebagai musuh dari Syeh Jangkung atau Saridin ini merasa sangat terganggu karena hampir tiap malam lokasi makam yang terletak di tengah sawah ini digunakan untuk ajang perjudian.Warga berharap dengan dibangunnya mushola ini lokasi yang kerap didatangi peziarah ini akan menjadi aman. Saat melakukan penggalian warga menemukan bata-bata kuna yang berukuran besar yang kemudian dimanfaatkan untuk membangun makam Ki Gede Miyono yang sebelumnya hanya bernisankan sebuah batu. Temuan ini kemudian diteliti oleh BP3 Jawa Tengah yang kemudian diteliti kembali oleh Balai Arkeologi Yogyakarta.</p>
<p>Dari penelitian tersebut didapat beberapa temuan. Sebuah monumen berbahan bata kuna yang berukuran tebal 8-10 cm, lebar 23-24 cm dan panjang 39 cm masih utuh terpendam dalam tanah. Di sekitar bangunan ini juga ditemukan berapa komponen bagian candi seperti antefiks dan kemuncak sehingga terdapat kemungkinan bahwa bangunan ini adalah sebuah candi. Selain itu juga ditemukan artefak berbahan bata seperti wadah peripih, antefiks, kemuncak candi, bata candi berpelipit, dan bata tulis. Kemudian artefak berbahan batu putih seperti Arca Mahakala, Umpak dan kemuncak candi. Benda-bena lain yang berbahan logam dan keramik juga ditemukan seperti darpana, piring, mangkuk dan lampu gantung.</p>
<p><img src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/311403_2112721666270_1492505217_31742281_52470497_n.jpg" alt="" /></p>
<p>Berdasarkan hasil peninjauan Tim Balar Yogyakarta di Situs Kayen, diperoleh kesimpulan bahwa temuan BCB tersebut mempunyai nilai arkeologi dan kesejarahan yang cukup tinggi dalam kaitan penyusunan historiografi di Indonesia, terutama temuan struktur bata yang diduga sebagai candi ini merupakan temuan baru karena berada di wilayah Pantai Utara Jawa. Temuan candi berbahan bata sejenis banyak dijumpai di wilayah pedalaman Jawa seperti di poros Kedu – Prambanan dan Trowulan.</p>
<p>Walaupun masih harus dibuktikan keabsahannya secara “ilmiah’, narasi yang tertulis dalam buku “Sejarah Kawitane Wong Jawa lan Wong Kanung” memberikan gambaran awal tentang kondisi awal pulau Jawa sebelum menjadi yang sekarang ini. Dalam buku tipis berbahasa jawa yang mulai ditulis pada tahun 1931 itu digembarkan sebuah peta kuna yang menggambarkan beberapa gugusan pulau yang membentuk Jawa.  dalam peta ini digambarkan sebuah pulau tanpa nama yang disitu terdapat Dieng, Gunung Merapi, Peunungan Sewu, Pegunungan Kendheng Kidul, hingga gunung Wilis. Di sebelah timur pulau besar tanpa nama ini, dengan dibatasi Bengawan Brantas, terdapat sebuah pulau bernama Jawa Pegon yang disitu terdapat Gunung Kamput, Gunung Kawi, Arjuna, Welirang dan Penanggungan. Dibagian utara pulau besar tanpa nama tersebut terdapat tiga pulau, yaitu Medunten di timur laut dan Jawa Purwa serta satu pulau tanpa nama yang lebih kecil tepat di sebelah utara.</p>
<p>Pada zaman ini terdapat dua Pegunungan Kendheng, Pegunungan Kendheng Selatan yang disebut Pegunungan Kendheng Tua dan Pegunungan Kendheng Utara yang disebut dengan sebutan Nusa Kendheng. Pegunungan Kendheng Selatan merupakan rangkaian dari Pegunungan Kabuh di Kabupaten Jombang dan membujur ke barat hingga Pegunungan Masaran Kabupatenn Sragen. Pegunungan Kendheng Selatan dulu berasal dari Pegunungan Watujago yang terbelah akibat gempa besar yang disertai meletusnya Gunung Lawu pada 9.000 tahun yang lalu. Letusan ii mengakibatkan terbentuknya lembah Ngawi yang sekarang ini menjadi jalur aliran Bengawan Solo. Sebelum terjadi gempa, Pegunungan Watujago telah dihuni oleh manusia yang masih telanjang dan berupa kera besar yang memakan hewan-hewan kecil dan buah-buahan yang bisa didapat dengan mudah di Pegunungan ini. Oleh orang lain yang lebih memiliki kebudayaan, orang-orang seperti ini disebut dengan “Wong Legena”, Gandaruwo atau “Monyet Limuri”. Pada waktu itu orang-orang ini belum berani tidur di goa karena masih dihuni oleh binatang buas. Mereka lebih memilih untuk tidur di celah-celah tebing atau dahan pohon yang tinggi.</p>
<p><img src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/298267_2112723506316_1492505217_31742283_1833256418_n.jpg" alt="" /></p>
<p>Pegunungan Kendheng Utara (Nusa Kendheng) pada 5.000 tahun yang lalu, yang saat itu masih berupa pulau dengan tiga semenanjung, telah dihuni oleh “wong-suku Lingga” yang lebih maju daripada “Wong Legena” karena telah bisa membuat senjata dari batu yang diasah. Nusa Kendheng saat itu dikelilingi oleh teluk dan laut (segara). Di sebelah selatang terdapat Teluk Lodhan yang bersambungan dengan Segara Kening di sebelah Timur. Di sebelah selatan terdapat Segara selat Kendheng-Kidul dan Segara Teluk Lusi. Sedangkan di sebelah utara terdapat Teluk Juwana dan Samodra JAWA yang sangat luas. Di sebelah barat terdapat Segara teluk Serang yang bertemu dengan Segara Selat Murya yang memisahkan Nusa Kendheng dengan Gunung Murya yang saat itu masih berupa gunung berapi yang sangat besar. Deskripsi pulau Jawa pada masa-masa awal ini bisa menjadi sebuah petunjuk awal untuk terus melacak peninggalan-peninggalan bersejarah di Pegunungan Kendheng Utara.</p>
<p>Kini makam Ki Gede Miyono seakan tak pernah sepi dari peziarah. Ribuan peziarah, terutama pada hari minggu memadati lokasi ini untuk melihat penemuan candi yang ramai diberitakan. Warga sekitar makam pun mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit dari penemuan ini dengan banyaknya pemasukan dari pungutan parkir sepeda motor atau mobil para peziarah. Salah satu bentuk nyata dari manfaat ekonomi yang diberikan oleh Pegunungan Kendeng Utara bagi warganya. Akan menjadi sebuah kerugian besar bagi catatan perdaban manusia jika pegunungan ini harus rusak oleh pandangan sempit pengusaha tambang dan para politisi yang melihatnya hanya sebagai gundukan batu yang menggiurkan untuk ditambang.  Apakah pembaca juga akan memaknai Kendeng Utara sebagai sebuah area miskin layak tambang yang harus dikorbankan untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tak jelas juntrungannya itu? Semoga tidak. (Sob)</p>
<p>Tulisan juga dipublish di <a href=" http://www.facebook.com/notes/omah-kendeng/penemuan-situs-kayen-memaknai-kendeng-lebih-dalam/10150329082296078">facebook</a><br />
Sumber: www.arkeologijawa.com dan catatan pribadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omahkendeng.org/2011-10/218/penemuan-situs-kayen-memaknai-kendeng-lebih-dalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Video: Dewi Sri Nggrantes</title>
		<link>http://omahkendeng.org/2011-10/214/video-dewi-sri-nggrantes/</link>
		<comments>http://omahkendeng.org/2011-10/214/video-dewi-sri-nggrantes/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 08:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omahkendeng.desantara.org/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Dwi Sri, sosok yang dekat dengan petani sebagai Dewi kesuburan telah menghidupi manusia selama ini. Seakan tak pernah putus bumi pertiwi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dwi Sri, sosok yang dekat dengan petani sebagai Dewi kesuburan telah menghidupi manusia selama ini. Seakan tak pernah putus bumi pertiwi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omahkendeng.org/2011-10/214/video-dewi-sri-nggrantes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berita Kendeng: “Mengapa kami tak boleh ikut membahas AMDAL?”</title>
		<link>http://omahkendeng.org/2011-05/200/berita-kendeng-mengapa-kami-tak-boleh-ikut-membahas-amdal/</link>
		<comments>http://omahkendeng.org/2011-05/200/berita-kendeng-mengapa-kami-tak-boleh-ikut-membahas-amdal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 12:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omahkendeng.desantara.org/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sempat tertunda selama dua hari, pada hari ini, Sabtu 21 mei 201, bertempat di gedung KPRI Kecamatan Tambakromo berlangsung konsultasi publik terkait rencana penyusunan.....&#160;<a href="http://omahkendeng.org/2011-05/200/berita-kendeng-mengapa-kami-tak-boleh-ikut-membahas-amdal/">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sempat tertunda selama dua hari, pada hari ini, Sabtu 21 mei 201, bertempat di gedung KPRI Kecamatan Tambakromo berlangsung konsultasi publik terkait rencana penyusunan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pembangunan pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng Utara. Acara yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan tentara ini dihadiri oleh PT. Sahabat Mulia Sakti (SMS), PT Mulia Adi Pratama (MAP) selaku konsultan AMDAL, dan kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pati, Sujono. </p>
<p>Selain warga yang mendapatkan undangan dalam forum ini, ribuan warga dari Kecamatan Kayen dan Tambakromo juga datang dengan maksud untuk mengikuti jalannya diskusi. Akan tetapi niat mereka terhalang oleh ketatnya pengamanan yang dilakukan oleh polisi dan tentara di sekitar gedung. Warga mempertanyakan diskriminasi yang dilakukan oleh aparat keamanan karena sebagian besar warga pro pembangunan pabrik semen malah diijinkan masuk, sedangkan mereka yang menentang rencana pembangunan pabrik terus saja dihalang-halangi. Bahkan tim dokumentasi JM-PPK yang berusaha merekam acara ini sempat diusir oleh polisi.</p>
<p>Ratusan warga yang kecewa akan sikap aparat keamanan dan PT. SMS yang tidak terbuka dalam forum konsultasi ini memilih untuk berorasi di depan gedung pertemuan. Dalam orasi kali ini warga menyampaikan bahwa sampai kapanpun akan tetap menolak rencana pembangunan pabrik semen dan menolak sosialisasi dalam bentuk apapun dari PT. SMS. Di sela-sela orasi mereka menyanyikan lagu Selamatkan Gunung Kendeng dengan diiringi suara kentongan dan kaleng bekas. Warga terus berorasi sambil membunyikan kentongan dan kaleng bekas sampai acara ini selesai.</p>
<p>Apa yang dilakukan oleh pihak penyelenggara acara ini merupakan bukti tidak adanya transparansi dan kemauan untuk melibatkan warga. Seharusnya penyusun AMDAL  tidak boleh menghilangkan fakta bahwa ada warga yang tidak setuju dengan rencana pembangunan ini. Jika sejak awal penelitian saja mereka seakan-seakan menutup mata terhadap keberadaan warga yang menolak, lalu apakah hasil penelitian tim AMDAL ini dapat dikatakan ilmiah? Sepertinya tidak. (Omah Kendeng)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omahkendeng.org/2011-05/200/berita-kendeng-mengapa-kami-tak-boleh-ikut-membahas-amdal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berita Kendeng: Perangkat Desa Karangawen menolak pabrik semen</title>
		<link>http://omahkendeng.org/2011-05/193/berita-kendeng-perangkat-desa-karangawen-menolak-pabrik-semen/</link>
		<comments>http://omahkendeng.org/2011-05/193/berita-kendeng-perangkat-desa-karangawen-menolak-pabrik-semen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 12:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omahkendeng.desantara.org/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, Jumat 20 Mei 2011, warga desa Karangawen Kec Tambakromo, Pati, memergoki enam orang yang sedang melakukan pemotretan di lokasi rencana pembangunan pabrik semen.....&#160;<a href="http://omahkendeng.org/2011-05/193/berita-kendeng-perangkat-desa-karangawen-menolak-pabrik-semen/">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, Jumat 20 Mei 2011, warga desa Karangawen Kec Tambakromo, Pati, memergoki enam orang yang sedang melakukan pemotretan di lokasi rencana pembangunan pabrik semen PT. SMS/Indocement. Enam orang yang datang dengan menggunakan sepeda motor plat merah ini datang ketika warga hendak melaksanakan shalat Jum&#8217;at. Warga pun beramai-ramai mengusir mereka<br />
Warga menilai apa yang dilakukan oleh beberapa orang ini merupakan bentuk ketidakpedulian pemerintah terhadap penolakan yang selama ini dilakukan oleh warga. Oleh karena itu warga meminta kepad perangkat desa untuk menyatakan dengan tegas penolakan rencana pembangunan pabrik semen di desa Karangawen. Akhirnya pada hari ini juga Kepala desa dan seluruh perangkat desa Karangawen dengan sadar membuat pernyataan tertulis dan tanda tangan di atas materai menyatakan bahwa mereka menolak renca pembangunan pabrik semen.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omahkendeng.org/2011-05/193/berita-kendeng-perangkat-desa-karangawen-menolak-pabrik-semen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kronologi Penolakan Warga atas Rencana Pendirian Pabrik Semen oleh PT. Sahabat Mulia Sakti  (SMS)  di Kecamatan Kayen dan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah</title>
		<link>http://omahkendeng.org/2011-05/181/kronologi-penolakan-warga-atas-rencana-pendirian-pabrik-semen-pati/</link>
		<comments>http://omahkendeng.org/2011-05/181/kronologi-penolakan-warga-atas-rencana-pendirian-pabrik-semen-pati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 May 2011 07:57:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omahkendeng.desantara.org/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Ditetapkannya Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) tahun 2010-2030 oleh anggota dewan perwakilan rakyat daerah Pati di sidang paripurna tanggal 2 Maret.....&#160;<a href="http://omahkendeng.org/2011-05/181/kronologi-penolakan-warga-atas-rencana-pendirian-pabrik-semen-pati/">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ditetapkannya Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) tahun 2010-2030 oleh anggota dewan perwakilan rakyat daerah Pati di sidang paripurna tanggal 2 Maret 2011 lalu, memperlihatkan bahwa pemerintah tidak melibatkan masyarakat yang berkepentingan. </p>
<p>Bagaimana tidak, kawasan yang seharusnya untuk pertanian dan pariwisata, diubah menjadi pertambangan seperti di tiga kecamatan Sukolilo, Kayen dan Tambakromo. Padahal, belum ada bukti konkrit daya dukung dan daya tampung untuk mengubah dengan dialihfungsikannya kawasan pertanian menjadi kawasan industri dan pertambangan.<br />
Sementara, masukan yang diberikan oleh Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) sebelum sidang paripurna, tak dipedulikan. Padahal, ada 45 masukan yang diberikan oleh JMPPK. DPRD sendiri berjanji untuk mengundang kembali JMPPK sebelum paripurna untuk memperlihatkan perubahan itu, tetapi, sampai ditetapkan, JMPPK tidak pernah diundang lagi.</p>
<p>Parahnya, sebelum Perda RTRW disahkan, PT. Sahabat Mulia Sakti (PT.SMS) telah lebih dahulu melakukan sosialisasi mengenai rencana pendirian pabrik semen yang akan didirikan di kecamatan Kayen dan Tambakromo yang meliputi 14 desa di dua kecamatan tersebut.  Berikut kronologinya:</p>
<p>Selasa, 3 Agustus 2010<br />
16 orang peneliti dari Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada (PLSH UGM), selama satu bulan melakukan penelitian sosial dan untuk mengetahui respon masyarakat di 14 desa di kawasan eksplorasi rencana pendirian pabrik. </p>
<p>Kamis, 12 Agustus 2010<br />
Alexander Frans, Manajer PT. Indocement Tunggal Perkasa dan juga Direktur PT. Sahabat Mulia Sakti (PT.SMS)  datang ke rumah Gunretno, ketua JMPPK, di Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Pati. Kedatangan Alex  adalah untuk memberi tahu Gunretno bahwa ia sudah melakukan sosialisasi di beberapa tempat yang terkena eksplorasi tambang di dukuh Slening, desa Larangan. Frans juga mengatakan bahwa masyarakat setuju dan mereka bersiap-siap bedol desa. Sementara, Sriwati salah seorang anggota JMPPK saat mendatangi desa-desa yang disebutkan Frans menyatakan bahwa mayoritas warga menolak. Mereka juga bertanda tangan menyatakan menolak 100 persen pendirian pabrik semen dan hanya satu orang yang hingga kini belum menandatangani.</p>
<p>Jumat, 29 Oktober 2010<br />
PT SMS ke desa Mojomulyo kecamatan Tambakromo untuk melakukan sosialisasi di balai desa Mojomulyo. Sebelumnya, di bulan puasa sekitar bulan september, PT SMS sudah melakukan sosialisasi di desa yang sama. Desa ini, menjadi salah satu rencana tempat pendirian pabrik semen PT. Indocement.</p>
<p>Pertengahan bulan Desember 2010<br />
Perangkat Desa Karangawen melakukan pengukuran tanah di lahan pertanian desa Karangawen, terkait tanah yang bakal dibutuhkan oleh PT. SMS.</p>
<p>Kamis, 13 Januari 2011<br />
Melalui pesan singkatnya, Alex Frans mengatakan telah mengatur pertemuan tiga pihak antara ia, Gunretno dan bupati Pati di rumah makan Kembangjoyo. Dalam pertemuan itu, Gunretno mengajak wakil dari masyarakat Slening desa Larangan, kecamatan Tambakromo dan dari Beketel, kecamatan Kayen untuk menunjukkan ketaksetujuan mereka atas rencana pendirian pabrik semen di wilayah mereka. </p>
<p>Dalam pertemuan itu, terdengar kabar bahwa malam sebelumnya, Alex Frans bersama camat Tambakromo telah melakukan sosialisasi pendirian pabrik semen di desa Karangawen. Dalam sosialisasi kabarnya juga sudah mulai menghitung soal harga tanah.</p>
<p>Jumat, 11 Februari 2011<br />
PT. SMS mengundang beberapa LSM dan masyarakat untuk sosialisasi pendirian pabrik semen di Kecamatan Kayen dan Tambakromo di rumah makan Kembangjoyo. Dalam sosialisasi, 30-an orang yang bergabung di Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) tidak mau mengisi daftar hadir dan tidak mau diajak makan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pendirian pabrik semen di kecamatan Kayen dan Tambakromo. </p>
<p>Sabtu, 5 Maret 2011<br />
Ibu Poerna Sri Oetari, ketua PT. Mitra Adhi Pratama (PT MAP) selaku pembuat Analisis Dampak Lingkungan AMDAL bersilaturahmi ke rumah Gunretno. Atas kedatangan ibu Poerna, Gunretno mengundang masyarakat dari Kayen dan Tambakromo. Dalam pertemuan itu, ibu Poerna menyatakan mau melakukan AMDAL secara fair, independen, dan berharap masyarakat mau memberikan data. Tetapi, masyarakat meragukan independensi PT. MAP, karena pembuatan amdal didanai oleh PT SMS.</p>
<p>Sabtu, 12 Maret 2011<br />
PT.SMS melakukan sosialisasi di hotel Gitari, Pati dengan mengundang 14 kepala desa di kecamatan Kayen dan Tambakromo. Untuk kecamatan Kayen, desa yang diundang yakni; desa Sumbersari, Slungkep, Durensawit, Beketel, Purwokerto, Jatiroto, dan Brati. Di Tambakromo, yang diundang; desa Tambakromo, Mojomulyo, Karangawen,  Larangan,  Wukirsari, Maitan dan Pakis. PT SMS juga mengundang 10 tokoh masyarakat, LSM, akademisi, calon pembuat AMDAL, Muspida dan Muspika. </p>
<p>Pada saat itu juga, 400 an orang dari kecamatan Tambakromo, Kayen dan Sukolilo dengan 10 truk datang ke hotel Gitari untuk menyuarakan tentang penolakan rencana pendirian pabrik semen di wilayah mereka.</p>
<p>Sabtu, 26 Maret 2011<br />
Saat ke desa Karangawen, kecamatan Tambakromo, tim AMDAL bentukan PT.MAP, diusir warga.</p>
<p>Rabu, 6 April 2011<br />
Di hotel Pati, PT. SMS menyosialisikan rencana pendirian pabrik semen. Dalam sosialisasi, JMPPK juga diminta untuk mempresentasikan data soal dampak lingkungan akibat pendirian semen. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh 35 LSM dan muspika Kayen dan Tambakromo, 18 kepala desa itu terjadi kericuhan. Gunretno yang mewakili JMPPK bahkan diancam oleh para pendukung pabrik semen.</p>
<p>Rabu, 20 April 2011<br />
Sekitar 2000 warga dari Tambakromo, Kayen, Sukolilo, Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng  (JMPPK) dan Gabungan Pemuda Ngerang (Gamurang) melakukan aksi di alun-alun Pati. Sebelumnya, polisi menghadang mereka di jalan dekat makam Syeh Jangkung karena mendapat informasi bahwa di Kayen, preman-preman telah menunggu warga yang mau aksi. Polisi menghentikan supaya tidak terjadi bentrokan dan meminta mereka berorasi di situ saja.<br />
Tetapi, karena memacetkan jalan Purwodadi-Pati, peserta aksi diminta melanjutkan ke Pati. Sampai di pasar Kayen, para peserta dihadang oleh para preman. Satu orang dipukul preman dalam penghadangan itu. Tetapi, preman itu ditangkap polisi. Usai dilepaskan, ia juga menjadi bulan-bulan warga Kayen yang kebetulan menonton di dekat situ.<br />
Setelah negosasi, mereka pun kembali melanjutkan aksi dan menuju alun-alun Pati. Sesampai di depan kantor bupati, mereka berhenti dan melanjutkan dengan melakukan long march menuju kantor DPRD dan berorasi tentang penolakan rencana pendirian pabrik semen di depan kantor DPRD.</p>
<p>Minggu, 24 April 2011<br />
Di rumah makan Sasono Kencono Roso Asih, ibu Poerna mengundang masyarakat desa yang bakal berdirinya pabrik. Tetapi, tak satupun warga Karangawen kadang. Sementara warga Ngerang yang datang ke pertemuan itu, menyatakan bahwa mereka menolak pendirian semen dan menolak proses pembuatan AMDAL. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omahkendeng.org/2011-05/181/kronologi-penolakan-warga-atas-rencana-pendirian-pabrik-semen-pati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aksi Tolak Semen di Tambakromo Dihadang Preman</title>
		<link>http://omahkendeng.org/2011-04/175/aksi-tolak-semen-di-tambakromo-dihadang-preman-2/</link>
		<comments>http://omahkendeng.org/2011-04/175/aksi-tolak-semen-di-tambakromo-dihadang-preman-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 20:33:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sobirno</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omahkendeng.desantara.org/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Hari itu, Rabu, 20 April 2011, sekitar 1000an orang dari Tambakromo, Kayen, Sukolilo, Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng  (JMPPK) dan Gabungan Pemuda Ngerang (Gamurang) melakukan.....&#160;<a href="http://omahkendeng.org/2011-04/175/aksi-tolak-semen-di-tambakromo-dihadang-preman-2/">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari itu, Rabu, 20 April 2011, sekitar 1000an orang dari Tambakromo, Kayen, Sukolilo, Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng  (JMPPK) dan Gabungan Pemuda Ngerang (Gamurang) melakukan aksi di alun-alun Pati.<br />
Aksi ini dilakukan sebagai respon atas rencana pendirian pabrik semen yang akan dilakukan oleh PT Indocement melalui PT Sahabat Mulia Sakti (PT SMS) di Wilayah Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati. Aksi juga dilakukan untuk menyalurkan aspirasi bahwa masyarakat Tambakromo menolak pabrik semen di daerah mereka.<br />
Dalam selebarannya, masyarakat Tambakromo mengatakan bahwa pabrik semen akan sangat merugikan masyarakat karena membuat terputusnya ekosistem alam dan menghilangkan mata pencaharian khususnya peternak dan petani.<br />
Selain itu, berdirinya pabrik semen juga akan menyebabkan hilangnya sumber mata air dan berkurangnya resapan air karena pengeprasan. Mereka juga mengatakan bahwa pabrik semen akan mengancam satwa-satwa yang dilindungi serta merusak cagar budaya, tempat-tempat wisata, dan situs-situs yang ada. Terlebih, berdirinya pabrik semen akan menyebabkan tergusurya penduduk lokal di sekitar pegunungan Kendeng.<br />
<strong>Dihadang Preman</strong><br />
<a href="http://omahkendeng.desantara.org/wp-content/uploads/2011/04/upload1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-179" src="http://omahkendeng.desantara.org/wp-content/uploads/2011/04/upload1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Sekitar pukul 10.30 massa yang diangkut dengan 36 truk itu sampai di alun-alun. Yitno , koordinator aksi menceritakan kenapa mereka datang terlalu siang. Ternyata, saat di dekat makam Syekh Jangkung, masih di kawasan Sukolilo, sempat dihadang polisi.<br />
Mereka dihadang karena polisi mendapat informasi bahwa di Kayen, preman-preman menunggu mereka. Khawatir terjadi bentrokan, polisi menghentikan peserta aksi dan meminta mereka orasi di jalan di situ saja. Akibatnya, justru jalan Purwodadi-Pati macet total. Karena macet, polisi  pun mengubah tawarannya. Mereka dipersilahkan untuk melanjutkan aksi di Pati.<br />
Sampai di pasar Kayen, para peserta aksi memang dihadang para preman. Hadangan ini hampir membuat peserta aksi emosi. Tetapi, Yitno meminta kepada para peserta aksi untuk tak terpancing. Tak hanya Yitno, para orator yang lain juga meminta peserta aksi untuk tak emosi. Kemudian, antara peserta aksi dengan preman terjadi negosiasi yang alot. Di tengah situasi itu, Ali, salah seorang anggota DPRD Pati yang mencoba meredam supaya tak sampai terjadi bentrokan, justru kena pukul. Preman itu pun ditangkap polisi.<br />
Tak lama kemudian, sang pemukul dilepaskan. Kebetulan, karena ada ramai-ramai, masyarakat Kayen yang ikut menonton ikut tersulut. Preman yang dilepaskan itu pun menjadi sasaran massa.<br />
Selanjutnya, peserta melanjutkan aksinya ke Pati. Sebelunya, mereka juga sempat mampir ke daerah Branti untuk bergabung dengan massa yang sudah menunggu. Mereka juga lewat Karangawen bergabung dengan massa lainnya.  Dari situ, baru kemudian ke Pati.<br />
Sesampainya di alun-alun, peserta berkumpul di depan kantor bupati. Mereka pun melakukan long march menuju ke kantor DPRD dan berorasi di depan kantor DPRD. Sri, salah seorang orator, dalam orasinya mengatakan, “Masyarakatnya saja menolak, kenapa malah wakil rakyat menyetujui RTRW? Kalau mereka tidak bisa menjadi wakil, kita bubarkan saja DPR,” teriaknya. Selain Sri, orator lain, Joko mengatakan bahwa Indonesia pernah dijajah 350 tahun. “Masak masih mau lagi dijajah oleh pabrik semen?” demikian salah satu yang disampaikan Joko.<br />
<strong>Kebohongan Publik </strong><br />
Sebelumnya, saat sosialisasi yang dilakukan oleh PT SMS di Hotel Pati pada 6 April 2011, terjadi pro-kontra. Namun, mereka yang setuju dengan pendirian pabrik semen malah menyebarkan bahwa masyarakat warga Tambakromo setuju dengan rencana pendirian pabrik semen.<br />
Tak hanya itu, sehari kemudian, tanggal 7 April 2011, muncul surat edaran yang dikeluarkan oleh LSM LPPNRI yang isinya, dalam sosialisasi masyarakat setuju terhadap rencana pendirian pabrik semen.<br />
Padahal, sosialisasi sendiri tak menghasilkan keputusan. Di situ juga terjadi pro dan kontra. Atas  edaran itu, peserta aksi menyatakan bahwa masyarakat Tambakromo menyatakan bahwa surat itu tidak benar. Aksi sendiri juga memberi bukti bahwa banyak masyarakat Tambakromo yang tegas menolak berdirinya pabrik semen di daerah mereka.</p>
<p>Reporter: Khoirul Anam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omahkendeng.org/2011-04/175/aksi-tolak-semen-di-tambakromo-dihadang-preman-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AKSI Tolak Semen di Tambakromo Dihadang Preman</title>
		<link>http://omahkendeng.org/2011-04/169/aksi-tolak-semen-di-tambakromo-dihadang-preman/</link>
		<comments>http://omahkendeng.org/2011-04/169/aksi-tolak-semen-di-tambakromo-dihadang-preman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 06:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omahkendeng.desantara.org/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Hari itu, Rabu, 20 Mei 2010, sekitar 1000 orang dari Tambakromo, Kayen, Sukolilo, Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) dan Gabungan Pemuda Ngerang (Gamurang) melakukan.....&#160;<a href="http://omahkendeng.org/2011-04/169/aksi-tolak-semen-di-tambakromo-dihadang-preman/">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari itu, Rabu, 20 Mei 2010, sekitar 1000 orang dari Tambakromo, Kayen, Sukolilo, Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng  (JMPPK) dan Gabungan Pemuda Ngerang (Gamurang) melakukan aksi di alun-alun Pati. </p>
<p>Aksi ini dilakukan sebagai respon atas rencana pendirian pabrik semen yang akan dilakukan oleh PT. Indocement melalui PT.Sahabat Mulia Sahi (PT SMS) di Wilayah Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati. Aksi juga dilakukan untuk menyalurkan aspirasi bahwa masyarakat Tambakromo menolak pabrik semen di daerah mereka.</p>
<p>Dalam selebarannya, masyarakat Tambakromo mengatakan bahwa pabrik semen akan sangat merugikan masyarakat karena membuat terputusnya ekosistem alam dan menghilangkan mata pencaharian khususnya peternak dan petani. </p>
<p>Selain itu, berdirinya pabrik semen juga akan menyebabkan hilangnya sumber mata air dan berkurangnya resapan air karena pengeprasan. Mereka juga mengatakan bahwa pabrik semen akan mengancam satwa-satwa yang dilindungi serta merusak cagar budaya, tempat-tempat wisata, dan situs-situs yang ada. Terlebih, berdirinya pabrik semen akan menyebabkan tergusurnya penduduk lokal di sekitar pegunungan Kendeng.</p>
<p>Dihadang Preman<br />
sekitar pukul 10.30 massa yang datang dengan 36 truk itu sampai di alun-alun. Yitno , koordinator aksi menceritakan kenapa mereka datang terlalu siang. Ternyata, saat di dekat makam Syekh Jangkung, masih di kawasan Sukolilo, sempat dihadang polisi. </p>
<p>Mereka dihadang karena polisi mendapat informasi bahwa di Kayen, preman-preman menunggu mereka. Khawatir terjadi bentrokan, polisi menghentikan peserta aksi dan meminta mereka orasi di jalan situ saja. Akibatnya, justru jalan Purwodadi-Pati macet total. Karena macet, polisi  pun mengubah tawarannya. Mereka dipersilahkan untuk melanjutkan aksi di Pati. </p>
<p>Sampai di pasar Kayen, para peserta aksi memang dihadang para preman. Hadangan ini hampir membuat peserta aksi emosi. Tetapi, Yitno meminta kepada para peserta aksi untuk tak terpancing. Tak hanya Yitno, para orator yang lain juga meminta peserta aksi untuk tak emosi. Kemudian, antara peserta aksi dengan preman terjadi negosiasi yang alot. Di tengah situasi itu, Ali, salah seorang anggota DPRD Pati yang mencoba meredam supaya tak sampai terjadi bentrokan, justru kena pukul. Preman itu pun ditangkap polisi. </p>
<p>Tak lama kemudian, sang pemukul dilepaskan. Kebetulan, karena ada ramai-ramai, masyarakat Kayen yang ikut menonton ikut tersulut. Preman yang dilepaskan itu pun menjadi sasaran massa.</p>
<p>Selanjutnya, peserta melanjutkan aksinya ke Pati. Sebelunya, mereka juga sempat mampir ke daerah Branti untuk bergabung dengan massa yang sudah menunggu. Mereka juga lewat Karangawen bergabung dengan massa lainnya.  Dari situ, baru kemudian ke Pati.</p>
<p>Sesampainya di alun-alun, peserta berkumpul di depan kantor bupati. Mereka pun melakukan long march menuju ke kantor DPRD dan berorasi di depan kantor DPRD. Sri, salah seorang orator, dalam orasinya mengatakan, “Masyarakatnya saja menolak, kenapa malah wakil rakyat menyetujui RTRW? Kalau mereka tidak bisa menjadi wakil, kita bubarkan saja DPR,” teriaknya. Selain Sri, orator lain, Joko mengatakan bahwa Indonesia pernah dijajah 350 tahun. “Masak masih mau lagi dijajah oleh pabrik semen?” demikian salah satu yang disampaikan Joko.</p>
<p>Kebohongan Publik<br />
Sebelumnya, saat sosialisasi yang dilakukan oleh PT SMS di Hotel Pati pada 6 April 2011, terjadi pro-kontra. Namun, mereka yang setuju dengan pendirian pabrik semen malah menyebarkan bahwa masyarakat warga Tambakromo setuju dengan rencana pendirian pabrik semen.<br />
Tak hanya itu, sehari kemudian, tanggal 7 April 2011, muncul surat edaran yang dikeluarkan oleh LSM LPPNRI yang isinya, dalam sosialisasi masyarakat setuju terhadap rencana pendirian pabrik semen. </p>
<p>Padahal, sosialisasi sendiri tak menghasilkan keputusan. Di situ juga terjadi pro dan kontra. Atas  edaran itu, peserta aksi menyatakan bahwa masyarakat Tambakromo menyatakan bahwa surat itu tidak benar. Aksi sendiri juga memberi bukti bahwa banyak masyarakat Tambakromo yang tegas menolak berdirinya pabrik semen di daerah mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omahkendeng.org/2011-04/169/aksi-tolak-semen-di-tambakromo-dihadang-preman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

